Mahfud MD Merasa Terpanggil untuk Memperbaiki Negara

Mahfud MD tegaskan jadi Capres anti suapMohammad Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan siap untuk maju sebagai calon Presiden (Capres) pada Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2014.

Saat ditemui di Pondok Pesantren Khoirul Ulum Tambelangan Sampang, Jawa Timur, Minggu (25/8), Mahfud dengan tegas menyatakan siap untuk maju sebagai capres.

Mahfud mengaku merasa terpanggil untuk memperbaiki negara, bukan untuk menguasai. Oleh karenanya, dirinya siap dipilih dengan cara-cara yang baik.

Mahfud menegaskan tidak akan melakukan penyuapan atau fitnah. Dirinya hanya menawarkan diri karena rakyat Indonesia butuh pemimpin alternatif.

Dia juga mengkau siap mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat ataupun Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), serta dan telah menjalin hubungan komunikasi dengan partai lain. (metro)

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo

Jokowi Munculkan Efek Domino Bagi Pemilih

Efek domino dari popularitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo turut membantu masyarakat untuk meninggalkan sikap konservatisme politik.

“Mereka tidak lagi mendasarkan pilihan pada tokoh yang mengedepankan bentuk pencitraan palsu, yaitu memadukan penampilan pribadi yang direkayasa, atau dengan gagasan pernyataan publik yang terkesan santun bergaya akademik,” kata Mulyana W Kusumah, pengamat politik dari Universitas Indonesia di Jakarta, Senin (26/8).

Para pemilih sudah meninggalkan tokoh-tokoh klasik dengan rekam jejak yang dinilai tidak akan membawa perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik. Dan kesempatan untuk tokoh baru muncul juga kian sempit.

“Belum ada tokoh nasional lain yang menjadi bintang politik baru. Hanya tersisa waktu sekitar 6-7 bulan Pemilihan Legistatif, kesempatan membuka bagi tampilnya bakal calon presiden lain. Waktu sisa, terlalu singkat untuk membangun eligibilitas, akseptabilitas publik, apalagi elektabilitas,” ujar Mulyana.

Sekitar 30 tokoh lain yang sejauh ini sudah mewacanakan diri atau diwacanakan menjadi bakal Calon Presiden, harus bekerja keras dengan segenap sumberdaya politik yang dimiliki. Hal ini termasuk mengupayakan dukungan elektoral koalisi parpol, untuk memenuhi syarat presidential threshold, untuk dapat bersaing menandingi popularitas dan elektabilitas Jokowi.

“Namun dengan sempitnya waktu, terlalu singkat untuk mampu membangun elektabilitas seperti Jokowi,” tambahnya.

Oleh karena itu, kata Mulyana, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), harus menggunakan fenomena keunggulan elektoral Jokowi sebagai kesempatan historis untuk masuk kembali ke pusat kekuasaan. (metro)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 26/08/2013, in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: