Mahfud MD Ingin NU Kembali Tampil Membangun Negara

Mahfud MD - Safari Tabligh Masyura
Nahdlatul Ulama (NU) sejak lahir (1926) selalu tampil sebagai benteng NKRI. Sejarah membuktikan, NU berada di garda depan saat Indonesia tenggelam dalam penjajahan. Dengan segala kemampuannya, ormas Islam ini berjuang membabat habis kaum penjajah.

Demikian dikatakan Mohammad Mahfud MD di hadapan ribuan pengunjung Tabligh Akbar Safari Majelis Silaturahim Ulama Rakyat (Masyura) di Lapangan Ekoproyo Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa lalu.

“Tetapi setelah Indonesia merdeka, orang-orang NU, kiai-kiai NU dengan ta’dzim-nya (kerendahan hati) rela negara diurus oleh orang lain, dan kembali ke basis semula yaitu pesantren. Di sanalah para kiai berkhidmat mengajarkan pondasi agama dan kebangsaan,” tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Kini, menurut Mahfud, Indonesia diliputi kebodohan dan kerusakan. Kekuatan NU dibutuhkan untuk memulihkan keadaan ini.

“Sekarang saatnya NU tampil kembali untuk membangun negara. Ini bagai pemadam kebakaran,” katanya disambut tawa.

Memilih Pemimpin yang Amanah Hukumnya Wajib

Untuk menyelamatkan negara, sambung Mahfud, harus diawali dengan memilih pemimpin yang baik dan amanah. Memilih pemimpin yang amanah hukumnya wajib. Memilih pemimpin berdasarkan uang dan kepintaran saja hanya akan menghasilkan pejabat yang koruptif.

Pria asal Madura itu tak menampik bahwa kimia politik terus berkembang dan mengalami pergerseran. Namun rakyat yang harus jeli membesarkan bangsa dan negara.

“Ini maksudnya, kami juga bersilaturhami agar masyarakat bisa memahami apa yang harus dilakukan menghadapi hajat negara yang tidak main-main. Saya katakan sekali lagi sudah saatnya NU itu tampil,” pinta Mahfud MD.

Indonesia Semakin Ruwet

Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menilai Indonesia tengah berkembang kepada keadaan yang tidak baik. Bukan semakin aman dan sejahtera, melainkan sebaliknya. Kerusakan moral pemimpin adalah di antara penyebabnya.

“Indonesia itu semakin ruwet bukan karena kurangnya orang yang pinter tetapi kurangnya orang yang bener,” katanya saat mengisi acara Safari Tabligh Akbar Masyura, Selasa lalu.

Kiai Hasyim mengingatkan, di tengah krisis kepercayaan yang luar biasa, masyarakat mesti lebih selektif dalam memilih pemimpin. Sebab, mereka juga turut menentukan kondisi bangsa ini.

“Sifat pemimpin itu sudah jelas dicontohkan oleh Rasulullah: shidiq (kejujuran), amanah (kepercayaan), tabligh (menyampaikan kebenaran) dan fathanah (kecerdasan). Tapi sekarang shidiq dan amanah itu sudah pergi dari Indonesia,” katanya disambut tawa ribuan pengunjung.

Kenikmatan sementara yang dikaruniakan Allah (isti’roj), sambung Kiai Hasyim, jangan sampai melengahkan bangsa ini sehingga mengarah kepada keterpurukan di belakang hari.

“Kita semuanya berdoa mengharapkan rahmat dari Allah SWT turun, membenahi Indonesia. Bedanya rahmat dengan isti’roj itu apa? Kalau rahmat itu sengsara membawa nikmat, tetapi isti’roj itu nikmat membawa sengsara,” pungkasnya. (NU Online)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 06/09/2013, in Berita and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: