Mahfud MD – Merah Putih Bisa Berantas Korupsi

Mahfud MDProf Dr Mohammad Mahfud MD yakin, bahwa konsep Merah Putih, sebagai simbol keberanian dan kebersihan, akan  mampu menjadi senjata sakti untuk pemberantasan korupsi di Indonesia. Korupsi masih terus menjangkit di Indonesia dan kian merajalela karena terjadi lingkaran saling sandera di antara yang diawasi dan yang mengawasi.

Konsep itu dikemukakan Mahfud MD ketika menjadi pembicara dalam kuliah perdana Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu), Minggu lalu. Hadir di antaranya Ketua Yayasan Perguruan Tinggi NU Jepara Ali Irfan Mukhtar dan para pejabat rektorat. Ribuan mahasiswa mengikuti kuliah perdana itu. 

Mahfud MD menyinggung soal maraknya korupsi setelah salah seorang mahasiswi bertanya soal silih bergantinya kasus korupsi. Mahfud yang akhir-akhir ini banyak diberitakan sebagai calon presiden, ditanya soal konsep untuk mengurangi tindak korupsi.

“Merah itu berani, putih itu bersih. Pemimpin yang bisa menjadi komando untuk peberantasan korupsi adalah yang pemberani dan bersih. Ini dua hal yang tak bisa dipisah,” kata Menteri Pertahanan era Presiden Gus Dur itu.

Mahfud lebih banyak berbicara sesuai tema kuliah, yaitu Mewujudkan Insan Cendekia dan Berakhlak Mulia. Bagia dia, perguruan tinggi, mesti mampu mencetak cendekia, tak sekadar sarjana.

“Sarjana itu hanya soal keilmuan tertentu. Tetapi cendekia dalam benaknya melekat tanggung jawab sosial. Cendekia akan bergerak melihat ketidakadilan. Ia berotak cemerlang, sekaligus berwatak mulia,” paparnya.

Perguruan tinggi harus berurusan dengan kehidupan, karena tujuan pendidikan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. “Kalau pendidikan hanya mencerdaskan otak, maka tak ada bobot. Apalagi perguruan tinggi, pendidikan harus masuk ke kehidupan,” kata Mahfud,

Untuk itu, ia menekankan tiga hal untuk perguruan tinggi, termasuk Unisnu yang bernapaskan Islam, agar menyentuh kehidupan. Pertama, hubungan antar ilmu yang diajarkan harus integral. “Bukan ini ilmu umum, ini agama, tetapi terintegrasi,” kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Kedua, menolak rasionalisme (berpandangan yang benar hanya yang masuk akal), dan menerima rasionalitas (yang rasional diterima). Dan ketiga, ilmu pengetahuan harus memihak.

“Ilmu harus berpihak pada kemaslahatan manusia dan alam,” lanjutnya. Jika perguruan tinggi mampu menerapkan tiga hal itu, maka akan melahirkan para cendekia, yang cerdas dan berwatak mulia.

Ia menggarisbawahi, jika Unisnu ingin eksis, maka tak boleh menutup diri. “Perguruan tinggi harus membuka akses seluas mungkin soal informasi, sebab ini sudah masanya,” katanya.

Agar Negara Dipimpin Orang Baik

Mahfud MD mengemukakan, bahwa saat sekarang banyak orang yang tidak memiliki kapasitas, tetapi berebutan ingin menjadi pemimpin. “Ibaratnya, apakah kita akan membiarkan, ketika dalam sholat, orang sinting menjadi imam? Maka, kita harus menerjemahkan, ada pesan Nabi agar negara dipimpin orang baik, tetapi jangan berebutan,” katanya.

Ketika ditanya mengenai kendaraan politik untuk nyapres, ia menyebut sangat cocok dengan PKB. “Saya memilih PKB setelah bertemu dengan tokoh-tokoh PKB, kiai, dan LSM. Kimia politik saya dan PKB sudah cocok. Kimia politik saya telah menyatu dengan warga nahdliyyin,” lanjutnya.

Dia menyebut PKB bisa menjadi induk gerakan politik bagi warga nahdlyyin, meskipun NU sendiri bukan partai politik. “Untuk gagasan ke depan, saya akan mengusung konsep yang diusung Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid), yakni pluralisme dan demokrasi,” jelasnya. (suara merdeka)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 09/09/2013, in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: