Mahfud MD – Demokrasi Kita di Jalan yang Sesat

Mahfud MD dan demokrasi

Mohammad Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, menilai demokrasi Indonesia saat ini sudah ternoda dan menuju ke dalam jalan yang sesat.  Hal itu disampaikan Mahfud saat menjadi pembicara sebagai Koordinator Presidium KAHMI di Aula Balaikota Depok.

“Barisan KAHMI ke depan harus lebih rapi, bawa estafet perjuangan para pendahulu yang telah berjasa pada Republik ini mendirikan bangsa, dan memperjuangkan nilai-nilai maslahat bagi NKRI. Lalu berbicara soal demokrasi selama era reformasi, demokrasi kita berada di dalam kegelapan di tengah kesesatan. Noda terhadap demokrasi dimulai saat awal-awal reformasi,” kata Mahfud.

Mahfud mencontohkan, saat awal-awal reformasi, terdapat pemilihan di sebuah kabupaten di Yogyakarta. Ternyata calon yang lemah bisa menang, karena ternyata mengeluarkan kocek bayaran.

“Untuk anggota DPRD. Di karantina di hotel. Yang tadinya tak pantas, jadilah bupati saat itu. Pemilu tahun 1999 juga, kebablasan melahirkan kebebasan yang berlebih,” ungkapnya.

Namun Mahfud mengakui, bahwa era reformasi selama 15 tahun membawa kemajuan yang cukup signifikan. Dulu  demokrasi berjalan semu, dimana pemerintahan yang timbul saat itu hegemoni, dikuasai Golkar dan tak ada hak yang substantif bagi rakyat untuk mengekspresikan diri.

“Kalau mau reformasi harus dimulai dari reformasi politik. Muncul dari kekuasaan politik, yang menggumpal. Politik yang mau kita reformasi, kesepakatannya pada waktu itu adalah amandemen UUD 1945.

“Ketika berlaku pada masa pertama, saat itu pemerintah otoriter, ketika Pak Harto berkuasa mengatakan jalankan Pancasila dan UUD 1945, justru saat itu dilakukan operasi ‘sesar’ menurunkan Soeharto, dioperasi di luar jalan konstitusi,” paparnya.

Mahfud menilai dulu UUD 1945 yang asli ternyata di dalam faktanya telah melahirkan otoriterisme. Itu sebabnya parpol-parpol pada saat itu menyatakan agenda utama reformasi adalah amandemen UUD 1945.

“Apakah amandemen ini bawa hasil atau tidak, sebenarnya beberapa catatan positif, dari era reformasi, pemilu sekarang jauh berjalan lebih demokratis dibanding era orde baru. Namun demokrasi saat ini banyak transaksi besar, demokrasi transaksional. Demokrasi yang dicapai karena orang mampu membayar,” tukasnya. (okezone)

Mahfud MD Disebut Kunci untuk Poros Tengah II

Mahfud MD dinilai berpeluang mendorong terbentuknya Poros Tengah jilid II. Yaitu, dengan menyatukan partai berbasis Islam pada pemilu 2014.

“Sekarang bisa dengan mendorong Mahfud MD karena memiliki kharisma, personalitas kuat, kapasitas lintas massa yang bisa masuk ke semua lapisan,” kata Ahmad Norma, Pakar politik UIN Sunan Kalijaga, di Jakarta, Kamis lalu.

Mahfud lahir di kalangan Nahdhlatul Ulama (NU) dan dibesarkan dalam tradisi Muhammadiyah. Sehingga bisa membuatnya bergerak di kedua organisasi tersebut. Oleh karenanya, saat ini hanya Mahfud yang bisa menjalankan strategi untuk membentuk poros tengah jilid II. Caranya, dengan mendekati beberapa tokoh dan organisasi berbasiskan Islam.

“Jadi dia harus mendekati Amien Rais untuk dekat dengan kelompok modernis. Mendekat NU, Yusril dari PBB, dan PKS untuk membentuk poros tengah jilid II,” tegasnya.

Dia yakin Mahfud bisa mendekati berbagai kalangan tersebut karena pendekatan yang digunakannya adalah konstitusi yang sifatnya netral dan rinci. Sehingga tidak akan terpengaruh aliran-aliran tertentu.

Ahmad juga menilai peluang terbentuknya poros tengah jilid II sangat terbuka dengan menggunakan konsep koalisi strategis. Yaitu tidak perlu identitas dan program yang sama namun yang penting memiliki musuh bersama. Konsep koalisi tersebut lebih memungkinkan dari dua konsep koalisi yang lain. Yaitu koalisi ideologis dan koalisi pragmatis.

Namun dia menyayangkan pemimpin partai politik berbasis Islam masih bermental seperti organisasi kemasyarakatan (ormas). Yaitu mementingkan kelompok tertentu. Padahal apabila sudah menjadi pemimpin harus memiliki program yang merepresentasikan semua kalangan. (antara)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 29/09/2013, in Berita and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: