Mahfud MD – Hukum Mati Koruptor !!!

Komentar Mahfud MD Terkait Penangkapan Ketua MK oleh KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di kompleks perumahan Widya Chandra III, Jakarta. Diduga orang yang ikut dibawa KPK adalah Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar.

Penangkapan Akil Mochtar ini mengejutkan sejumlah kalangan, termasuk mantan Ketua MK, Mahfud MD. Mahfud mengaku sangat kaget mendengar berita penangkapan itu.

“Saya mendapat informasi ini sekitar pukul 21.45 WIB. Saat itu saya sedang mengobrol dengan tiga orang teman, tiba-tiba ada yang menelepon bertanya, apa betul Ketua MK ditangkap KPK? Lalu saya telepon Sekjen MK (Janedjri M Ghaffar). Kata Sekjen MK tidak ada apa-apa,” tutur Mahfud.

Kemudian Mahfudmeminta Sekjen MK mengecek keberadaan Ketua MK Akil Mochtar. “Lima menit kemudian Sekjen MK menelepon saya lagi, sambil berteriak histeris. Katanya Pak Akil ditangkap KPK,” tutur Mahfud.

Inilah Antisipasi dan Langkah MK Selanjutnya

Meskipun langit runtuh, hukum tetap harus ditegakkan. Kini dunia hukum Indonesia sedang berduka. Salah satu hakim penjaga konstitusi ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK karena menerima suap. Bagaimanakah Mahkamah Konstitusi menyikapi peristiwa penangkapan Akil Mochtar?

Kronologi Penangkapan Akil Mochtar oleh KPK

Inilah Profil Ketua MK Akil Mochtar

Akil diketahui sebagai Ketua MK periode 2013 hingga 2016. Ia menggantikan Mahfud MD yang sempat menjabat Ketua MK dua periode. Akil adalah doktor ilmu hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung.

Sebelum menjabat sebagai Hakim Konstitusi, Akil merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Golongan Karya periode 1999-2009. Di DPR, Akil sempat menjabat Wakil Ketua Komisi III DPR pada Periode 2004-2006.

Sebelum menjadi anggota DPR, Akil pernah malang melintang di dunia advokat antara kurun 1984 hingga 1999. Lelaki kelahiran Putussibau, Kalimantan Barat pada 18 Oktober 1960 itu juga gemar beroganisasi sejak zaman SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

Akil baru bergabung menjadi Hakim Konstitusi pada 2008. Hal itu bersamaan dengan dibukanya pendaftaran calon hakim konstitusi. Saat masuk ke MK, sempat terjadi polemik lantaran dia pernah menjadi politisi Senayan.

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 07/10/2013, in Berita, Video and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: