Mahfud MD – Penegak Hukum Tidak Harus Sarjana Hukum

Mahfud MD

Mohammad Mahfud MD sangat prihatin dengan keadaan bangsa Indonesia saat ini. Selain banyaknya masyarakat yang sudah tidak mempercayai para pejabat pemerintah maupun aparat penegak hukum, saat ini sistem birokrasi di pemerintahan yang carut marut.

“Jika hal ini didiamkan terus menerus, saya khawatir Indonesia akan mengalami kehancuran. Sudah saatnya masyarakat Indonesia bertindak untuk memajukan dan menyelamatkan negara ini,” lanjut Mahfud dalam Diskusi Terbuka Reboan bertema “Berbincang Apa Adanya: Indonesia Kini dan ke Depan”, di Wisma Mas Isman Menteng Jakarta Pusat, Rabu lalu.

Menanggapi carut marutnya hukum yang terjadi di Indonesia saat ini, Mahfud mengungkapkan bahwa sebenarnya untuk menegakkan hukum tidak-lah harus Sarjana Hukum. Kita bisa melihat Bung Karno dan Pak Harto yang bisa menegakkan hukum di Indonesia dalam kurun yang tidak sebentar, walaupun beliau berdua bukanlah Sarjana Hukum.

Mahfud MD menilai upaya penegakan keadilan untuk kasus korupsi di Indonesia tidak berjalan dengan baik. Pemberatan korupsi itu saya melihat pendekatan hukum berjalan, tapi penegakan keadilannya yang tidak berjalan.

Seharusnya hukum itu berjalan adil, dan orang yang terbukti pun kalau itu tidak mengandung unsur kesalahan dan keterpaksaan, itu harusnya tidak dihukum. Nah tidak dengan kondisi saat ini, diimana orang yang tidak bersalah dijebloskan ke penjara dan harus menanggung beban hukum. Sementara yang melakukan hal yang nyata-nyata itu salah malah lolos, hal inilah yang harus kita dibenahi bersama, lanjut Mahfud.

Kasus Akil Mochtar Bisa Pengaruhi Citra Mahfud MD

KH Sholahuddin Wahid, sesepuh Nahdlatul Ulama (NU), menilai skandal suap Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar bisa mempengaruhi citra bekas Ketua MK, Mahfud MD. Mahfud sudah diharapkan para kiai NU untuk maju dalam pemilihan presiden 2014.

“Sedikit banyak ada pengaruhnya juga, baik positif maupun negatif,” kata Gus Sholah, Rabu lalu.

Ia yakin Mahfud masih bersih dari skandal suap. Bila ini bisa terangkat, citra positifnya selama ini bisa semakin menanjak dan jadi modal politik nanti. Sebaliknya, jika dalam perkembangan penyidikan suap MK juga menyeret Mahfud, serta-merta akan merusak citranya sebagai orang yang selama ini dikenal bersih dan tegas dalam mengambil kebijakan hukum.

Geger di MK itu, menurut Gus Sholah, cukup menyita waktu Mahfud yang sedang mempersiapkan road show politik ke sejumlah daerah, terutama luar Jawa. Tapi, Mahfud punya tanggung jawab moral ke MK.

“Secara moral, dia harus memulihkan kepercayaan masyarakat pada MK,” ujar adik kandung Gus Dur ini.

Dalam pertemuan puluhan kiai NU di Pondok pesantren Darul Ulum, Jombang (18/09/13), para kiai NU sepakat mendukung Mahfud MD sebagai calon presiden 2014. Hingga kini belum dibahas siapa calon wakil presiden yang tepat untuk mendampingi tokoh kelahiran Madura itu. (tempo)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 12/10/2013, in Berita and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: