Mahfud MD – Perppu Masih Perlu Persetujuan DPR

Mahfud MD - Perppu harus disetujui DPR

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) terkait Mahkamah Konstitusi (MK). Mohammad Mahfud MD menyatakan, Perppu itu belum final diberlakukan untuk MK. Karena masih harus mendapat persetujuan dari DPR terlebih dahulu. 

“Kalau ada masalah yang sifatnya substansial kan itu akan diuji melalui political review. Dan political review itu dalam masa sidang berikutnya, dan masa sidang berikutnya itu setelah masa sidang ini. Nanti ada political review di DPR apakah diterima,” kata Mahfud MD di MK, Kamis malam.

Dia melanjutkan, apabila diterima DPR, barulah Perppu itu dapat disahkan. “Kalau diterima jadi undang-undang, kalau tidak ya tidak berlaku, itu konstitusinya gitu,” jelas mantan Ketua MK itu.

Namun Mahfud tidak mau berkomentar banyak lantaran belum membaca Perppu tersebut. “Masalah substansinya kita belum bisa berkomentar banyak, karena baru mendengar, belum membaca,” tandasnya.

Perppu Diterbitkan untuk Selamatkan MK

Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Djoko Suyanto menjelaskan, Perppu telah ditandangani setelah melalui berbagai tahap.

“Setelah melalui pengakajian yang sangat mendalam, cukup alasan konstitusional untuk menerbitkan Perppu tersebut, khususnya untuk membantu MK kembali mendapatkan kepercayaan publik,” jelas Djoko Suyanto, dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Yogyakarta, Kamis malam.

Djoko menjelaskan, bahwa Perppu sudah dibahas dengan matang. Sebab, tidak saja dari unsur pemerintah, tetapi juga dari praktisi dan akademisi. Banyak pakar yang memberi sumbangsih, sehingga layak diterbitkan.

“Presiden dalam proses penyusunan Perppu tidak hanya melibatkan anggota Kabinet terkait. Dalam hal ini Wapres, Menkopolhukam, Mensesneg, Kemekumham dan Dewan Pertimbangan Presiden bidang hukum. Akan tetapi juga melibatkan guru besar hukum tata negara, mantan hakim MK, praktisi hukum serta ahli penyusun peraturan perundang-undangan,” jelas Djoko.

Perppu ini dianggap bisa menyelamatkan MK dari ketidak percayaan publik pasca Ketua MK nonaktif Akil Mochtar ditangkap KPK. Perppu ini dibentuk untuk mengembalikan kepercayaan publik tersebut. Pasalnya, sangat berbahaya kalau MK tidak dipercayai lagi.

“Tentu sangat berbahaya jika MK yang memiliki kewenangan yang sangat strategis untuk menjaga konstitusi negara mengawal demokrasi dan menegakkan pilar negara hukum tidak lagi mendapat kepercayaan yang utuh dari publik,” jelas Djoko.

Perppu tentang MK ini juga dianggap penting lantaran tahun 2014 adalah musim pemilu. Dan Presiden SBY menganggap, 2014 MK sudah kembali dipercaya lagi secara utuh.

“Apalagi tahun depan kita menyelenggarakan pesta demokrasi yang sangat strategis bagi kelanjutan demokrasi di negara kita. Peranan MK dipercaya menjadi sangat penting. Upayanya menyelesaikan sengketa pemilu. Langkah cepat ini untuk mengembalikan kepercayaan publik adalah suatu keniscayaan,” jelas Djoko.

Majelis Kehormatan MK Tetap Awasi Hakim MK

Majelis Kehormatan Konstitusi (MKK) Mahkamah Konstitusi (MK) dipermanenkan untuk mengawasi hakim MK, tidak lagi bersifat ad hoc atau sementara. Itu adalah isi atau perintah dari Perppu yang baru ditandantangi Presiden SBY di Istana Kepresidenan di Yogyakarta, Kamis lalu.

“Perbaikan sistem pengawasan dilakukan dengan membentuk Majelis Kehormatan Hakim Konstitusi yang sifatnya permanen bukan seperti sekarang yang ad hoc, dengan tetap menghormati independensi hakim MK dalam memutus perkara,” jelas Djoko Suyanto.

Itu berarti, keinginan sejumlah pihak agar Komisi Yudisial (KY) yang kembali mengawasi MK, tidak terpenuhi. Hanya saja, MKK ini tetap melibatkan KY. Selain itu, sekretariat MKK ini tidak di kantor MK. Tetapi, sekretariat MKK ditempatkan di gedung KY.

“Dibentuk bersama oleh MK dan KY dengan susunan keanggotaan ada lima,” jelasnya. Diantaranya terdiri dari hakim konstitusi, praktisi hukum dan akademisi. (inilah)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 18/10/2013, in Berita and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: