Mahfud MD – Pilkada Sebaiknya Dikembalikan ke DPRD

Mahfud MD kembalikan Pilkada ke DPRD
Mohammad Mahfud MD, menyatakan sebaiknya pemilihan kepala daerah (pilkada) di tingkat provinsi maupun wali kota/bupati dikembalikan lagi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Sebab saat ini pemilihan langsung lebih banyak mudhorotnya ketimbang manfaatnya.

“Secara substansi memang akan lebih baik dikembalikan lagi ke DPRD, sebab pemilihan kepala daerah (pilkada) secara langsung itu lebih banyak mudhorotnya ketimbang manfaatnya,” tegas Mahfud MD di sela-sela silaturahmi dengan wartawan di Malang, Jawa Timur, Minggu.

Mahfud MD mencontohkan, pilkada untuk memilih gubernur. Jika anggota DPRD-nya 100 orang, untuk memenangkan pilkada cukup hanya menggenggam 51 suara dan anggaran yang dikeluarkan juga tidak banyak, cukup 51 wakil rakyat untuk mengamankan suaranya.

“Melihat maraknya politik uang dan korupsi di saat Pilkada di daerah, ada baiknya pemilihan langsung ini kita teliti lagi,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Pilkada langsung harus menyediakan anggaran cukup besar. Belum lagi calon yang masih menjabat (petahana), pasti akan memanfaatkan dengan maksimal potensi dan fasilitas yang ada. Belum lagi, jumlah rakyat yang disuap pasti akan berakibat terhadap rusaknya mental masyarakat.

Selain itu, biaya sosial untuk masyarakat juga lebih besar lagi. Dan yang paling dikhawatirkan adalah adanya pembelahan sosial yang berlangsung lama.

“Gubernur atau wali kota yang menjadikan masyarakat terbelah pada saat pemilihan sudah lama diganti. Namun masyarakat pendukung masing-masing calon masih bermusuhan. Kondisi ini akan merusak tatanan sosial kemasyarakatan,” tandasnya.

Dalam draft RUU Pilkada diusulkan agar gubernur dipilih oleh DPRD. Pemilihan langsung seperti pelaksanaan pemilu saat ini dinilai lebih banyak mudharatnya dan merusak mental masyarakat.

Penangkapan Akil Mochtar Harusnya Masuk MURI

Karena baru pertama kali dan mengguncang dunia hukum, seharusnya tertangkapnya Akil Mochtar dimasukkan ke dalam rekor Museum Indonesia (Muri).

“Kasus Akil tertangkap tangan oleh KPK ini telah mengguncangkan MK, seharusnya masuk rekor MURI-nya Jaya Suprana. Ini karena baru ada dan pertama kali,” kata Mahfud, di kantor MMD Inisiatif, di Jalan Dempo Nomor 3, Matraman, Jakarta Pusat, Jumat lalu.

Menurut Mahfud, akibat kasus Akil, tak hanya di Indonesia saja yang gempar dengan kasus suap tersebut. “Tak hanya Indonesia tapi mengguncangkan dunia. Tidak ada dalam sejarah ketua lembaga yudikatif ditangkap kerena suap,” ujar Mahfud.

Dalam jumpa pers itu, Mahfud membuka Posko Pengaduan Konstitusi. Terkuaknya dugaan suap pengurusan sengketa pilkada Akil Mochtar menimbulkan kekecewaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Terutama bagi pihak-pihak yang pernah mengajukan gugatan ke MK dan hasil putusannya tidak memuaskan.

Akil menggantikan Mahfud MD sebagai Ketua MK sejak April 2013 silam. Dan kini, Akil meringkuk di Rutan KPK lantaran terlibat kasus korupsi. (antara)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 18/10/2013, in Berita, Video and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: