Mahfud MD Siap Bantu Masyarakat Masalah Konstitusi

Mahfud MD - MMD Initiatif
Mohammad Mahfud MD bersama timnya di MMD Initiative siap untuk membantu masyarakat yang menemukan bukti praktek suap dan politik uang dalam pemilu termasuk pilkada melalui Posko Pengaduan Konstitusi. Tapi tidak ditujukan untuk menggugat putusan MK.

“Melalui tim dalam MMD Initiative, kami berupaya untuk membantu masyarakat menyalurkan aspirasinya. Kami mencoba membantu menjembatani bagi mereka yang tidak tahu sistematika melaporkan suap dan money politic. Bisa juga kami membantu mereka yang takut melaporkan karena ada ancaman intimidasi,” kata inisiator MMD Initiative Mahfud MD itu di kantornya, Jakarta, Senin.

Tapi Mahfud MD menegaskan posko pengaduan konstitusi yang dikelolanya itu bukan ditujukan untuk menggugat putusan MK.

“Kami akan membantu terlebih jika indikasi atau buktinya sudah jelas. Kami di sini bukan bagi mereka yang kalah perkara di MK, namun lebih pada bantuan hukum. Pengaduan yang diajukan tidak bisa mengubah vonis MK,” kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Menurut Mahfud MD, pihak yang akan memasukkan pengaduan harus menunjukkan bukti permulaan yang cukup. Misalnya, bila ada yang diduga melakukan praktek suap, harus jelas bukti tentang siapa, di mana dan kapan itu terjadi.

MMD Initiative membuka diri bagi masyarakat terkait pengaduan konstitusi untuk tiga hal di antaranya tentang pelanggaran pidana, etik dan materi perkara.

Posko tersebut didirikan oleh berbagai alasan dan salah satunya adalah penangkapan terhadap Ketua MK Akil Mukhtar beberapa waktu yang lalu. Penangkapan Akil erat kaitannya dengan praktek suap yang mempengaruhi hasil akhir dari sejumlah sengketa pilkada.

MMD Initiative yang diketuai Sholeh Amin mempunyai tim hukum, dan melibatkan beberapa lembaga studi di Fakultas Hukum sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.

“MMD Initiative bukan alat pemerintah, dan tidak ada siapa pun yang diklaim haknya oleh lembaga tersebut. MMD Initiative hanya membantu menyalurkan aduan masyarakat ke KPK, kepolisian, kejaksaan atau MK, menyangkut dugaan tindak pidana dan pelanggaran etika hakim konstitusi,” kata Mahfud.

MMD Initiative Terima Empat Pengaduan Konstitusi

Posko Pengaduan Konstitusi MMD Initiative pada Senin telah menerima empat pengaduan perkara konstitusi dari masyarakat. Walau Lembaga ini baru beroperasi pada Senin, tetapi posko telah menerima empat pengaduan dan dua di antaranya telah dibahas.

Perkara tersebut adalah sengketa Pemilu Gubernur Bali dan Jawa Timur. Sedangkan dua lainnya belum dibahas oleh tim di MMD Initiative, yaitu sengketa pemilu bupati di kawasan Papua dan Nusa Tenggara Timur. MMD Initiative membuka diri untuk masyarakat mengadukan permasalahan konstitusi.

“Kami membuka diri bagi masyarakat yang tidak tahu caranya melaporkan permasalahan konstitusi, atau juga mereka yang takut melaporkan karena takut terintimidasi oleh pihak-pihak tertentu,” kata Mahfud MD.

Posko pengaduan tersebut menerima pengaduan untuk tiga hal yaitu pengaduan terkait dugaan pelanggaran pidana, etik dan materi perkara. Meski begitu, MMD Initiative tidak berwenang untuk memutuskan permasalahan konstitusi, tapi hanya menjembatani aspirasi masarakat.

“Jika ada masyarakat yang tahu tentang tata cara pengaduan permasalahan konstitusi, ya silakan saja untuk datang langsung ke lembaga dimaksud. Misalnya kami membantu masyarakat ketika ada dugaan pelanggaran pidana dalam perihal konstitusi. Maka tim kami akan melanjutkan pengaduan itu ke institusi dan aparat penegak hukum,” jelas Mahfud. (antara)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 21/10/2013, in Berita and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: