Mahfud MD – Jika Perppu Disahkan Hakim Parpol Harus Keluar

Mahfud MD - Perppu tentang MK

Mohammad Mahfud MD menilai hakim konstitusi yang pernah aktif di partai politik berpotensi keluar dari MK jika Perppu (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) tentang MK disahkan. Pasalnya ada aturan mengenai hakim yang pernah aktif di partai politik dalam Perpu, karena tidak  adanya peraturan peralihan.

“Perppu itu mengatakan bahwa hakim konstitusi harus sudah meninggalkan partai tujuh tahun. Itu tidak ada aturan peralihannya. Bagaimana sekarang itu Pak Patrialis dan Pak Hamdan?” kata Mahfud MD usai Seminar Sespimti Polri di Jakarta, Senin lalu.

Hakim Patrialis Akbar dan Hamdan Zoelva yang baru setahun meninggalkan partai politik bisa keluar dari jabatannya sebagai hakim konstitusi jika Perppu tersebut disahkan. Secara hukum kedua hakim konstitusi aktif itu tidak bisa berada di MK dengan aturan dalam Perppu tersebut.

“Kalau tidak akan keluar, mestinya ada peraturan peralihan. Dengan berlakunya Perppu itu maka hakim yang ada dianggap memenuhi syarat. Kalau tidak ada peraturan seperti itu, dengan sendirinya dia tidak memenuhi syarat sekarang juga,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Sebelumnya, Presiden telah menandatangani Perppu tentang MK pada Kamis (17/10) yang melibatkan Wakil Presiden Boediono, anggota Kabinet Indonesia Bersatu II, di antaranya Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin serta Dewan Pertimbangan Presiden.

Penerbitan Perppu tersebut diyakini bisa memperbaiki kinerja hakim konstitusi karena berisi tiga hal penting. Yakni persyaratan hakim konstitusi, proses penjaringan dan pemilihan hakim konstitusi dan pengawasan hakim konstitusi. (antara)

Tidak Sesuai Dengan UUD 1945

Perppu tentang Mahkamah Konstitusi (MK) yang dikeluarkan paska penangkapan Ketua MK nonaktif, Akil Mochtar terus menuai pro dan kontra. Persatuan Indonesia (Perindo) menilai Perppu tentang MK itu tidak tepat, dan mendesak DPR menolaknya karena tidak sesuai dengan UUD 1945.

“Keluarnya Perppu tidak tepat karena syarat dikeluarkanya tidak terpenuhi. Perpu itu tidak dibutuhkan karena tak ada kondisi genting. Tertangkapnya Akil Mochtar tidak membuat situasi negara genting,“ kata Hendrik Kawilarang Luntungan, Wakil Sekjen Perindo, Senin lalu.

Menurut Hendrik, sebuah Perppu dikeluarkan kalau negara sudah benar-benar dalam situasi mendesak. Perppu itu pun dikeluarkan karena ada kebutuhan yang menyangkut isu kesejahteraan, bukan isu yang menyebabkan tata negara dicederai.

“Kalau wewenang yudikatif dan legislatif tercederai karena diserobot eksekutif, itu baru pantas dikeluarkan Perppu,” tegasnya.

Perppu yang dikeluarkan SBY sudah sangat terlambat, karena unsur kegentingan dan keterpaksaannya sudah hilang. Seharusnya, sehari setelah Akil ditangkap KPK Perppu sudah dikeluarkan.

“Kalau setelah tiga minggu kepercayaan masyarakat sudah pulih kembali ke MK. Apalagi, sudah ada langkah hukum yang lebih pasti, baik yang dilakukan KPK, PPATK dan Majelis Kehormatan MK. Dan karena itulah DPR harus menolak perppu itu,” tegasnya.

Perppu yang dikeluarkan SBY, menurut Hendrik melannggar UUD 1945, karena pemilihan hakim konstitusi sudah diatur di Undang-Undang Dasar 1945 pasal 24c ayat 6. Yaitu: pengangkatan dan pemberhentian hakim konstitusi, hukum acara serta ketentuan lainnya tetang MK diatur dalam undang-undang.

Pihaknya menilai Perppu itu jelas-jelas bertentangan dengan konstitusi. Dan tidak berdasar karena kasus itu sudah ditangani secara hukum oleh KPK. (rol)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 22/10/2013, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: