Mahfud MD – Perppu MK Tak Bisa Diuji Materi

Mahfud MD tak bisa diuji MK

Mohammad Mahfud MD menyatakan, bahwa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai tidak bisa diuji materi. Tapi Perppu yang menuai kontroversi itu hanya bisa diuji di DPR.

“Bagi saya, Perppu tak bisa di-judicial review, ia hanya bisa di-political review atau di-legislative review di DPR pada masa sidang berikutnya,” kata Mahfud MD lewat akun twitter resminya @mohmafudmd, Kamis (24/10) pagi.

Saat masih menjabat sebagai Ketua MK, Mahfud MD mengungkapkan, tidak setuju dengan putusan majelis hakim konstitusi terkait apakah Perppu bisa diuji di MK atau tidak. Akan tetapi, ketika itu Mahfud kalah voting, sehingga dia hanya membuat pendapat pembanding.

“Tapi saat itu saya beri ruang pada semua hakim untuk berdebat bebas mengajukan legal opinion. Akhirnya saya kalah dan MK menyatakan Perppu bisa diuji MK,” jelas Mahfud MD.

Oleh karena itu, Mahfud yakin jika MK menguji Perppu tersebut, maka MK telah merampas wewenang DPR untuk melakukan ‘legislative review’ sesuai dengan ketentuan Pasal 22 UUD 1945.

Hanya, Mahfud pun menyatakan, vonis MK terhadap Perppu tersebut menjadi mengikat sebagai tafsir konstitusi. “Meski kita tak setuju pada vonis itu. Vonis hakim itu mengakhiri perbedaan,” jelasnya.

17 Pengacara Gugat Perppu MK

Forum Pengacara Konstitusi, yang terdiri dari 17 pengacara, mengajukan uji materi untuk menggugat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Mahkamah Konstitusi.

“Jika perppu hanya dimaksudkan untuk mengatur mengenai syarat dan mekanisme pemilihan dan pengawasan hakim konstitusi, maka sama sekali tidak memenuhi kebutuhan hukum untuk bisa dilahirkannya perppu berupa kegentingan yang memaksa,” kata Robikin Emhas, perwakilan Forum Pengacara Konstitusi, saat mendaftarkan gugatan di Gedung MK, Jakarta.

Ke 17 pengacara itu adalah, Andi Muhammad Asrun, Samsul Huda, Hartanto, Iwan Gunawan, Unoto, Jodi Santoso, Mukhlis Muhammad Maududi, Nurul Anifah, Heru Widodo, Dorel Almir, Supriadi Adi, Daniel Tonapa Masiku, Robikin Emhas, Sugeng Teguh Santoso, Syamsuddin, Dhimas Pradana, dan Syarif Hidayatullah.

Robikin mengatakan, Presiden memang berhak menerbitkan perppu, karena Pasal 22 ayat (1) UUD 1945 berbunyi, dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan perppu. Namun, UUD 1945 tidak menentukan apa yang disebut dengan kegentingan yang memaksa itu.

Sehingga Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 138/PUU-VII/2009 tanggal 8 Februari 2010 menentukan tiga syarat agar suatu keadaan secara objektif dapat disebut sebagai kegentingan yang memaksa.

Ketiga syarat tersebut antara lain, pertama ada kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan undang-undang.

Kedua, yakni undang-undang yang dibutuhkan tersebut belum ada, sehingga terjadi kekosongan hukum, atau ada undang-undang tetapi tidak memadai.

Sedangkan ketiga, yakni kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat undang-undang secara prosedur biasa, karena akan memakan waktu yang cukup lama, sedangkan keadaan yang mendesak tersebut perlu kepastian untuk diselesaikan.

“Pertanyaannya kemudian, apakah setelah penangkapan Akil Mochtar oleh KPK telah mengakibatkan terjadinya kegentingan yang memaksa, sehingga untuk mengatasi dan menyelesaikan keadaan tersebut perlu dibuat Perppu,” ujar Robikin.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya menilai Perppu tentang MK cacat hukum, baik dari segi formil maupun materiil. Dari segi formil, selain tidak memenuhi unsur kegentingan yang memaksa, Perppu juga dikeluarkan di kala DPR tidak sedang reses. Padahal menurut dia, Perppu hanya bisa dibuat pemerintah apabila DPR sedang reses.

Selain itu, Perppu tentang MK menyinggung bermacam lembaga negara seperti MK, KY, Presiden, DPR, Kekuasaan Kehakiman, dan MA. Faktanya Perppu hanya mengacu kepada perubahan UU MK. (antara)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 24/10/2013, in Berita and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: