Substansi Perppu Seharusnya untuk Jangka Panjang

Mahfud MD

Mohammad Mahfud MD menyatakan, bahwa Substansi Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2013 mengenai Mahkamah Konstitusi untuk jangka panjang bagi lembaga itu. 

“Misalnya mengenai pembentukan majelis kehormatan, itu untuk jangka panjang. Ini harusnya untuk yang benar-benar genting, misalkan karena ketua-nya ditangkap dan masyarakat tidak percaya terhadap seluruh perkara MK lalu ditangguhkan dulu. Nah baru itu genting,” ujar Mahfud MD di Jakarta, Rabu lalu.

Mahfud menilai, materi seperti pembentukan majelis kehormatan hakim dan lembaga independen untuk merekrut hakim, seharusnya tidak termasuk di dalam ketentuan Perppu.

Masalah perppu dengan alasan kemerosotan moral, kata Mahfud mencontohkan, maka kementerian pun dapat membuat aturan serupa ketika seorang menteri ditangkap.

“Seharusnya MK bekukan dulu semua kegiatan dan tugasnya dialihkan. Namun terserah MK nanti punya pertimbangan sendiri,” kata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (17/10) menandatangani Perppu Nomor 1 tahun 2013 tentang perubahan kedua atas undang-Undang nomor 24 tahun 2003 tentang MK.

Ada tiga substansi dalam Perppu tersebut yaitu penambahan persyaratan untuk menjadi hakim konstitusi, memperjelas mekanisme proses seleksi dan pengajuan hakim konstitusi, serta perbaikan sistem pengawasan hakim konstitusi.

Perubahan UU MK Sebaiknya Lewat Revisi

Aboe Bakar, anggota Komisi III DPR, menilai perubahan Undang-Undang MK tidak perlu dilakukan melalui Perppu, melainkan hanya perlu melalui revisi.

“Soal perubahan UU MK melalui Perppu, saya rasa tidak pas. Karena sebenarnya tiga substansi dalam Perppu MK, yang berkaitan dengan persyaratan hakim, seleksi hakim, serta pengawasan hakim MK, lebih cocok diatur dalam revisi Undang-Undang MK,” kata Aboe Bakar dalam acara diskusi di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, Rabu lalu.

Aboe tidak melihat adanya keadaan mendesak atau urgensi untuk Presiden mengeluarkan Perppu MK, karena MK dinilai masih dapat berjalan normal dengan delapan hakim konstitusi yang ada.

“Belum ada hal ikhwal yang memaksa dan menyebabkan kelumpuhan MK, yang pada kondisi tersebut menuntut Presiden mengeluarkan Perppu,” ujarnya.

Namun, ia mengakui “hal ikhwal yang memaksa” dalam syarat penerbitan Perppu memang cenderung menjadi hak subjektif Presiden. Ia menjelaskan, UUD 1945 Pasal 22 Ayat 1 menyatakan, “Dalam hal ikhwal kegentingan yang memaksa, Presiden berhak menetapkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang”.

Berdasarkan ketentuan itu, secara konstitusional Presiden memang memiliki kewenangan subjektif untuk menerbitkan Perppu dengan syarat terdapat kegentingan yang memaksa. “Akan tetapi, UUD 1945 tidak menentukan apa yang disebut dengan ‘kegentingan yang memaksa’ itu,” tuturnya.

Walau demikian, Aboe menyebutkan Putusan MK No.138/PUU-VII/2009 yang menentukan tiga syarat agar suatu keadaan secara objektif dapat disebut sebagai “kegentingan yang memaksa”.

Syarat pertama, adanya kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan masalah hukum secara cepat berdasarkan undang-undang. Kedua, undang-undang yang dibutuhkan tersebut belum ada sehingga terjadi kekosongan hukum, atau ada undang-undang tetapi tidak memadai.

Ketiga, kekosongan hukum tersebut tidak dapat diatasi dengan cara membuat undang-undang secara prosedur biasa karena akan memakan waktu lama, sedangkan keadaannya mendesak dan perlu kepastian untuk diselesaikan.

“Bila kondisi di MK tidak mencerminkan ‘kegentingan yang memaksa’ seperti syarat-syarat itu, maka Perppu sebetulnya tidak perlu, cukup dengan revisi,” ujarnya. (antara)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 24/10/2013, in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: