Korupsi Marak Karena Pejabat Menjauhi Tuhan

Mahfud MD dzikir nasional

Mohammad Mahfud MD, mengajak bangsa ini untuk lebih banyak melakukan aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada yang Maha Kuasa, untuk menghindari berbuat jahat. Itulah pesan Mahfud MD saat menghadiri Dzikir Akbar yang digelar Jama’ah Dzikir Kota Gorontalo di alun-alun taman kota. 

“Dengan banyak berdzikir hati kita akan jadi tenang dan terhindar dari keinginan berbuat kotor,”  kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, saat mengawali lawatannya di Provinsi Gorontalo, Jum’at malam.

Mahfud MD menyatakan, maraknya korupsi di negeri ini terjadi karena dzikir mulai ditinggalkan. Oleh karena itulah Mahfud mengajak agar semua warga bangsa ini banyak berzikir, agar segera terentaskan dari persoalan korupsi, kolusi dan dekadensi moral.

“Menjauhi dzikir sama halnya menjauhi Tuhan yang Maha Kuasa. Jadi, mari kita dekatkan kepada sang Khalik dengan berdzikir, agar diberi kekuatan dalam menyelesaikan persoalan pelanggaran hukum (korupsi) yang tengah mendera negeri kita ini,” kata Mahfud MD.

LSI jadi Lembaga Santet Indonesia

MS Ka’ban, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB), bereaksi keras atas hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menempatkan hanya beberapa partai saja yang lolos di pemilu 2014.

Mantan Menteri Kehutanan itu mengatakan lembaga survei belakangan ini tidak mencerminkan intelektualnya.

“Jangan sampai prinsip-prinsip ilmiah itu dilacurkan dengan faktor dana,” tegas Ka’ban dalam diskusi Polemik Sindo Radio, di Warung Daun, Cikini Jakarta Pusat, Sabtu lalu.

Dia juga meminta Komisi Pemilihan Umum untuk bersifat netral. Tidak melegitimasi hasil pemilu berdasarkan hasil lembaga survei.

Hasil survei seperti yang dilakukan LSI, dianggap membangun opini di awal. Sehingga, lanjutnya, hasil KPU tidak harus sama dengan hasil survei yang terkadang muncul lebih awal sebelum proses pemilu itu berakhir.

“KPU jangan hanya melegitimasi dari Lembaga Sihir Indonesia, lama-lama menjadi Lembaga Santet Indonesia,” katanya. (inilah)

Pejabat Korup Bermental Bobrok

Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, membantah lelang jabatan yang dilakukan pihaknya tidak bisa mencegah bawahannya untuk melakukan tindak pidana korupsi. Hal itu menyusul pemecatan dua Kepala Suku Dinas (Kasudin) DKI oleh Jokowi.

Tindak pidana korupsi yang dilakukan dua bawahannya yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, sudah dilakukan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Gubenur DKI Jakarta.

Selain itu, apa yang dilakukan kedua PNS tersebut bukan dari kesalahan lelang jabatan yang diterapkan. Namun lebih dominan menyangkut ahlak dan mental pejabat yang bersangkutan.

“Kasus itu sudah diambil kejaksaan, ya sudah. Itu kan kasus lama. Sudah 2 atau 3 tahun lalu, sebelum saya jadi Gubernur. Lah, gimana? Sistem sudah kita bangun, tapi kalau soal manusiannya, akhlak dan mental siapa yang ngerti,” ujar Jokowi usai menghadiri hari jadi UMS di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu lalu.

Mantan Wali Kota Solo itu menyatakan, sistem lelang jabatan tidak menyangkut ahlak dan mental seorang pejabat. Namun lelang jabatan ini condong melihat kemampuan calon pejabat tersebut untuk menghadapi permasalahan, memecahkan masalah, menganalisis masalah, kompetensi di masalah tersebut, dan cara pejabat tersebut mendekati masyarakat.

“Kalau kemudian lelang jabatannya yang disalahkan, ya tidak bisa dong,” terangnya.

Menurut Jokowi, penggantian kasudin tersebut langsung dia putuskan, setelah mengetahui keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Namun saat ini, dia masih menunggu surat keterangan resmi dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD). (sindo)

Mahfud MD – Pentingnya Berpikir dan Berdzikir

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 26/10/2013, in Berita, Video and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: