Duet JK-Mahfud Bisa Merubah Konstelasi Politik

Mahfud MD - Jokowi

Nama Joko Widodo saat ini begitu santer diprediksikan untuk maju dan menang di Pemilu 2014. Namun jika wacana bakal calon Presiden Mohammad Jusuf Kalla dan calon wakil Presiden Mohammad Mahfud MD direalisir, akan dapat merubah konstelasi politik itu.

“Jusuf dan Mahfud adalah dua tokoh yang termasuk dianggap berhasil di pucuk kepemimpinan. Mereka bisa merubah konstelasi,” kata Herry Budianto, peneliti dari Political Communication Institue, setelah pemaparan hasil survei Lingkar Survei Mahasiswa Indonesia (LSMI) di Jakarta, Kamis.

Karena Jusuf Kalla dan Mahfud MD merupakan dua sosok yang begitu dirindukan masyarakat, atau dapat menjadi antitesis bagi keluhan tentang kepemimpinan saat ini. Sosok Jusuf yang selalu menjadi penengah bagi dua kubu yang bertentangan dan pengalamannya. Serta Mahfud dengan ketegasannya, merupakan duet yang sangat pantas diunggulkan memenangi Pemilu.

“Ada kerinduan sosok akan ketegasan dari Jusuf dalam melakukan manuver-manuver mengenai permasalahan bangsa,” ujarnya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang diwacanakan akan mengusung duet dua tokoh itu, akan mendapatkan manfaat besar jika mendeklarasikannya sebelum Pemilihan Legislatif pada April 2014 “Jika PKB berani, itu ‘berbahaya’,” ujarnya.

Wacana diusungnya Jusuf oleh PKB juga menjadi peringatan untuk Golkar, terutama Ketua DPPnya. Apalagi kader internal Golkar yang mendukung Jusuf masih sangat signifikan, terutama di Sulawesi yang juga menjadi basis suara Partai berlambang pohon beringin itu. “Manuver ini memunculkan indikasi tubuh Golkar yang bermasalah,” jelasnya. (antara)

Jusuf Kalla ‘Dihibahkan’ ke PKB

Mohammad Jusuf Kalla telah malang melintang di dunia politik nasional. Pernah jadi Ketum Golkar dan jadi Wakil Presiden RI. Namun kini JK yang mulai ‘renta’ di politik terkesan dihibahkan Golkar ke PKB.

Mahfud MD yang menjadi salah satu kandidat capres PKB menawari JK yang masih bingung mencari kendaraan politik ke Pilpres 2014, agar merapat ke PKB. Mahfud MD membuka pintu lebar, agar persaingan capres PKB yang saat ini hanya dia dan Rhoma Irama, makin ramai dengan kehadiran JK.

“Kan PKB calonnya baru Rhoma, Mahfud, dan saya kira Jusuf Kalla harus ditambahkan. Nanti dimunculkan lagi dong,” kata Mahfud saat bertandang ke Balaikota DKI Jakarta, Selasa lalu.

JK memang tidak mungkin lagi berharap tiket capres dari Golkar. Di sisi lain, sampai saat ini JK belum pernah menegaskan dirinya tak akan maju di Pilpres 2014. Artinya JK masih memendam ambisi untuk menuju Istana.

Begitu mendengar tawaran agar JK nyapres lewat PKB, Golkar pun langsung merelakan. Barangkali Golkar lupa, JK adalah mantan orang kuat di Golkar yang tak bisa begitu saja dihibahkan.

“Kami mengapresiasi Pak JK yang diwacanakan sebagai kandidat capres PKB. Kami menghormati hak politik beliau,” ujar Nurul Arifin, jubir Golkar.

Nurul memandang JK tetap akan besar dengan nyapres lewat partai mana pun. Barangkali ini bahasa politis, agar JK tak terus diam-diam mengusik pencapresan Ical, seperti isu yang selama ini berkembang.

Nampaknya PKB langsung saja membuka peluang masuknya JK menjadi capres. PKB yakin sosok JK bakal diterima nahdliyin, yang jadi kekuatan utama PKB. Sejumlah DPW PKB bahkan langsung mengusulkan agar JK diterima sebagai capres PKB.

“PKB masih dalam tahap menjaring nama-nama. Nama JK sebetulnya sudah akrab di PKB, bahkan di kalangan nahdliyin. Begitu juga Mahfud MD. Karena itu DPP tidak kaget kalau muncul desakan usulan dari DPW agar JK dimasukkan sebagai bursa Capres 2014,” kata Abdul Malik Haramain.

Mimpi Besar Gandeng Jokowi

PKB memang masih harus berjuang untuk lolos Parliamentary Threshold dan Presidential Threshold sebelum bicara Pilpres 2014. Namun partai yang didirikan Gus Dur itu sudah punya mimpi besar untuk menggandengkan capresnya dengan Jokowi.

“Antara JK-Jokowi, JK-Mahfud MD, atau Mahfud MD-Jokowi, atau pilihan paket lain yang melibatkan Rhoma Irama,” kata Abdul Malik Haramain, Kamis lalu.

Opsi-opsi tersebut mulai berkembang di internal PKB. Dan PKB pun masih terus mengkaji elektabilitas masing-masing capresnya. “Opsi-opsi itu tetap harus diuji ke publik untuk melihat potensi akseptabilitas dan elektabilitasnya,” kata Ketua DPP PKB itu.

Namun siapa capres yang bakal diusung PKB, baru akan diputuskan setelah Pileg. Terbuka kemungkinan PKB berkoalisi dengan partai lain di Pilpres 2014.

“Formasi capres-cawapres masih sangat terbuka dan dinamis, PKB masih terus melakukan kajian tentang kemungkinan paket-paket tersebut,” tandasnya. (detik)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 01/11/2013, in Berita and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: