Mahfud MD – Pemilihan Ketua MK Sudah Tepat

Mahfud MD

Mohammad Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), menerangkan bahwa pemilihan Hamdan Zoelva sebagai ketua MK sudah tepat. Wakil Ketua MK, Hamdan Zoelva, terpilih menjadi Ketua MK dengan memperoleh empat suara dari delapan hakim konstitusi yang ada. Jumlah itu melebihi perolehan suara Hakim Konstitusi Arief Hidayat.

“Bahwa pemilihan itu sudah dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kata Mahfud MD saat menghadiri bedah buku  “Gus Dur Ku, Gus Dur Anda, Gus Dur Kita” di Bentara Budaya, Jakarta, Sabtu.

Mahfud MD yang jadi anggota Majelis Kehormatan Hakim (MKH) MK itu menambahkan, pemilihan ketua MK dapat dilakukan minimal dengan tujuh orang Hakim Konstitusi.

“Itu memang sudah dipilih, kalau terjadi kekekosongan kekuasaan ketua  MK, MK bisa memilih ketuanya yang dihadiri minimal tujuh. Ini dihadiri delapan,” terang Mahfud MD.

Soal perbedaan pendapat bahwa Hamdan Zoelva mantan politikus, Mahfud tidak mempersoalkannya.

“Soal yang lain-lain orang bisa berbeda pendapat, ada yang karena partai politik, silakan saja. Opini dikembangkan saja sesuai dengan kehendak masing-masing orang. Menurut saya sudah sah pemilihannya,” kata Mahfud MD.

Semua pihak harus menerima Hamdan Zoelva sebagai Ketua MK yang sah. Menurutnya, MK memang berwenang memilih ketuanya sendiri saat terjadi kekosongan posisi. “Orang bisa berbeda pendapat macam-macam silakan, tapi ini kenyataan yang harus diterima,” kata Mahfud.

Secara pribadi, Mahfud menilai Hamdan sebagai figur yang tepat dalam memimpin MK. Latar belakang partai politik yang dimiliki oleh Hamdan dianggapnya tak perlu teralu dikhawatirkan. “Ini soal moral, bukan salah parpolnya. Pak Hamdan itu potensial, cermat, tekun, berhati-hati,” ujar Mahfud.

Mahfud MD menilai pernyataan Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, tidak tepat untuk menunda pemilihan Ketua MK. Taufik tidak mengerti apa isi dari Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2013 tentang MK.

“Pak Taufik salah. Belum baca dia Perppu-nya. Saya sudah baca dia mengatakan seharusnya pemilihan itu tak perlu menunggu Perppu, tidak ada kaitannya dengan Perppu,” “kata Mahfud.

Dalam Perppu tersebut tidak mengatur tentang cara pemilihan Ketua MK. “Jadi seumpama Perppu itu diterima, tidak digunakan untuk pemilihan. Untuk pemilihan ketua itu tidak ada UU-nya. Tidak ada kaitan dengan Perppu, cuma kalau mau ditunda, ya juga boleh,” pungkasnya.

Hamdan Cerdas, Objektif dan Jujur

Hakim Agung Hamdan Zoelva terpilih menjadi Ketua MK melalui pemilihan suara yang digelar Jumat, 1 November 2013. Terpilihnya Hamdan Zoelva menjadi MK ditanggapi dengan mantan mentornya, Yusril Ihza Mahendra.

“Saya mengenalnya sejak dia mahasiswa. Walau Hamdan pernah jadi anak buah saya dan salah satu mantan kader PBB (Partai Bulan Bintang), saya yakin Hamdan akan berbuat objektif dan tidak memihak pada siapa pun kecuali memihak pada hukum dan keadilan,” kata Yusril.

Yusril pun turut mendoakan Hamdan agar dapat menjalankan amanah yang diemban. “Insya Allah Hamdan akan memimpin MK dengan cara terbaik sesuai kapasitas dan kemampuannya. Hamdan cerdas dan objektif. Dan dia sangat jujur,” sambungnya.

Menurut Yusril, PBB punya beberapa kader yang jadi hakim baik di MA maupun MK, dan semuanya bekerja dengan baik tanpa cela sampai akhir jabatannya. Di MA ada Bagir Manan, Abdurrahman Saleh, dan almarhum Rifyal Ka’bah. Sedangkan di MK, ada Mukti Fadjar dan Hamdan Zoelva. Hamdan satu-satunya mantan kader PBB yang masih aktif.

“Saya yakin Hamdan objektif, jujur, dan tidak memihak siapa pun kecuali konstitusi, hukum, dan keadilan. Di mana pun, PBB menyediakan kader terbaik untuk jabatan apa pun. Mereka tidak pernah korupsi, makan suap, dan perbuatan tercela lainnya,” tuntas Yusril.

Hakim Agung Hamdan Zoelva

Tugas Berat Hamdan Zoelva

Hamdan Zoelva menjabat sebagai Ketua MK menggantikan Akil Mochtar, yang berstatus tersangka dalam kasus suap sengketa Pilkada Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah dan Pilkada Kabupaten Lebak, Banten.

Tugas Hamdan sebagai Ketua MK tidaklah mudah. Sebab dia harus mengembalikan kepercayaan publik,  karena terlanjur meragukan MK sebagai lembaga peradilan bersih, lantaran kasus suap yang menimpa Akil.

“Dia harus mampu mengerjakan tugas konstitusi dengan baik, jika tidak masyarakat akan benar-benar hilang rasa percayanya,” kata Pieter Zulkifli, Ketua Komisi III DPR RI, di Jakarta, Sabtu.

Dia juga meminta masyarakat senantiasa mengawasi kinerja MK, agar dapat menjalankan tugasnya dengan benar dan tidak terintervensi pihak-pihak tertentu.

“Beri kesempatan kepada Pak Hamdan Zoelva sambil terus kita ingatkan, kita awasi agar tetap mawas diri dalam menjalankan tugas mulia sebagai ketua maupun sebagai hakim konstitusi,” imbaunya. (oke)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 02/11/2013, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: