Mahfud MD Asyik Duet dengan Fadly Padi

Mahfud MD duet dengan Fadly Padi

Mohammad Mahfud MD asyik berduet dengan Fadly Padi  saat menyanyikan lagu Insya Allah, karya emas Maher Zain. Ketika bernyanyi itu tampaknya Mahfud asyik menikmati petikan gitar dari Fadly. Usai bernyanyi, Fadly pun memuji aksi Mahfud. 

“Pak Mahfud nyanyinya penuh soul (penjiwaan),” ujar Fadly di Rumah IKA UII, Mayestik, Jakarta Selatan, Senin lalu.

Mahfud MD dan Fadly memang terlibat langsung dalam konser Maher Zain, 22 November mendatang. Bedanya, Fadly akan berkolaborasi dengan Maher Zain, sedangkan Mahfud MD jadi pendukungnya. Konser Maher Zain nanti juga dirasa berbeda. Pasalnya ada dua rangkaian kegiatan menjelang acara puncak.

“Ini bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan, didedikasikan kepada masyarakat Indonesia. Jadi nanti akan ada sunatan massal untuk 1.000 anak yatim. Dan disusul dengan diskusi tentang enterpreneurship Islam. Dan Maher Zain sebagai pembicaranya,” ucap Mahfud, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII).

Fadly mengaku senang dapat bernyanyi bersama Mahfud MD. Baginya, Mahfud adalah pribadi yang cocok dijadikan panutan.

“Terus terang saya ngefans sama Pak Mahfud. Beliau bukan idola saya, tapi cocok dijadikan teladan untuk hal-hal tertentu, seperti kesederhanaannya, ketegasannya terhadap suatu masalah,” puji Fadly.

Konser Malam 1.000 Keberkahan Maher Zain akan diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan pada 22 November 2013. Hasil konser itu akan disumbangkan kepada yang kurang mampu melalui Dompet Dhuafa.

Mahfud MD Terpesona Lagu Religi Maher Zain

Kalau Mahfud MD menyukai musik mungkin tak banyak yang tahu. Padahal sejak kecil dia sering mendengarkan lagu dari kelompok Orkes Gambus Al Fatah.

“Saya suka musik religi sejak kecil, di zaman-nya musik Gambus Al Fatah. Mungkin anda belum lahir,”  kata Mahfud.

Ia punya koleksi album Bimbo yang populer di era 1970-an. Pada saat itu, ia memang mengikuti perkembangan musik religi. Bahkan Koes Plus yang tidak beragama Islam juga pernah merilis album bertema religi Islami, yang saat itu memang lagi mode. “Lagu Koes Plus juga ada lagu religinya, itu tahun 1970-an. Anda mungkin enggak tahu,” lanjut Mahfud.

Ia juga suka musik religi di era sekarang. Grup musik Debu menarik perhatiannya. Begitu pula dengan Maher Zain. “Saya dengar musiknya Maher Zain, pas saya ambil gelar doktor, saya dengar lagunya, enak sekali,” ucap Mahfud.

Saat itu ia mendengar lagu berjudul “Insya Allah” yang dinyanyikan Zain bersama Fadly Padi. “Dari situ, saya minta dicarikan albumnya,” ucap Mahfud.

Mahfud MD Suka Irama Syahdu

Nampaknya Mahfud MD terus mengikuti perkembangan musik religi sejak 1970-an. Mulai dari grup musik lawas seperti Gambus Al Fatah, Bimbo, Koes Plus, sampai Debu dan Maher Zain di era kini.

Namun bukan berarti ia tidak menyukai musik lainnya. Yang menjadi pertimbangannya untuk menyukai musik, tergantung dari lirik dan nuansa yang dibawa pada lagu itu.

“Saya musik itu bergantung lirik, lagunya yang terdengar agak syahdu dan sentimentil,” kata Mahfud  di Jakarta Selatan, Senin, lalu.

Ia bisa menikmati semua musik yang ada. Mulai dari musik pop, jazz, bahkan dangdut sekalipun. Namun, dengan catatan, alunan musiknya harus syahdu. “Pokoknya yang syahdu, saya nikmati saja,”  kata Mahfud.

Namun komposisi musik religi begitu spesial di hatinya. Hatinya acapkali tersentuh apabila mendengarkan lagu seperti itu. Ia mencontohkan lagu berjudul “Rindu Rasul”, yang dinyanyikan Bimbo. “Liriknya banyak mengandung pesan,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Lagu Religi Bikin Hati Tersentuh

Mahfud MD selalu tersentuh hatinya setiap kali mendengarkan lantunan musik religi. Bukan hanya karena pesan yang disampaikan lewat lirik lagu. Tapi juga lantunan musiknya yang mendayu.

“Kalau saya mendengar lagu religi, hati saya pasti tersentuh. Bukan hanya datang dari liriknya saja, tapi juga dayuan musiknya. Hati saya tersentuh. Liriknya banyak mengandung pesan,” kata Mahfud.

Pesan dalam lagu religi yang didengarnya juga memberi sudut pandang berbeda dalam melihat situasi bangsa Indonesia. Dengan kata lain, lagu itu bisa melahirkan optimisme.

“Kadang kita lihat negara ini sudah seperti di ujung tanduk untuk hancur. Itu seperti anda melihat gelas airnya setenang, tinggal bergantung melihatnya dari sudut pandang yang mana. Yang pasti Allah akan memberi jalan,” kata Mahfud.

Bukan sekadar mendengarkan lagu religi. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, juga acapkali menyanyikannya. Menurutnya, teman-temannya di MK senang mendengarkannya bernyanyi. (tribun)

Maher Zain -Insya Allah

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 04/11/2013, in Berita, Video and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: