Pencalonan Jusuf Kalla – Mahfud MD Untungkan PKB

Mahfud MD akan digandengan JK oleh PKB

Jusuf Kalla dan Mahfud MD merupakan tokoh yang sudah dikenal. Persepsi masyarakat juga cukup berpihak, karena keduanya sukses menjalankan tugas dengan baik di masing-masing jabatannya. Maka Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bisa untung besar jika berhasil mengusung Jusuf Kalla dan Mahfud MD sebagai pasangan calon presiden di 2014.

Ketokohan Kalla dan Mahfud bisa meningkatkan elektabilitas PKB dan posisi tawar dalam berkoalisi. Dan keuntungan itu akan lebih terasa jika deklarasinya dilakukan sebelum bergulirnya pemilihan umum legislatif (pileg).

“Kalau terwujud, itu akan menguntungkan PKB. Reputasi keduanya baik, saat JK (Jusuf Kalla) menjadi wakil presiden dan Mahfud di MK,” kata Heri Budianto, pengamat politik dari Universitas Mercubuana, Sabtu lalu.

Dengan begitu, perolehan suara PKB di pileg akan meningkat. Hal ini juga akan ikut menaikkan harga jual PKB dalam berkoalisi.

“Pasti suaranya naik, walau belum signifikan bisa menembus PT (presidential threshold) di 20 persen. Tapi kan bisa koalisi,” ujarnya.

Usung Jusuf Kalla, PKB Bisa Jadi Alternatif

Rencana PKB mengusung mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dinilai sebagai upaya untuk membangun poros alternatif.

“Itu strategi elektoral PKB. Mereka tidak punya figur internal, jadi harus mencari magnet elektoral dengan membuka diri ke tokoh-tokoh populer yang sulit dicalonkan partainya,” kata AA Gn Ari Dwipayana,pengajar politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Minggu lalu.

Ary berpandangan, Kalla adalah tokoh yang bisa mengangkat elektabilitas partai sekaligus memantapkan posisi tawar dalam berkoalisi, sehingga mampu menarik partai-partai lain berkoalisi. “PKB ingin memiliki panggung dan figur yang kuat membuka jalan ke sana,” ujarnya.

Beberapa hari terakhir ini, rencana PKB mengusung Kalla sebagai calon presiden santer terdengar. Dengan demikian, setidaknya ada tiga nama yang muncul dari PKB dalam bursa pencapresan, yaitu Kalla, Mahfud MD, dan Rhoma Irama.

Menurut Ary, ketokohan Kalla masih berada di atas kedua calon lain dengan mengacu pada hasil survei. Jajak pendapat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Mei 2013, misalnya, merilis elektabilitas Kalla pada posisi teratas dengan 4,2 persen, Rhoma Irama 3,5 persen, dan Mahfud MD 1,9 persen.

Selain itu, Kalla juga masih memiliki banyak loyalis yang siap mendukungnya. Dari sisi figur, rencana pengusungan itu dinilai Ary cukup prospektif. Bagaimanapun, JK tetap mempunyai perhitungan politik soal elektabilitas PKB. Dampak yang juga perlu diperhitungkan adalah elektabilitas Partai Golkar dan capresnya.

Mahfud MD akan digandengan JK oleh PKB

JK Harap Bijaksana

Agung Laksono, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, mengharap Jusuf Kalla mempertimbangkan rencana itu dengan bijaksana.

“Sebagai orang yang sudah senior di Golkar, pasti Pak JK tahu apa yang harus dilakukan. Apakah menerima atau menolak. Itu dikembalikan kepada beliau,” katanya di Jakarta, Sabtu.

Ia melihat rencana PKB tidak lebih sebagai wacana yang dilontarkan pengurus-pengurus daerah semata. Agung mengakui posisi Kalla di Golkar masih sangat kuat. Kalla punya pengikut banyak, yang sering dipersepsikan mewakili Indonesia timur.

Jusuf Kalla (JK) sendiri mengaku tak masalah jika PKB mendompleng popularitasnya pada Pemilihan Umum Presiden 2014. Hal itu jadi bukti bahwa dia masih diperhitungkan dalam kancah politik nasional.

“Kalau bisa dimanfaatkan, Alhamdulillah, berarti saya punya nilai jual, itu bagus,” kata Jusuf Kalla di Kantor Dewan Masjid Indonesia, Jakarta, Jumat lalu.

JK melanjutkan, dalam berpolitik, semua pihak harus dapat saling menghargai dan menguntungkan. Atas dasar itu, ia tak keberatan jika PKB mendompleng popularitasnya setelah mengeluarkan putusan resmi akan mengusungnya menjadi calon presiden pada 2014.

“Saling menguntungkan, saling menghargai satu sama lain,” ujarnya.

Sebelumnya Priyo Budi Santoso, Ketua DPP Partai Golkar mempertanyakan keseriusan PKB meminang Jusuf Kalla sebagai calon presiden pada 2014. Ia khawatir, wacana itu muncul karena PKB ingin mendompleng popularitas Jusuf Kalla.

Meski begitu, Priyo menyerahkan semua keputusan kepada JK. “Terserah semua, tapi apakah PKB serius? Atau hanya untuk dompleng,” kata Priyo di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu lalu.

Dukungan Pengurus Daerah Meluas

Dukungan untuk JK menjadi calon presiden PKB muncul dari hampir seluruh Dewan Pimpinan Wilayah PKB. Dasar pertimbangannya adalah karena JK dianggap memiliki kapabilitas dan kredibilitasnya sebagai negarawan sudah terbukti. JK juga dianggap mampu menangani konflik dan mempersatukan bangsa Indonesia yang beragam dan pluralistik.

Abdul Malik Haramain, politisi PKB menuturkan, bahwa partainya masih menjaring tokoh-tokoh yang berpeluang diusung, termasuk JK. Mereka akan diuji secara publik untuk memastikan akseptabilitasnya. Komunikasi dengan parpol lain tentang capres itu juga dilakukan, mengingat mustahil mengajukan capres pada Pilpres 2014 tanpa berkoalisi.

Anggota Komisi III DPR itu juga menyatakan, bahwa DPW Jatim PKB menginginkan agar PKB mengusung JK. Imam Nahrawi, Sekretaris Jenderal PKB menyatakan, siapa pun yang ingin maju dalam pilpres melalui PKB harus mengikuti semua mekanisme partai, termasuk persyaratan menjadi kader.

Kini sudah ada tiga nama muncul dalam wacana calon presiden PKB. Sebelum JK, ada mantan Ketua MK Mahfud MD dan pedangdut Rhoma Irama telah lebih dulu muncul sebagai balon Capres. Mahfud sampai menolak ikut Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat, karena lebi suka memilih PKB sebagai rumah besarnya. Sedangkan Rhoma sudah berkali-kali menyanyi sebagai calon presiden yang bakal diusung oleh PKB. (kompas)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 04/11/2013, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: