Mahfud MD – Jangan Menghindar Bayar Pajak

Mahfud MD jangan hindari pajak

Mohammad Mahfud MD menghimbau agar masyarakat membayar pajak dengan patuh. Meskipun, banyak kasus korupsi pajak yang ditemukan. Pajak merupakan instrumen sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pasalnya, 70% Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dibiayai dari penerimaan pajak.

“Di Indonesia ada problem besar, APBN lebih dari 70% sampai hari ini ditopang oleh pajak, tetapi tax ratio hanya 11%. Artinya dari potensi yang seharusnya diperoleh itu hanya 11% dan mensuplai 70% APBN,” kata Mahfud MD dalam seminar “Bicara Pajak dan Indonesia Mandiri” di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN), Ciputat, Tangsel, Rabu lalu.

Menurut Mahfud MD, jika tax ratio bisa ditingkatkan menjadi sekitar 15% atau lebih, maka penerimaan pajak pun semakin besar. Akibatnya, utang Indonesia pun bisa diselesaikan, dan masalah kemiskinan bisa ditangani. Jadi rakyat harus membayar pajak sesuai ketentuan Undang-undang.

“Jangan menghindar. Kemarin saya kaget ketika mantan ketua MK (Akil Mochtar) punya mobil mewah, ketangkap, lalu ditanya mobilnya kenapa diatasnamakan orang lain. Salah satunya untuk menghindari pajak progresif. Mungkin banyak di antara kita selalu mencari akal untuk menghindari membayar pajak,” ungkap Mahfud.

Menurut Mahfud MD, saat masih menjabat sebagai Ketua MK dirinya selalu menghitung sendiri jumlah pajak yang harus dibayarnya. Bahkan, jumlah kewajiban pajaknya selalu ditambah, karena saat itu Mahfud juga mendapat penghasilan di luar kantor MK.

“Kita harus berkampanye membayar pajak, jangan karena ada korupsi perpajakan kita memboikot dan nggak mau bayar pajak, itu ada hukumnya sendiri,” kata Mahfud.

Dia mengakui, wilayah rawan korupsi yang besar di antaranya adalah Badan Pertanahan Nasional (BPN), Bea Cukai, Pajak, pertambangan, dan migas.

“Mari berkaca dari kasus Gayus Tambunan yang menggelapkan pajak. Dengan adanya kasus-kasus pajak membuat penerimaan pajak tidak maksimal, karena permainan petugas pajak sendiri,” kata Mahfud.

Mahfud pun mengingatkan, Gayus Tambunan sampai saat ini belum diadili atas kasus penggelapan pajak. Sejauh ini, Gayus baru didakwa karena pemalsuan dokumen atau tindakannya keluar penjara saat seharusnya ditahan.

“Dia diadili karena pemalsuan dokumen, jadi harusnya bayar (pajak) sekian triliun, diturunin sama dia jadi sekian miliar. Dia berkolusi dengan pengadilan, minta dituntut pemalsuan dokumen yang hukumannya nggak sampai 2 tahun. Padahal penggelapan pajak bisa sampai 20 tahun. Dia berkolusi dengan jaksa dan hakim, klop. Yang lain-lain belum, dan itu triliunan,” papar Mahfud.

Mahfud MD Puji Ide Ditjen Pajak Bagus

Mahfud MD memuji semangat Direktorat Jenderal Pajak terkait dengan pengelolaan pajak. Saat ini Dirjen Pajak memiliki gerakan yang dinilainya sangat bagus. Yakni Ditjen Pajak Bersih di Tangan Kita. Gerakan itu dianggapnya sangat baik dan menyiratkan semangat tinggi dalam pengelolaan pajak yang maksimal dan bersih dari segala tindak penyimpangan.

“Idenya bagus, seperti idenya komunis. Komunis itu gagasannya tidak jelek,” kata Mahfud saat menjadi pembicara di seminar Capres Bicara Pajak untuk Indonesia yang Mandiri, di Gedung Syahida Inn, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu lalu.

Menurut Mahfud MD, seluruh pegawai di Direktorat Jenderal Pajak harus ikut terlibat dalam pengawasan pengelolaan pajak. Tak peduli siapa pelakunya, di tingkat tertinggi atau bawahan sekalipun, semua tindak penyelewengan akan dilaporkan sebagai pelanggaran.

Gerakan seperti ini mirip dengan sistem sel komunis. Di mana informasi atau gagasan ditularkan oleh semua sel meski lingkupnya berawal dari yang terkecil.

“Jadi, tidak ada yang diam, tidak ada yang takut (melaporkan). Sama seperti komunis, menyampaikan gagasannya dari orang ke orang tanpa rasa takut,” ujar Mahfud. (kompas)

 

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 14/11/2013, in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: