Mahfud MD – Saatnya Kita Selamatkan MK

Selamatkan Mahkamah Konstitusi
Mohammad Mahfud MD menyayangkan terjadinya ‘penyerbuan’ ke ruang sidang pleno di Mahkamah Konstitusi (MK). Padahal saat ini semua pihak seharusnya turut serta untuk menyelamatkan MK. Sebab baru saja MK diguncang skandal korupsi yang dilakukan mantan ketuanya, Akil Mochtar. Sehingga muncul persepsi, bahwa semua hakim itu doyan korupsi.

“Sekarang saatnya kita harus selamatkan MK. Harus membangun persepsi bahwa hakim tidak semua terlibat kasus korupsi,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu usai ceramah dan dialog interaktif di Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jumat lalu.

Mahfud MD juga meminta agar kepolisian segera menangkap dan mengusut tuntas pelaku kericuhan dalam sidang putusan pemilihan kepala daerah (pilkada) ulang Provinsi Maluku di MK, Kamis lalu. Menurutnya, para pelaku harus segera diberikan hukuman.

“Soal perusuh di MK harus dihukum dan diusut tuntas. Wajib dihukum pelakunya itu. Hukumannya harus disesuaikan dengan hukum yang ada. Polisi harus tegas dan mengusut tuntas para perusuh di MK itu,” kata Mahfud MD.

Massa yang membuat kericuhan di MK itu, diduga berasal dari kubu pasangan Herman Adrian Koedoeboen dan Daud Sangadji. Para pendukung dua pasangan tersebut mengamuk dan mengubrak-abrik ruang sidang pleno MK. Menurut Mahfud, saat dirinya menjabat Ketua MH, tak jarang juga demo terjadi.

“Tapi tidak sampai masuk ke ruang sidang. Sekarang kondisinya sudah parah karena malah hakimnya yang diusir,” kata Mahfud.

Kamis lalu, sidang putusan pemilihan kepala daerah (pilkada) ulang Provinsi Maluku di MK berlangsung ricuh. Massa yang diduga berasal dari kubu pasangan Herman Adrian Koedoeboen dan Daud Sangadji mengamuk dan mengubrak-abrik ruang sidang pleno MK.

Saat pembacaan sidang putusan, massa pendukung pasangan bernomor urut empat tersebut, yang berada di luar sidang pleno di lantai dua, berteriak-teriak. Saat itu, majelis hakim sudah menolak permohonan pemohon. Massa kemudian melemparkan kursi-kursi pengunjung dan merusak properti MK.

Kemudian, massa masuk ke ruang sidang pleno dan mengacaukan sidang. Karena situasi kacau, majelis hakim menunda sidang dan memilih meninggalkan ruangan sidang. Aparat kepolisian yang tidak menduga kejadian tersebut baru masuk ke ruang sidang ketika ruangan sudah berantakan.

Terduga Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Polres Metro Jakarta Pusat melimpahkan 15 orang yang ditahan setelah terjadi kericuhan di ruang sidang Pleno MK ke Polda Metro Jaya. Terduga pelaku diantar dengan menggunakan mobil tahanan Polres Metro Jakarta Pusat dan mobil Avanza.

Mereka tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 14.00, Jumat. Satu per satu para terduga pelaku turun dari mobil tahanan dengan menutupkan mukanya dengan sebuah koran.

Sedang Daud Sangadji, calon wakil gubernur Maluku, datang lewat pintu yang berbeda dengan terduga pelaku lainnya. Saat berjalan ke ruang penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan mengatakan, pelimpahan kasus ini ke Polda Metro Jaya disebabkan kasus ini cukup menonjol, sehingga menyita perhatian masyarakat.

“Kasus cukup menonjol jadi lebih baik dilimpahkan ke Polda. Polres juga akan membantu,” ujarnya.

Selain membawa terduga tersangka, polisi juga membawa sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, seperti kursi yang sudah hancur, pecahan-pecahan kaca, dan sejumlah alat pengeras yang telah hancur.

Daud Sangadji Bantah Ikut Provokasi

Calon Wakil Gubernur Maluku Daud Sangadji membantah dirinya ikut memprovokasi terkait kericuhan di ruang sidang MK pada Kamis siang. Dia siap ditahan jika terbukti terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Saya bilang kepada penegak hukum atau pemeriksa silakan aja. Bapak silakan memeriksa dan kalau memang terbukti silakan ditahan. Tapi saya yakin tidak ada itu,” ujar Daud di Mapolres Jakarta Pusat, Jumat.

Daud menuturkan, kerusuhan tersebut tidak direncanakan. Ia juga meyakini kejadian tersebut merupakan bentuk ketidak terimaan pendukung dari hasil putusan yang diberikan MK.

“Spontanitas itu, tidak ada rencana-rencana, massa spontanitas memang. Saya yakin itu,” kata Daud.

Selain itu, dia juga membantah bahwa pelaku perusakan ruang sidang hanya dari pendukungnya. Kata Daud, pelaku kerusuhan juga dari pihak luar.

“Saya tidak tahu, saya sudah bilang bukan pendukung saya sendiri. Dari luar juga ada,” ujarnya.

Daud Sangadji ditangkap aparat Polres Jakarta Pusat saat berada di Wisma Nusantara pada Kamis malam. Daud diduga terlibat dalam aksi kerusuhan di ruang sidang MK.

Daud Sangadji dibawa dari Mapolres Jakarta Pusat ke Mapolda Metro Jaya mengendarai mobil didampingi aparat Polres Jakarta Pusat Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya memastikan belum ada tersangka tambahan terkait kericuhan pada persidangan sengketa hasil Pemilihan Gubernur Maluku di Mahkamah Konstitusi. “Tersangka tetap dua orang,” kata Kombes Rikwanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Sedangkan 13 orang lainnya diperbolehkan pulang. Termasuk di antaranya adalah Daud Sangadji yang dijemput polisi tadi malam. “Sementara saksi lainnya diperbolehkan pulang,” kata Rikwanto.

Mereka diperbolehkan pulang karena belum terbukti terlibat kericuhan di MK. Saat ini, dua orang yang sudah dijadikan tersangka adalah Maula Tuheteru dan Kisman Sangadji alias Mandra. Mereka dikenai pasal 170 KUHP tentang perusakan secara bersama-sama. Ancaman hukumannya adalah tujuh tahun penjara. (kompas)

Video Amuk Massa di Sidang MK

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 15/11/2013, in Berita, Video and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: