Mahfud MD – Sudah Saatnya Saudagar Muslim Bangkit

Mahfud MD - Maher Zain

Menurut Mohammad Mahfud MD, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII), saat ini merupakan waktu yang tepat untuk saudagar muslim bangkit, antara lain melalui gerakan ekonomi syariah. Karena jika saudagar muslim berhasil, akan berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan Umat Islam.

Mahfud MD mengungkapkan hal itu ketika menjadi keynote speaker pada Simposium Moslem Entrepreneurship di Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Rabu (20/11). Simposium itu menghadirkan Maher Zain (penyanyi Islam dari Swedia), Rina Novita (CEO DNA Production), dan Sharif Banna (CEO Awakening World Wide).

Mahfud MD berendapat ada tiga manfaat bila saudagar muslim berhasil. Pertama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan konstitusi. Sebab, tujuan kemerdekaan Republik Indonesia adalah membangun kesejahteraan umum. Sehingga bumi, air dan sumber daya alam dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat.

Kedua, keberhasilan saudagar muslim juga mencerminkan kesejahteraan umat Islam. Sebab sebanyak 87 persen penduduk Indonesia adalah muslim.

Ketiga, keberhasilan saudagar muslim akan memperkuat dakwah Islam. “Potensi keberhasilan saudagar muslim sudah ditunjukkan pada zaman penjajahan Belanda yaitu usaha rokok dan batik,” kata Mahfud.

Namun dulu Belanda tidak menginginkan saudagar muslim Indonesia menjadi besar. Sebab jika besar akan menjadi ancaman keberadaan Belanda di Indonesia. Sehingga para saudagar muslim ini diadu dengan pedagang dari Cina dan negara lain.

Di era demokrasi saat ini, semakin memudahkan saudagar muslim untuk bangkit kembali. Salah satunya, dicanangkannya Gerakan Ekonomi Syariah (GRES) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

“Dulu ekonomi syariah dianggap tabu, kini sudah terbuka. Ekonomi syariah memberi peluang agar ekonomi tidak menumpuk pada satu orang saja,” kata mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Kebijakan Ekonomi Nasional Bisa Terjebak

Mahfud MD menyatakan, bahwa mencari solusi dan jalan tengah dalam kebijakan ekonomi nasional itu memang tidak mudah, karena akan bisa saja terjebak antara komunisme dan liberalisme.

Jika berpihak pada rakyat kecil tetapi realisasinya kurang tepat, maka kebijakan itu akan dianggap meniru pola komunisme.

“Kalau salah dalam menerapkan keberpihakan terhadap rakyat, akan dianggap komunis,” katanya dalam dialog dengan Komunitas Sahabat Mahfud MD (KSMMD) Sumut di Medan, Senin lalu.

Namun, jika ekonomi terlalu dibebaskan pada kehendak pasar, maka kebijakan itu justru akan dianggap liberalis. Dilema itu akan terus terjadi ketika sumber daya alam suatu bangsa belum diimbangi dengan kualitas SDM yang sesuai dengan kekayaan yang ada.

Mahfud mencontohkan kondisi Indonesia yang beberapa waktu lalu masih memiliki keterbatasan SDM untuk mengelola kekayaan alam yang sangat banyak. Sesuai amanat kemerdekaan, seluruh tanah dan hasil bumi dikelola bangsa Indonesia yang ditujukan untuk kesejahteraan rakyat.

Namun karena ketidakmampuan untuk melakukan pengelolaan disebabkan keterbatasan SDM, Indonesia terpaksa menerapkan konsep penyewaan. “Yang penting proses penyewaan itu memberikan kesejahteraan bagi rakyat,” kata Mahfud.

Upaya untuk mencari solusi guna menentukan kebijakan perekonomian untuk meningkatkan taraf hidup rakyat tersebut akan terus berlangsung.

“Jadi, kita tidak akan berhenti mencari solusi untuk masalah bangsa ini,” kata mantan Menteri Kehakiman pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu.

Mahfud MD Gelar Konser Maher Zain

Mahfud MD rupanya menggemari lagu-lagu karya Maher Zain. “Saya sebenarnya senang musik lho. Tapi memang karakter politik saya jauh lebih kental dibanding itu,” kata dia di Jakarta, Jumat lalu.

Mahfud mengungkapkan rutinitas kesehariannya tak melulu soal politik, tetapi ada juga kegiatan sosial. Setiap dua pekan sekali, organ tunggal datang ke rumah. “Ini bagian dari kehidupan saya. Jarang ada yang tahu saat saya jadi ketua MK,” kata dia.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) Pusat itu akan menggelar sebuah konser religi bertajuk Malam 1000 Keberkahan Maher Zain. Melalui konser ini, Mahfud berharap dapat mengajak aparat pemerintahan dapat menggemari musik-musik religi.

“Ini tontonan yang bermanfaat. Supaya mental dan kepribadian kita juga terbentuk secara religius. Tentunya, hal-hal positif pun akan mampir kepada diri kita,” ujar Mahfud.

Konser ini menjadi penutup rangkaian kegiatan amal yang dilakukan IKA UII berupa Sunatan Massal 1000 Anak Yatim se-Indonesia. Konser amal itu akan berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, tanggal 22 Nopember 2013. (antara)

Maher Zain konser di Jakarta

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 20/11/2013, in Berita and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: