Mahfud MD Layak Jadi Pemersatu Parpol Islam

Mahfud MD satukan parpol Islam

Partai politik (parpol) yang berideologi Islam diharapkan masyarakat untuk berkoalisi, sebagai alternatif pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Adanya koalisi itu diharap bisa menyatukan umat Islam yang tersebar di berbagai parpol. Dan Mohammad Mahfud MD dinilai sebagai tokoh yang bisa jadi pemersatu koalisi partai Islam itu.
Hal itu terungkap dari hasil jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN). Melalui survei terbuka, LSN menanyakan kepada responden, siapa tokoh yang dianggap punya potensi untuk menyatukan partai Islam.

“Pilihan terbanyak, yakni 16,4% diperuntukkan bagi Mahfud MD,” kata Dita Pradipta, peneliti Lembaga LSN, di Jakarta, Ahad lalu.

Setelah Mahfud MD, diikuti oleh Rhoma Irama (9.6%), Suryadharma Ali (9.1%), Amien Rais (7.6%), dan Din Syamsuddin (6.1%). Setelah itu, muncul nama Said Agil Siradj (5.4%), Yusril Ihza Mahendra (4.2%), Hidayat Nur Wahid (4.1%), Sholahuddin Wahid (3.2%), dan Yusuf Mansyur (1.5%).

Umar S Bakry, Direktur LSN menyatakan, bahwa peluang Mahfud MD jika dibandingkan capres populer dari partai nasional seperti Joko Widodo dan Prabowo memang masih kalah jauh.

“Tapi pak Mahfud punya peluang kalau dia didukung koalisi partai Islam. Elektabilitasnya bisa dimaintain sebelum pilpres, masih ada waktu,” ujar Umar.

Menurut Umar, wacana koalisi partai Islam sebenarnya bisa menjadi ijtihad, agar partai Islam tidak terbenam. Sebab beberapa persoalan yang dihadapi partai Islam belakangan ini membuat elektabilitas dan akseptabilitas partai Islam cenderung menurun. Namun, dengan jumlah mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam, peluang untuk merebut kembali suara pemilih Islam masih sangat besar.

Koalisi, secara realistis bisa mendongkrak elektabilitas partai Islam, sekaligus menjadi strategi mencari kekuasaan dalam pemilu 2014.

“Kalau berkoalisi, bargaining terhadap partai nasionalis akan menguat. Paling tidak dan paling realistis untuk jabatan wakil presiden,” kata Umar.

Meski begitu, memang masih banyak halangan dalam menyatukan partai berbasis Islam. Misalnya saja, tidak ada tokoh yang kuat sekaligus bisa diterima oleh semua partai sejak era Gus Dur dan Amien Rais. Kemudian, partai-partai Islam masih dihadapkan pada persoalan perbedaan aliran keagamaan.

Koalisi juga masih tersandung karena kepentingan partai Islam yang berbeda dan cenderung pragmatis. Partai Islam lebih suka berkoalisi dengan partai nasionalis yang jelas-jelas bisa memberi mereka bagian dari kekuasaan. Karenanya, sangat penting untuk menyatukan kepentingan semua parpol Islam.

Masyarakat Inginkan Koalisi Partai Islam

Masyarakat ingin partai politik berideologi Islam berkoalisi sebagai alternatif pada Pilpres 2014. Diharapkan koalisi itu dapat menyatukan umat Islam, begitulah hasil jajak pendapat yang dilakukan LSN.

“Sebanyak 45.6% responden setuju dan menilai perlunya koalisi partai Islam,” kata Dita Pradipta.

Responden mengemukakan beberapa alasan pentingnya koalisi dilakukan. Pertama, untuk memelihara persatuan umat Islam, dikemukakan 23.11% responden. Kemudian, 17.3% responden menginginkan partai Islam menang pada pemilu 2014.

Sebanyak 8.4% menilai partai Islam perlu berkoalisi karena memiliki azas yang sama. Sebagian beralasan koalisi untuk kemajuan umat (7.3%). untuk menjaga citra umat Islam (4.3%), serta alasan lainnya 5.1%.

Koalisi partai Islam sangat dimungkinkan, mengingat popularitas partai Islam rata-rata di atas 80%. Sebanyak 96.9% responden memilih PPP, 96.1% PAN. Kemudian PKB sebanyak 95.5%, PKS dipilih 94.5% dan PBB sebanyak 80.6%.

“Dengan tingkat popularitas di atas 80%, berarti partai Islam sudah dikenal luas oleh masyarakat,” kata Dita.

Meski begitu, Dita menegaskan langkah menyatukan paartai Islam bukan hal yang mudah. Karena setiap partai memiliki ideologi secara spesifik yang berbeda-beda. Setiap partai Islam juga memiliki tokoh masing-masing yang dinilai kuat.

Karenanya, sangat penting untuk menyatukan kepentingan semua parpol Islam. Dengan koalisi, kepentingan pragmatis disatukan, sehingga bisa dibagi antara sesama partai Islam.

“Setidaknya partai Islam punya tokoh seperti pak Mahfud MD yang bisa diterima semua kalangan dan aliran,” katanya. (rol)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 25/11/2013, in Berita and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: