Mahfud MD Rugi Kalau Gabung Koalisi Parpol Islam

Mahfud MD rugi kalau gabung koalisi

Mohammad Mahfud MD dinilai akan rugi bila bergabung dengan koalisi partai politik Islam yang sedang diwacanakan. Karena mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu akan kehilangan banyak basis dukungan di luar pemilih partai Islam, yang jumlahnya malah lebih besar.

“Sebenarnya, Mahfud dalam tanda kutip rugi bila menyetujui ini. Ada ceruk yang lebih besar yang akan hilang,” kata Nur Iman Subono, pengamat politik Universitas Indonesia, di Jakarta, Senin.

Masyarakat menganggap Mahfud MD sebagai tokoh nasionalis yang memperjuangkan konstitusi dan penegakan hukum. Apabila dia dijadikan sebagai tokoh koalisi parpol Islam, maka Mahfud kemungkinan akan melakukan kompromi politik apabila ada tokoh-tokoh partai Islam yang melakukan pelanggaran hukum.

Wacana koalisi parpol Islam merupakan bentuk keputusasaan dari parpol-parpol Islam, karena perolehan suara mereka yang terus menurun dalam setiap pemilu. Selain itu, dia juga meragukan apabila terbentuk, mereka ini akan melebur. Sebaliknya, masing-masing parpol, akan tetap menampilkan karakternya masing-masing.

“Bukan karakter yang ideologis lagi. Itu dia celakanya. Seringkali karakter kelompok, karakter kepentingan,” kata Subono.

Sebelumnya, Lembaga Survei Nasional (LSN) mengumukan hasil surveinya, bahwa Mahfud MD dinilai sebagai tokoh yang paling bisa mempersatukan partai-partai berbasis massa Islam di Pemilu 2014. Mahfud paling banyak dipilih oleh publik, karena dinilai berhasil saat memimpin MK. Selain itu, Mahfud juga dipilih karena dianggap sebagai sosok yang bisa diterima lintas aliran.

PKB Ajak Parpol Islam Dorong Mahfud MD

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuka diri untuk berkoalisi dengan partai lain untuk mendukung mantan ketua MK Mahfud MD. Gagasan itu pun bukan hanya bagi partai berbasis Islam saja. Tapi juga partai nasionalis.

“Syukur-syukur ada parpol yang memang ingin mendorong Mahfud. Dia memang salah satu kandididat yang potensial,” kata Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB, Senin.

PKB memang belum menentukan figur capres yang akan diusung. Semua calon saat ini sedang melakukan sosialisasi ke publik. Siapa yang nanti paling tinggi elektabilitasnya, maka dia yang akan maju.

Meski bukan dari PKB, figur capres nanti harus yang dipilih oleh rakyat. Sebab, dalam pilpres ini, bukan lagi kompetisi partai, tapi sosok calon pemimpinnya. “Sekarang memang belum terlihat. Hal tersebut baru akan ditentukan setelah pileg 2014,” katanya.

Dia pun meminta agar dalam koalisi yang diwacanakan itu tidak ada parpol yang merasa paling berperan. Sebab para pendukung partai tentunya sama-sama menjadi mesin yang mendongkrak elektabilitas figur capres yang diusung.  (k&r)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 25/11/2013, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: