Mahfud MD – Penegakan Hukum di Indonesia Gagal

Mahfud MD - negara gagal tegakkan hukum

Mohammad Mahfud MD menyatakan, bahwa penegakan hukum di Indonsia telah gagal. Termasuk juga dalam pemberantasan korupsi di Tanah Air. Korupsi telah menular pada proses legislasi, bukan hanya pelaksaanaan kebijakan di eksekutif. Korupsi bahkan masuk dalam nadi bernegara, bukan lagi hilir dari eksekutif.
“Korupsi sudah sangat menjalar ke semua aspek penegak hukum, termasuk lembaga penegak hukum, seperti Kepolisian, dan juga hakim,” kata Mahfud MD dalam Seminar Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) bertajuk ‘Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang’, di Aula Fakultas Kedokteran UI, Jakarta Pusat, Selasa.

“Tujuan untuk menegakkan masyarakat yang adil adalah konsistensi untuk penegakan hukum seadil-adilnya,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Mahfud MD, mengkritik penegakan hukum di Indonesia yang dinilainya masih belum maksimal. Dia melihat, ada dua simpul persoalan hukum di Indonesia.

“Korupsi itu dimulai dari nadi bukan di hulu. Kalau kita lihat persoalan hukum kita ada di dua simpul. Pertama, korupsi-korupsi dalam bentuk mafia hukum dalam proses pengadilan,” kata Mahfud

Banyak hakim yang memperjualbelikan vonis kepada terdakwa. Bahkan, oknum penegak hukum lain seperti jaksa dan kepolisian bisa disuap.

“Vonis bisa diperjualbelikan dan dikolusikan. Suap jaksanya, suap polisinya, hakimnya, pengacaranya semua dijatuhi hukuman, di pengadilan putusan bisa diperjualbelikan,” ungkapnya.

Yang kedua, kata Mahfud, birokrasi di Indonesia sangatlah sulit. Untuk membuat perizinan menjadi mudah, harus menyuap oknum. “Kedua di birokrasinya, kalau tidak menyuap maka izin bisa dicabut,” imbuhnya.

Dia pun menyimpulkan, penegakan hukum di Indonesia gagal, karena berbagai persoalan itu. “Saya ingin menyimpulkan, bahwa rasanya penegakan hukum itu gagal. Mengapa sektor infrastruktur morat-marit, karena hukum tidak ada. Korupsi bukan tertekan tapi berkembang biak,” tegas Mahfud.

Cara Memberantas Korupsi

Mahfud MD memberikan dua cara untuk memutus tali korupsi di Indonesia. Yakni dengan membuat Undang-Undang pengampunan dan memotong satu generasi.

“Ada dua jalan untuk putus tali korupsi. Pertama dengan UU Lustrasi nasional. Kedua dengan membuat UU pengampunan,” kata Mahfud.

Dijelaskan bahwa UU Lustrasi dibuat untuk memangkas satu generasi koruptor. Artinya, orang yang pernah terlibat korupsi dilarang duduk di pemerintah atau politik, selama misalnya 10 tahun.

Tetapi, jika UU Lustrasi juga tak mampu memangkas korupsi, maka bisa diterapkan UU pengampunan.

“Jadi yang korupsi hari ini serentak diampuni, tapi setelah diberi ampunan terbukti dia korupsi lagi, hukum mati saja. Pengampunan itu ditempuh dalam penyelesian HAM di Afrika Selatan. Kita gabung Afrika Selatan dengan cara di Tiongkok ketika menghukum koruptor,” tegasnya.

Media Sering Kebablasan Ekspos Koruptor

Mahfud MD berpendapat, media massa kerap “kebablasan” dalam memberitakan orang yang terbukti bersalah, sehingga yang disampaikan ke masyarakat hanya publikasi sensasional, namun miskin substansi.

“Koruptor yang beristri lima yang diekspos terus-terusan, dengan fastun-fastunnya. Seharusnya tampilkan yang dapat membuat masyarakat menjauh dari korupsi,” kata Mahfud di Seminar “Indonesia Menjawab Tantangan Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang” di Jakarta, Selasa.

Menurut Mahfud, kerangka pemberitaan media massa perlu dikritisi guna pers juga dapat berpedan dalam sisi edukasi kepada publik, seperti contohnya dalam pemberantasan korupsi.

Dia mencontohkan, media massa seharusnya memberitakan bagaiamana mantan Anggota DPR AS yang menangis saat hukumannya diperberat oleh Mahkamah Agung menjadi 12 tahun kurungan dari sebelumnya empat tahun di tingkat Pendadilan Tipikor.

Begitu juga dengan nasib koleganya dulu di MK, yakni Mantan Ketua MK AM yang menjadi tersangka suap penyelesaian sengketa pilkada dan kini rekeningnya dibekukan.

Menurut Mahfud, Akil sangat menyesal, karena gara-gara perbuatannya, rekening istri dan anak AM juga ikut dibekukan sehingga menyulitkan keuangan keluarga.

“Dia bicara sama saya, sekarang susah untuk belanja saja. Nah kaya gitu dipublikasikan, biar masyarakat tahu, bagaimana hukumannya jadi koruptor,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Dalam diskusi tersebut, turut hadir Abraham Samad, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Abraham juga menyindir media. Menurutnya, media kerap menjadikan seorang tersangka korupsi bak seorang tokoh dalam pemeberitaannya.

“Ini kok sudah tersangka tapi dijadikan profil, rumahnya disorot-sorot, kegiatan pergerakannya juga,” ujar Abraham tanpa menyebut nama.

Melawan Korupsi Sama dengan Rebut Kemerdekaan

Abraham Samad menyatakan, bahwa korupsi adalah kejahatan kemanusiaan. Karena itu melawan korupsi wajib bagi siapa pun.

“Tentu bukan pekerjaan ringan tanpa kendala dan hambatan. Melawan korupsi sepadan dengan merebut kemerdekaan dari penjajahan pada masyarakat oleh koruptor,” kata Samad dalam seminar bertajuk ‘Peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dalam Mewujudkan Indonesia Bersih Tanpa Korupsi’, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa.

Sebagai lembaga negara yang mendapat amanah memberantas korupsi, KPK membutuhkan sinergi dari APIP dalam upaya pemberantasan korupsi.

Berbicara mengenai APIP, Samad menjelaskan, tak bisa melepaskan tentang pengawasan. Namun, peran penting APIP tak berhenti pada pengawasan saja. “Tapi mampu mendeteksi penyimpangan tipikor untuk kemudian menyampaikan penegak hukum termasuk KPK,” kata Samad.

Samad optimistis, bahwa apa yang direncanakannya itu bisa berjalan dengan lancar. “Kami percaya niat baik dan komitmen tinggi akan mengantarkan kita pada harapan. Kita sudah pada rel dan gebong yang benar untuk memberantas korupsi,” tutupnya. (antara)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 27/11/2013, in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: