Mahfud MD – Penegakan Hukum Bisa Ciptakan Keadilan Ekonomi

Mahfud MD Menegakkan Hukum Bisa untuk Ciptakan Keadilan Ekonomi

Mohammad Mahfud MD menyatakan, bahwa Indonesia harus melakukan tindakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Tindakan itu dinilai amat mendesak dilakukan, karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat dan pembangunan ekonomi Indonesia.

Mahfud MD di hadapan para rektor yang tergabung dalam Forum Rektor Indonesia (FRI) menegaskan, bahwa kondisi ekonomi Indonesia yang belakangan dinilai tidak efisien, sebenarnya bisa diatasi dengan penegakan hukum.

“Bayangkan, kalau tidak ada sogokan dalam mengurus perizinan, tidak ada manipulasi pajak, tidak ada korupsi. Jadi, kalau hukum bisa ditegakkan, maka ekonomi kita akan menjadi efisien dan menghasilkan pertumbuhan yang lebih baik,” kata Mahfud di Universitas Trisakti, Jakarta, Sabtu.

Dalam terminologi ekonomi, dikenal istilah Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal. CAR Indonesia lebih tinggi dari rata-rata negara anggota ASEAN. Artinya, untuk menghasilkan output yang sama, dibutuhkan modal yang lebih banyak.

“Dengan kata lain, untuk menghasilkan output atau GDP yang sama, kita butuh modal lebih besar. Hal ini karena di negara kita banyak biaya yang tidak perlu. Seperti sogok atau manipulasi dan semacamnya, sehingga laju ekonomi kita menjadi tidak efisien,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitsi (MK) itu.

“Kita ambil contoh sektor pertanian, mengapa produknya rendah? Karena kita tidak serius mendorong sektor ini. Kita lebih suka mengimpor. Karena dengan impor, bisa lebih banyak upeti yang diperoleh oknum pejabat kita atau pencari rente (rent seekers). Seperti kasus impor daging sapi, impor beras dan lain-lain,” kata Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Islam Indonesia (UII) itu.

Oleh karena itu, persoalan yang paling mendesak dilakukan adalah penegakan hukum di segala bidang agar segera tercipta keadilan ekonomi.

“Kita harus serius membenahi sektor peternakan dan pertanian, serta pada sektor-sektor lain. Kalau semangatnya impor, maka yang tumbuh adalah ekonomi luar negeri. Sedangkan produk kita tidak kunjung meningkat, bahkan mundur,” tegas Mahfud.

Indonesia Gagal Sejahterakan Penduduk

Indonesia menjadi negara yang gagal mensejahterakan penduduknya. Menurut Mahfud MD, kegagalan tersebut terjadi akibat tidak terciptanya rasa keadilan di tengah masyarakat.

“Ketidakadilan sudah merangsek dalam semua sendi kehidupan masyarakat. Tak adil dalam hal pendapatan, pelayanan publik hingga hak-hak individu,” kata Mahfud.

Rasa keadilan menjadi tolok ukur utama untuk melihat apakah proses pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah bisa dinikmati oleh masyarakat secara keseluruhan atau tidak. Sepanjang proses pembangunan hanya dinikmati segelintir masyarakat, itu artinya pemerintah belum berkeadilan, dan berarti pula gagal mensejahterakan penduduknya.

Indonesia memang berhasil mencapai angka pertumbuhan ekonomi hingga 6,5 poin pada 2012, dan 5,9 poin pada 2013. Pertumbuhan ekonomi yang cukup bagus di tengah hantaman krisis global tersebut ternyata belum bisa dinikmati masyarakat secara keseluruhan, karena masih menyisakan 85 juta penduduk miskin.

Ketidakadilan itu bisa dilihat antara lain dalam hal penguasaan aset. Saat ini aset yang menghasilkan nilai ekonomi tinggi, 40% dikuasai oleh 1% penduduk, dan sisanya 60% dikuasai 99% penduduk. Lalu  70% lahan dikuasai 1% penduduk, dan 30% lahan dikuasai 99% penduduk.

Contoh lain dalam hal perlakuan hukum, ada banyak kelompok orang kaya yang bisa memanipulasi proses hukum, sehingga sanksi hukum yang diterima menjadi jauh lebih kecil dibanding kejahatan yang telah dilakukan. Termasuk kejahatan yang dilakukan oleh para koruptor dalam merampok uang negara.

Mahfud menyatakan, untuk membuat masyarakat sejahtera, saat ini Indonesia butuh pemimpin yang kuat. Dalam arti pemimpin yang  memiliki jiwa merah (berani) dan putih (bersih). Pemimpin dengan klasifikasi tersebut adalah mereka yang memiliki track record baik dan tidak tersandra oleh transaksi politik.

Sedangkan Ketua Forum Rektor Indonesia Laode Kamaluddin menyatakan, untuk mencari sosok calon pemimpin yang memenuhi kriteria tersebut memang tidak mudah. Tetapi forum rektor akan terus berupaya menjaring individu-individu yang memang dinilai paling memenuhi syarat.

“Konvensi calon presiden sudah kita buka sejak awal November dan melalui gerakan ini, kami berharap akan muncul sosok yang sangat pantas untuk direkomendasikan menjadi calon pemimpin bangsa,” jelas Laode.

Elit Pemimpin Indonesia Tersandera

Mahfud MD mengaku kecewa dengan penegakan hukum di Indonesia tidak berjalan, bahkan berjalan mundur. “Banyak kasus hukum terlantar,” kata Mahfud MD dalam seminar nasional PC ISNU (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama) Sumenep, di gedung RRI, Minggu siang.

Menurut Mahfud, elit pemimpin di Indonesia saat ini masih banyak yang tersandera oleh masa lalu. Akibanya, penegakan hukum juga ikut tersandera. Berbagai problem bangsa Indonesia, termasuk persoalan hukum dan korupsi yang kian parah akan bisa diselesaikan bila pemimpinnya tidak tersandera.

“Problem bangsa ini sulit diselesaikan karena pemimpinnya sekarang banyak yang tersandera,” tegasnya.

Selain masa lalu, pemimpin juga tersandera oleh transaksi politik. Proses kepemimpinan yang dihasilkan melalui transaksi politik, maka mereka tidak akan bisa berbuat banyak.

“Misalnya dibantu oleh pengusaha, nanti kalau terpilih mereka harus tunduk apa kata pengusaha yang membantu itu,” kata Mahfud.

Karena itu dalam seleksi kepemimpinan nasional pada Pemilu 2014, Mahfud mengajak masyarakat untuk mencari calon pemimpin yang tidak tersandera dua hal tersebut.

“Harus mencari pemimpin yang tidak tersandera masa lalu dan transaksi politik,” kata Mahfud di hadapan ratusan undangan yang hadir.

Mahfud MD Tentukan Pasangan Usai Pemilu

Mahfud MD memastikan bakal maju menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. Namun, hingga sekarang ia belum menentukan siapa tokoh yang bakal digandeng menjadi wakilnya. Termasuk partai yang akan menjadi kendaraan politiknya. “Tidak bisa ditetapkan sekarang,” kata Mahfud, usai pelantikan dan seminar PC ISNU Sumenep, Minggu.

Dia menambahkan, semua partai politik masih menghitung diri dan menunggu hasil Pemilu Legislatif, April 2014 mendatang. “Semua parpol, parpol sebesar apapun tidak bisa tetapkan sekarang pasangan calon presiden dan wakil presiden sekarang secara final, masih nunggu April,” kata Mahfud.

Diakui Mahfud, dirinya terus melakukan komunikasi politik dengan semua tokoh-tokok politik dari berbagai partai politik. “Baru setelah Pemilu Legislatif kita olah semua tawaran,” kata Mahfud. (antara)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 01/12/2013, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Berita berjudul “Mahfud MD Tentukan Pasangan Usai Pemilu” itu dikutip dari Antara atau jaringnews.com. Mohon informasinya. Tks

  1. Ping-balik: Mahfud MD Diinginkan Mayoritas Warga Nahdliyin | Sahabat Mahfud

  2. Ping-balik: Mahfud MD Dianggap Sebagai ‘Bayang-Bayang’ Gus Dur | Sahabat Mahfud

  3. Ping-balik: Mahfud MD – Pemimpin Harus Utamakan Kesejahteraan Rakyat | Sahabat Mahfud

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: