Gus Dur Sudah Diramal akan Jadi Presiden

Gus Dur diramalkan jadi presiden

Almarhum KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menjadi presiden ke-4 Republik Indonesia pada tahun 1999. Namun sebenarnya 5 tahun sebelumnya, Gus Dur sudah diramal akan menjadi presiden. Hal itu diungkap Muhammad AS Hikam dalam bukunya Gus Dur Ku, Gus Dur Anda dan Gus Dur Kita. Hikam menyebutkan, bahwa Profesor Manfred Henningsen, seorang Profesor dari Universitas Hawaii sudah meramalkan, bahwa cucu pendiri NU itu bakal memimpin Indonesia.

Pada suatu malam di tahun 1994, Hikam, Gus Dur, Manfred dan Neil Abercrombe (teman  Manfred yang jadi gubernur negara bagian Hawaii) kongkow bareng di restoran Vietnam yang sederhana di Hawaii. Saat itu Manfred membuka pembicaraan sambil minum kopi persis di depan meja Gus Dur.

“Mr Wahid, you will be the president of your country (Pak Wahid, anda bakal jadi presiden di negaramu),” ujar Manfred kala itu.

Neil, sahabat Manfred pun mengangguk tanda setuju. Selama ini baik Manfred dan Neil memang sudah mengikuti kiprah Gus Dur dalam membangun pondasi demokrasi di Tanah Air. Namun reaksi Gus Dur dan Hikam saat itu sama. Mereka tertawa terbahak-bahak mendengar ramalan Manfred.

“Manfred, you must be joking. Soeharto and the generals are still quite strong (Manfred, sampeyan pasti bercanda, wong Soeharto dan para jenderalnya sangat kuat)” ujar Hikam mengomentari.

Manfred adalah pakar filsafat politik barat, khususnya tentang politik ekstreminasi, gerakan pro demokrasi dan filsafat politik Yunani. Dan yang jelas, Manfred awam soal Indonesia, tak heran Hikam dan Gus Dur hanya tertawa dengan analisa Manfred.

“No, no, no. Muhammad, I couldn’t be more serious than that. You just wait and see. It happens everywhere (tidak Muhammad. Saya benar-benar serius tentang hal ini. Kau tunggu dan lihat saja. Ini terjadi di mana-mana)” sergah Manfred.

Neil yang saat itu baru beberapa tahun lulus dari Universitas Hawaii dan menyabet gelar Ph.D dalam Ilmu politik juga menambahkan, Gus Dur, kata Neil saat itu sangat mungkin untuk menjadi presiden.

“Yes Muhammed, why not? We’re not a bunch of clairvoyances, here. It’s a trend in the world over (Ya Muhammad, kenapa tidak kan kita-kita ini bukan segerombolan cenayang. Itu kan kecenderungan di seluruh dunia),” ujar Neil.

Namun obrolan malam di musim panas itu dianggap Gus Dur dan Hikam hanya sebagai analisa saja. Dalam beberapa kesempatan, si penulis buku kerap berdebat dengan Manfred, tetapi profesornya itu tetap pada pendapat awal, bahwa suatu saat Soeharto akan tumbang, dan Gus Dur naik jadi presiden.

“Saya sendiri tetap tidak yakin, karena kondisi perpolitikan di Indonesia yang sangat kompleks dan Manfred (yang bukan ahli Indonesia) jelas tidak paham,” tulis Hikam di halaman 17 bukunya.

“Makanya ketika Gus Dur benar-benar terpilih jadi presiden pada tahun 1999, saya langsung ingat percakapan di restoran Vietnam pada musim panas 1994 itu,” ujar Hikam.

Hikam pun lalu coba mengingatkan Gus Dur tentang obrolan di warung kopi itu ketika sudah menjadi presiden.

“Iya, ya Kang … Inget saya, hebat profesor sampeyan itu,” ujar Gus Dur.

Apakah itu sebuah ramalan atau permonisi Manfred? Namun yang jelas, Muhammad AS Hikam menjadi saksi, bahwa ada seorang akademisi yang sangat rasional dan tidak punya kepentingan apa pun kecuali ingin melihat demokrasi berkembang di Indonesia. Manfred ternyata jitu melihat Gus Dur lima tahun ke depan.

Namun demikian, Gus Dur tidak genap menjadi presiden selama lima tahun. Konstelasi politik memaksa Gus Dur lengser. Meski demikian, Gus Dur tetap memikat di hati siapa saja yang suka demokrasi. (merdeka)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 04/12/2013, in Buku, Kisah and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: