Mahfud MD – Baru 10% Kasus Korupsi Digarap KPK

Mahfud MD - KPK baru selesaikan 10%  kasus

Mohammad Mahfud MD menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadapi dilema dalam melaksanakan tugasnya dalam pemberantasan korupsi. Pasalnya baru mampu menggarap 10% dari kasus korupsi yang diadukan masyarakat. Hal itu terjadi karena selain kurangnya personil, juga persyaratan yang kurang untuk menindaklanjuti berbagai kasus korupsi tersebut.

“Informasi yang saya peroleh, KPK baru menindaklanjuti dan memproses hanya sekitar 10% dari pengaduan dilaporkan masyarakat,” kata Mahfud MD pada diskusi “Refleksi Akhir Tahun: Pekan Politik Kebangsaan, Menyongsong Indonesia Memilih 2014” di Jakarta, Selasa lalu.

Menurut Mahfud, informasi yang diterimanya laporan pengaduan kasus dugaan korupsi yang disampaikan masyararakat ada sekitar 160.000 kasus per tahun, tapi yang ditindaklanjuti hanya sekitar 16.000 kasus atau sekitar 10%.

Alasannya, karena kekurangan sumber daya manusia, dan hanya sekitar 10% tersebut yang memenuhi persyaratan untuk ditindaklanjuti.

“Dari 16.000 kasus yang ditindklanjuti, hanya sekitar 40 kasus yang akhirnya tuntas. Coba bayangkan perlu berapa tahun KPK baru dapat menyelesaikan semua laporan dugaan korupsi yang disampaikan masyarakat,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Mahfud menjelaskan, karena terbatasnya kasus yang dapat dituntaskan oleh KPK dengan alasan keterbatasan sumber daya manusia, sehingga muncul wacana dan usulan-usulan agar KPK dijadikan lembaga permanen yang lebih besar dengan penambahan sumber daya manusia. Harapannya, agar KPK bekerja lebih baik dan lebih banyak lagi kasus korupsi yang bisa diberantas.

“Namun pandangan saya sebaliknya. Kalau KPK dibentuk menjadi lembaga permanen yang lebih besar, saya khawatir justru akan terkena virus korupsi,” ujarnya.

Menurut Mahfud, KPK sudah efektif dalam bentuk seperti saat ini. Dan jika lembaga KPK dibuat lebih besar , maka kontrol internal sulit dilakukan.

Mahfud mencontohkan, dua lembaga penegak hukum lainnya, yakni Kejaksaan dan Kepolisian, yang lembaganya besar tapi ada virus korupsi pada oknum pejabatnya.

“Padahal, Kejaksaan dan Kepolisian didirikan juga dengan semangat yang sama, untuk menegakkan supremasi hukum dan pemberantasan korupsi,” katanya. (antara)

Mahfud MD – Suap Terjadi Karena Orang Tidak Mau Kalah

Mahfud MD Siap Bersaing dengan Rhoma Irama

Berita terkait Mahfud MD, KPK dan Calon Presiden RI

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 12/12/2013, in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: