Mahfud MD – UUD 1945 Tidak Perlu Diamandemen Lagi

Mahfud MD

Mohammad Mahfud MD menilai konstitusi Indonesia tidak perlu lagi diamandemen. Sebab praktik pemerintahan neo liberal seperti yang sekarang terjadi, khususnya dalam kebijakan ekonomi, bukan terbentuk karena diubah atau tidak diubahnya konstitusi.

“Tetapi lebih karena pimpinan dan para pengambil kebijakan ekonomi yang ada lebih memilih mazhab ekonomi neo liberal, dan sengaja menjauh dari semangat konstitusi, khususnya pasal 33 UUD 1945,” kata Mahfud MD di hadapan mahasiswa pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa lalu.

Menurut Mahfud, di manapun di dunia ini, UUD atau kontitusi selalu mengandung dua hal mendasar. Yaitu adanya jaminan dan kepastian tentang perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia. Dan kedua, konstitusi harus menjamin terciptanya sistem pemerintahan yang melaksanakan aturan hak-hak asasi manusia.

“UUD hasil amandemen yang kita miliki sekarang sudah mengandung dua hal mendasar tersebut,” kata Mahfud MD.

Karena itu, menurut Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Islam Indonesia itu, UUD tidak perlu lagi diamandemen seperti yang akhir-akhir ini kembali disuarakan beberapa kalangan.

Memang sebelum diamandemen, UUD 1945 memang memiliki empat kelemahan. Yaitu, menempatkan eksekutif terlalu kuat, dengan meletakkan legislatif dan yudikatif sebagai sub-ordinat eksekutif. Akibatnya, pemerintahan berjalan tak seimbang.

Kemudian, UUD 1945 sebelum diamandemen banyak memuat pasal-pasal yang ambigu dan yang berhak menafsirkan pasal ambigu tersebut hanya penguasa Orde Baru. Tafsir yang dilakukan oleh selain sang penguasa, dianggap makar terhadap negara.

“Kelemahan lainnya, terjadi atribusi kewenangan, atau ada pasal-pasal yang memberi kewenangan yang begitu besar pada pemerintah yang berkuasa,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Akibatnya, pelanggengan kekuasaan, dengan mudah terjadi. Dan kejatuhan penguasa selalu diikuti adanya pertumpahan darah.

“Ini terjadi pada era pergantian Presiden Soekarno dan Soeharto,” kata Mahfud MD.

Mantan Menteri Pertahanan ini juga menilai, bahwa UUD 1945 sebelum diamandemen terlalu percaya pada semangat penyelenggara negara atau orang yang melaksanakannya, tapi tidak pada sistem. Padahal semangat orang, sangat dipengaruhi oleh kekuasaan.

“Hukum itu harus percaya pada sistem. Sistem itulah yang mengatur supaya muncul pemimpin yang baik, ” kata Mahfud MD. (jpnn)

Jempol & Diaspora Indonesia Interview Prof M Mahfud MD

Berita terkait Mahfud MD dan Calon Presiden RI

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 18/12/2013, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: