Mahfud MD – Tak Ada Politisasi Kasus Anas

Anas Urbaningrum ditahan KPK

Mohammad Mahfud MD tidak melihat adanya politisasi dalam proses hukum yang menjerat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Mahfud percaya tidak ada intervensi dari elite Partai Demokrat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mahfud meminta agar hukum ditegakkan. Anas harus diadili, namun KPK juga harus bekerja secara profesional.

“Kalau Demokrat bisa melindungi atau mendorong orang, Demokrat pasti melindungi Andi Malarangeng, pasti melindungi Angelina Sondakh, pasti melindungi Nazarudin. Tetapi tidak kan,” kata Mahfud di Jember, Jawa Timur, Senin lalu.

Anas Urbaningrum dituduh KPK menerima gratifikasi dalam proyek Hambalang dan proyek-proyek lain. Kemudian pihak Anas kerap menuding ada intervensi dari elite Demokrat terhadap proses hukum kasus Anas. Dan para politisi Demokrat sudah membantahnya.

“KPK harus ikut aturan hukum, jangan sampai seperti yang diisukan timnya Anas bahwa kasus itu dipolitisir dan sebagainya,” kata Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Ketua Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) itu menambahkan, KAHMI secara kelembagaan tidak akan ikut campur dalam kasus Anas. Anas memang pernah menjabat Ketua HMI. Sebelum Anas jadi tersangka, KAHMI sudah memutuskan, persoalan korupsi merupakan urusan pribadi.

Menurut Mahfud MD, pihaknya sebelumnya sudah membentuk tim pengacara untuk membela Anas. Namun tim hukum tersebut bukan untuk membela kasus korupsinya, tetapi untuk meluruskan penegakan hukum agar tidak dipolitisasi.

“Oleh sebab itu, kalau mau dipakai, ya dipakai, kalau nggak, ya nggak. Ternyata tidak dipakai,” kata Mahfud.

Mahfud MD Usulkan Koruptor Diamputasi

Mahfud MD mengupas cara memberantas korupsi secara cepat. Tujuannya agar menimbulkan efek jera, sehingga tindak pidana korupsi tidak semakin merajalela.

“Ada dua cara, yakni cara Amerika Latin dengan cara amputasi. Atau cara Afrika dan Cina dengan cara pemutihan,” kata Mahfud di sela-sela diskusi di Rumah Dahlan Iskan Jatim, Surabaya.

Mahfud MD juga mengomentari soal ditahannya Anas oleh KPK. Ia tidak sepakat dengan tuduhan tim pengacara Anas Urbaningrum, jika KPK mempolitisasi kasus mantan ketua umum DPP Partai Demokrat itu.

“Saya kira, KPK sudah benar. Tapi semua politisi memang selalu menuduh KPK seperti itu. Contohnya M Nazarudin, Angelina Sondakh, Luthfi Hasan Ishaq, Hartati Murdaya, bahkan Djoko Susilo,” kata Mahfud.

Kandidat capres PKB itu berkata, sebagai pengamat dan praktisi hukum ia tidak melihat politisasi di KPK. Apalagi isu Anas akan menjadi tersangka itu sebenarnya sudah bergulir sejak lama, namun KPK membutuhkan waktu untuk menghimpun bukti yang kuat. (rol)

Mahfud MD Dekat dengan Dahlan Iskan

Mahfud MD, terus melakukan pendekatan kepada para tokoh politik, ulama, dan masyarakat. Selanjutnya, Mahfud mengaku akan bertemu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, Senin.

“Hanya kunjungan persahabatan saja. Saya dengan Pak Dahlan sahabat lama. Jauh sebelum beliau jadi menteri, saya sering nulis di medianya Pak Dahlan,” kata Mahfud saat menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad di Pondok Pesantren Nurul Qornain, Desa Baletbaru, Kecamatan Sukowonio, Jember, Senin dini hari.

Menurut Mahfud, dalam pertemuan nanti hanya akan saling memberi dan menerima masukan. “Jadi bukan pada persoalan penyatuan visi dan misi. Kalau sudah ngomong itu pasti akan bermuara pada penentuan pasangan (capres-cawapres). Itu nanti saja di akhir-akhir saja,” ucap Mahfud.

Mahfud menambahkan, saat ditawari ikut konvensi capres Partai Demokrat, ia mempersilakan Dahlan untuk ikut konvensi.

“Kalau sama-sama bersaing ikut konvensi capres di Demokrat, bisa sama-sama kalah atau kalau beruntung salah satu harus tersisihkan, jadi saya memilih jalur lain saja,” katanya.

Saat berceramah, Mahfud mengaku memiliki banyak kesamaan dengan Dahlan. “Saya dengan Pak Dahlan sama-sama orang Jawa Timur, sama pluralis bahwa Indonesia milik bersama. Kemudian pekerja keras, berangkat dari kalangan proletar, artinya sama-sama berangkat dari nol. Lalu sama-sama ndesone, dan sama-sama tidak ganteng,” kata Mahfud yang disambut tawa jamaah.

Mahfud menilai Dahlan adalah orang yang baik, terlepas dari berbagai kekurangan sebagai manusia biasa. Ketika ditanya apakah dirinya akan berduet dengan Dahlan dalam pilpres nanti, Mahfud mengaku belum membicarakannya.

“Saya belum bicara duet, hanya sebatas diskusi saja. Apalagi sampai hari ini belum ada partai yang bicarakan duet, seperti Prabowo, Aburizal, kecuali Hanura,” kata mantan Menteri Pertahanan itu. (kps)

Berita terkait Mahfud MD Calon Presiden Indonesia

 

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 13/01/2014, in Berita and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Dr. Ir. Ruswandi Tahrir, MSP

    Luar Biasa tuh Diskusi Kebangsaan di Rumah Dahlan Iskan Surabaya kemarin. TOLONG sampaikan secepatnya ke Mahfud MD bahwa statement tentang EFISIENSI di bidang Pertambangan dapat meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia Rp 20 Juta per Orang per Bulan, belum lagi dari Emas dan Cukai. Apalagi Mahfud MD menyatakan bahwa itu adalah hasil Audit KPK (2013?).

    Kalau Mahfud MD dapat segera menyiapkan kelengkapan pernyataannya tersebut, sudah dapat dipastikan bahwa hal ini akan merupakan Nilai Tambah Kredibilitas Mahfud MD. Segala keraguan tentang Mahfud MD akan terbalik menjadi kepercayaan dan dukungan masyarakat yang Luar Biasa. Tetapi kalau hanya pernyataan saja, mohon maaf … mungkin sebaliknya

    Hayo Bung Mahfud, Lengkapi pernyataan Rp 20 juta per Orang per Bulan secepatnya.
    Salam MUI, Mahfud Untuk Indonesia 2014.

  1. Ping-balik: Mahfud MD Laporkan Jazuli ke Bareskrim | Sahabat Mahfud

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: