Mahfud MD – Hampir Saja Indonesia Jadi Negara Islam

Gus Dur dan Ibu Shinta Nuriyah

Mohammad Mahfud MD menceritakan detik-detik terakhir masa pemerintahan KH Abdurrahman Wahid dalam diskusi Pemikiran Gus Dur – Demokrasi dan Pluralisme. Saat itu Indonesia hampir saja menjadi negara Islam. Namun degan tegas Gus Dur menolaknya. Dia lebih baik jatuh daripada harus melawan Pancasila.

“Saat itu politik sedang panas, ada tujuh orang yang menyarankan Gus Dur untuk mengeluarkan dekrit merubah Indonesia menjadi negara Islam,” ujar Mahfud di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis.

Mahfud MD mengatakan, bahwa tawaran itu datang beberapa minggu sebelum Gus Dur lengser. Dia bercerita hal itu ditolak keras oleh Gus Dur. “Gus Dur lebih baik turun daripada harus melawan Pancasila,” jelasnya.

Mantan Ketua MK ini mengaku tak bisa menyebutkan nama-nama para pemberi usul tersebut. “Karena mereka semua masih hidup. Nanti kalau sudah tidak ada baru saya tulis,” kata Mahfud sambil tertawa.

Dia juga mengisahkan bagaimana Gus Dur menolak transaksi politik yang ditawarkan sejumlah pihak. Mereka meminta Gus Dur mengganti kabinetnya, dan memberikan posisi menteri sesuai dengan keinginan partai. Mahfud mengatakan, dirinya bersama sejumlah kawan dan Gus Dur mendiskusikan hal ini di rumah MS Hidayat.

“Hidayat menyarankan Gus Dur untuk kompromi oleh kekuatan politik lain yang meminta jatah menteri,” kata Mahfud.

Mendengar saran itu, Gus Dur kemudian marah dan menggebrak meja. Setengah berteriak, Gus Dur menolak saran itu. “Dia lebih memilih jatuh daripada harus melakukan jual-beli jabatan seperti itu,” kata Mahfud.

Gus Dur Kalah Secara Politis

Menurut Mahfud MD, Presiden Abdurrahman Wahid dilengserkan bukan karena melanggar aturan, tetapi karena kalah secara politis. Gus Dur diberhentikan karena dianggap melanggar ketetapan MPR No. 6 dan 7 Tahun 1999. Ketika itu, Gus Dur memecat Suroyo Bimantoro dari jabatan Kepala Polri, dan menggantinya dengan Chairuddin Ismail tanpa persetujuan DPR.

“Pelengseran Gus Dur itu salah secara konstitusi, tetapi benar secara politik. Konstitusi itu kan benar atau salah, sedangkan politik itu menang atau kalah,” kata Mahfud MD saat diskusi “Pemikiran Gus Dur – Demokrasi dan Pluralisme” di Kantor PBNU Jakarta, Kamis lalu.

Mantan Ketua MK itu yakin Gus Dur tidak terlibat dalam penerimaan dana dari Bulog dan Brunei Darussalam, sebagaimana yang dituduhkan lawan politiknya kepada Gus Dur.

Mahfud menilai, alasan terbesar Gus Dur dilengserkan ialah karena menyatakan pembubaran DPR/MPR, sehingga mendapat perlawanan politik. Pelengseran Gus Dur itu telah cacat hukum karena tidak memenuhi Pasal 27 Tap MPR, yang menyatakan bahwa Sidang Umum MPR untuk menjatuhkan presiden harus dihadiri oleh semua fraksi.

“Pada saat itu, Fraksi PKB dan Fraksi Partai Damai Sejahtera tidak hadir di persidangan, tetapi sidang tetap dilakukan dan Gus Dur dilengserkan. Jadi, Gus Dur hanya kalah secara politik, bukan salah secara hukum. Pelengserannya itu cacat hukum dan dipaksakan,” kata Mahfud.

Nama Gus Dur Agar Direhabilitasi

Budayawan Jaya Suprana mengusulkan kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, agar berusaha untuk merehabilitasi nama Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid, sebagai presiden yang dilengserkan. Menurut Jaya usulan perlu itu dimunculkan, mengingat Gus Dur merupakan tokoh pluralisme di Indonesia yang sangat penting.

“Tolong Pak Mahfud, bisa enggak nama Gus Dur sebagai presiden yang dilengserkan direhabiliter menjadi bukan dilengserkan? Mungkin agak berlebihan, tapi apa salahnya bagi kita yang mencintai Gus Dur meminta itu,” kata Jaya Suprana dalam diskusi pemikiran Gus Dur “Demokrasi dan Pluralisme”, di kantor PBNU, Jakarta, Kamis lalu.

Mahfud mengatakan, usulan Jaya Suprana itu bisa saja diwujudkan bila dilakukan secara bersama-sama. Bagi Mahfud, Gus Dur dilengserkan hanya karena kalah secara politik, dan bukan karena melanggar aturan hukum yang berlaku saat itu.

“Ini bukan tindak pidana, tapi kita bisa melakukan sama-sama, pelengseran Gus Dur salah secara konstitusi, tapi benar secara politik. Konstitusi itu benar atau salah, kalau politik itu menang atau kalah,” ujarnya.

Mahfud menambahkan, Gus Dur dilengserkan karena dituduh menerima dana dari Bulog dan Brunei Darussalam. Mahfud yakin, Gus Dur tak terlibat dalam kasus yang selanjutnya disebut sebagai Bulog Gate dan Brunei Gate tersebut.

Pelengseran Gus Dur, kata Mahfud, murni dilatari masalah politik. Gus Dur dianggap melanggar Tap MPR Nomor 6 dan 7 Tahun 1999, karena memecat Suroyo Bimantoro sebagai Kapolri dan menggantinya dengan Chairuddin Ismail tanpa persetujuan MPR/DPR.

Menurut Mahfud, pelengseran Gus Dur juga cacat secara hukum, karena tidak memenuhi Pasal 27 Tap MPR, bahwa Sidang Umum MPR untuk menjatuhkan presiden harus dihadiri oleh semua fraksi. Pada saat itu, Fraksi PKB dan PDKS menolak hadir, tetapi pelengseran Gus Dur tetap dilakukan.

“Gus Dur hanya kalah secara politik, bukan salah secara hukum. Pelengserannya cacat hukum dan dipaksakan,” kata bakal calon presiden dari Partai Kebangkitan Bangsa itu. (pr/kps)

Berita terkait Gus Dur dan Mahfud MD calon Presiden Republik Indonesia

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 27/01/2014, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 8 Komentar.

  1. hal yang FATAL ketika seorang yg dipanggil “gus” lebih memilih mempertahankan ato membela eksistensi ilusi nya PANCASILA daripada memenangkan syariat nya allah..

    padahal sekalipun manusia itu mnyatukan umat dg jalan infak sadaqah pun, tidak akan pernah bisa.. Allah lah yang menyatukan persatuan umat manusia itu dan dgn janji “syahadat” itu lah umat muslim BERSATU bukan karena perpecahan akibat nasionalism nya…

    rujuk al-anfal 63 🙂

    • Agastya Dragunov

      Kalo pengen Syariat ga suka Pancasila mending pindah aja ente ke Arab bos..
      Ini Indonesia bukan Padang Pasir!

      • risalah islam itu tidak terbatas untuk satu golongan atau satu bangsa saja TAPI islam itu universal maka tidak ada jalan lain untuk memutuskan suatu perkara/tindakan/ucapan kecuali dari nash dan hadist milik Allah

  1. Ping-balik: [Video] Biografi KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) | Sahabat Mahfud

  2. Ping-balik: Mahfud MD Sosialisasi Capres di Bojonegoro | Sahabat Mahfud

  3. Ping-balik: Mahfud MD Diskusi tentang Kafir | Sahabat Mahfud

  4. Ping-balik: Ada 3 Gerakan Ideologis Rongrong Eksistensi NKRI | Sahabat Mahfud

  5. Ping-balik: Konstitusi Bagi Umat Islam Indonesia | Sahabat Mahfud

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: