Kalau Korupsi Migas Berhenti, Rakyat Dapat Rp20 Juta

Mohammad Mahfud MD

Mohammad Mahfud MD mengungkap rahasia dari KPK yang sangat mengejutkan. Ternyata dana yang dikuras para koruptor di bidang migas jumlahnya sangat luar biasa. Andai saja korupsi di bidang migas itu dapat dihentikan, dan jika keuntungan tersebut dibagi rata, maka seluruh rakyat masing-masing bisa kebagian Rp20 juta.

“Ini kerap disampaikan oleh Ketua KPK Abraham Samad di beberapa forum-forum. Ini rahasia tapi disampaikan Abraham di depan publik. Jadi saya berani juga menyampaikannya,” kata Mahfud, saat berdiskusi di salah satu agenda Hari Pers Nasional (HPN) 2014 di Bengkulu, Sabtu lalu.

Menurut Mahfud, itu hanya untuk bidang migas saja. “Belum bidang yang lainnya, kita ini kaya raya, kelautan, kehutanan semua terkena korupsi yang merugikan,” kata mantan Ketua Mahkamah Konsitusi (MK) itu.

Kondisi ini semakin diperparah dengan bobroknya birokrasi dan ranah pengadilan sebagai pusat korupsi Indonesia.

“Saya pernah berjumpa dengan pengusaha yang keluhkan tingginya biaya ekonomi jika berurusan dengan birokrasi,” kata Mahfud MD.

Bagi Mahfud MD, penegakan hukum merupakan langkah utama yang harus dilakukan dalam penataan Indonesia agar lebih baik, agar seluruh rakyat hidunya sejahtera.

JK dan Mahfud MD Pidato di Depan Kiai NU

Mantan Ketua Umum PBNU, KH Hasyim Muzadi mengundang 300 kiai pimpinan pondok pesantren seluruh Indonesia untuk mendengarkan paparan sejumlah tokoh, termasuk dua tokoh yang bakal menjadi capres PKB, Jusuf Kalla (JK) dan Mahfud MD.

“Kiai-kiai ini perlu informasi. Beliau-beliau ini adalah orang yang masih didengar masyarakat bawah. Tapi seringkali tidak menguasai informasi yang sedang berjalan. Maka kita coba beliau-beliau ini diisi dengan informasi yang komprehensif tentang masalah-masalah negara,” kata Hasyim Muzadi, tuan rumah acara di Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu lalu.

Hasyim menggelar ‘Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan tentang Keagamaan, Keumatan dan Kebangsaan’. Sekitar 100 kaum Nahdiyin dari berbagai provinsi di Jawa menghadiri acara ini.

Hasyim mengungkapkan, Mahfud MD juga telah datang ke acara ini, kemarin (7/2). Di antara tiga nama bakal capres PKB, hanya Rhoma Irama yang tak diundang. Namun demikian, Hasyim menegaskan acara ini tak ada kaitannya dengan aktivitas pencapresan JK dan Mahfud.

“Kita tidak melihat kegiatan mereka sekarang, tapi keahlian mereka pada bidangnya. Pak JK kan tokoh yang mengerti ekonomi keumatan secara praktis, maka kita undang. Tidak dalam konteks Pak JK ini nyalon nggak nyalon. Pak Mahfud kita undang karena mengerti soal hukum tata negara,” tutur Hasyim.

Selain JK dan Mahfud, Ketua Umum PAN sekaligus Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga telah datang ke acara ini. Kapolri Jendral Sutarman dan Ketua DKPP Jimly Ashiddiqqie juga telah diundang memberi pencerahan kepada para kiai lewat acara ini.

“Tadi Pak Hatta Rajasa datang. Mungkin politiknya tidak selalu searah dengan tokoh lain yang kita undang juga. Tapi Pak Hatta Rajasa mengerti soal ekonomi yang sekarang riil ada,” kata Hasyim.

Sampaia saat ini PKB sudah punya 3 bakal capres yakni Mahfud MD, Jusuf Kalla (JK), dan Rhoma Irama. Pertimbangan para kiai nahdiyin ikut menjadi penentu capres PKB.

“Mahfud cukup dekat dengan kiai dan masyarakat NU. JK merupakan salah satu mustatasyar (penasihat) PBNU. Kalau Rhoma itu kan penyanyi dangdut, dia dekat dengan masyarakat pecinta dangdut,” kata Marwan Jafar, Ketua DPP PKB beberapa waktu lalu.

PKB akan menentukan siapa capres yang akan diusung di antara tiga nama itu setelah Pileg. Penentuan capres akan ditentukan lewat konsultasi dengan kiai Nahdlatul Ulama (NU).

“Koridornya (penentuan) adalah lewat hasil survei, konsultasi dengan para kiai dan PBNU, dan Muspimnas PKB setelah Pileg,” katanya.

Kalangan Santri Unggulkan Jokowi-Mahfud MD

Popularitas Joko Widodo ternyata juga melejit di kalangan pesantren sebagai kandidat calon presiden RI mendatang. Selain itu, kalangan santri juga menginginkan agar duet Jokowi-Mahfud MD maju sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Survei internal dilakukan Partai Persatuan Pembungan (PPP) dengan mengambil sampel khusus santri dan kiai. Hasilnya, popularitas Jokowi mencapai 10,2%, Mahfud MD 10%, Megawati Soekarnoputri 5%, Dahlan Iskan 4,1%, Hatta Rajasa 4%, Anis Matta 4%, Rhoma Irama 2,3%, dan Wiranto 2%. Sedang Aburizal Bakrie, Prabowo Subianto, dan Suryadharma Ali hanya 1,2%.

Dilihat dari tingkat penerimaan, hanya empat calon yang memiliki tingkat penerimaan yang cukup tinggi yakni Jokowi 5,6%, Mahfud MD 4,76%, Dahlan Iskan 4,28%, dan Suryadharma Ali 4,2%.

Untuk kategori duet pasangan capres dan cawapres, duet Jokowi-Mahfud MD yang paling diinginkan kalangan pesantren. Salah seorang peserta Mukernas PPP menuturkan fenomena Jokowi tidak bisa dihilangkan begitu saja.

“Daripada menjadi lawan, lebih baik Jokowi menjadi kawan. Di dalam politik kan lebih baik begitu,” ucapnya.

Ketua Departemen PPP Abdullah Mansur menjelaskan, bahwa survei ini dilakukan di 36 pesantren yang tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Yogyakarta. Kalangan pesantren diambil sebagai sampel lantaran menjadi basis massa PPP selama ini.

Survei dilakukan bulan Desember-Januari 2014. Sebagian besar responden dalam survei ini adalah pemilih pemula. Responden lainnya adalah para kiai.

“Dari survei ini menunjukkan bahwa independensi santri sudah semakin kuat dan tidak lagi sami’na wa ato’na (kami mendengar, kami taati) terhadap pendapat kiai,” ucap Mansur.

Ketua DPP PPP Arwani Thomafi menjelaskan, survei hanya akan menjadi pertimbangan bagi PPP. Keputusan akhir tetap ada pada pendapat dari 33 Dewan Pengurus Wilayah. (kp/dt/tp)

Berita terkait Mahfud MD calon presiden RI

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 09/02/2014, in Berita and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: