Mahfud MD – Putusan Pilkada Jatim itu Aneh

Mohammad Mahfud MD

Mohammad Mahfud MD menilai putusan MK tentang sengketa Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur aneh. Putusan itu tak mempertimbangkan bukti-bukti yang diajukan pihak pemohon, yaitu calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa – Herman Suryadi Sumawiredja (Berkah).

“Kasus Jatim itu yang aneh dan sudah saya kirim surat. Di situ ternyata dalil-dalil dan bukti-bukti yang diajukan oleh Khofifah di putusan tidak dipertimbangkan sama sekali,” kata Mahfud MD.

Padahal saat menjadi hakim konstitusi Mahfud selalu mempertimbangkan dalil-dalil dan bukti-bukti dari pemohon. Dalil-dalil dan bukti-bukti itu disebutkan statusnya: apakah benar dan ditolak, salah dan ditolak, atau benar tetapi tidak terkait dengan pemilu.

“Tapi ini enggak muncul sama sekali. Dan itu sudah saya tanyakan secara langsung di dalam sidang Majelis Etik kepada semua tim, kedua hakim dan kepada paniteranya. Mengapa Anda memutus seperti ini?” kata Mahfud.

Meski demikian, Mahfud menilai bahwa putusan MK itu tetap sah. Sebab sesuai undang-undang, putusan MK bersifat final dan mengikat.

Pernyataan Mantan Ketua MK Akil Mochtar yang menyebut kemenangan Pilgub Jatim sebenarnya milik pasangan Berkah, dipastikan tidak akan mengubah keputusan MK yang memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Menurut Dr Soetanto Soephiady, pakar hukum Tata Negara Universitas 17 Agustus Surabaya, pernyataan tersebut bukanlah novum atau bukti baru yang dapat mengubah keputusan MK. “Karena keputusan MK sifatnya tetap dan mengikat,” katanya.

Otto Hasibuan, sebelum mundur dari penasihat hukum Akil Mochtar mengatakan, Akil ikut membuat putusan sengketa hasil Pikada Jatim. MK memenangkan pasangan Berkah. Akil merasa heran, karena putusan MK pada 7 Oktober 2013 lalu berubah menjadi memenangkan pasangan Karsa (Soekarwo – Syaifullah Yusuf).

Otto menjelaskan, putusan itu sudah dibuat dalam rapat pleno pada tanggal 2 Oktober 2013 pukul 18.00,  sebelum Akil tertangkap tangan menerima suap oleh KPK pada malam harinya.

Namun Ketua MK Hamdan Zoelva membantah ada kecurangan dalam putusan uji materi (judicial review) Pilkada Jawa Timur. Menurut Hamdan, rapat yang dilakukan Akil pada 2 Oktober 2013 tersebut hanyalah rapat panel yang dihadiri tiga hakim, bukan rapat pleno yang dihadiri semua hakim.

Rapat pleno baru dilaksanakan keesokan harinya, yakni pada tanggal 3 Oktober 2013. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh hakim konstitusi, kecuali Akil yang telah ditangkap oleh KPK.

Geger Gelar “Profesor” Rhoma Irama

Mahfud MD menyoroti kepemilikan gelar profesor yang disandang raja dangdut Rhoma Irama. Gelar profesor yang disandang Rhoma Irama yang jadi saingan Mahfud dalam bursa capres dari PKB perlu dikaji oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Karena, tidak mudah meraihnya dan butuh proses panjang,” kata Mahfud usai menjadi pembicara seminar bertajuk “Nasional Pluralisme dan Kebangsaan” di depan ratusan Mahasiswa Unipa Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu lalu.

Namun, Mahfud MD tidak ingin mengintervensi kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengusut gelar yang disandang Rhoma Irama.

Mendikbud Juga Kaget

“Prof. Rhoma Irama, Presiden Kita Bersama”. Tulisan itu tercantum dalam spanduk yang dipampang di salah satu daerah di Jakarta Selatan. Titel “Prof” di depan nama Rhoma Irama itulah yang kemudian diributkan.

Dari mana asalnya gelar itu? Keheranan juga dikemukakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh,  “Apa betul Pak Rhoma dapat gelar profesor?” tanya M Nuh kepada wartawan di Jakarta, Kamis lalu.

Kepada Nuh, wartawan menjawab gelar tersebut tertera dalam salah satu spanduk Rhoma Irama. “Lho, profesor dari mana?” tanya Nuh lagi. “Katanya dari Amerika Pak, University of Hawaii,” jawab wartawan.

Di Indonesia, pemberian gelar guru besar atau profesor memiliki aturan main yang jelas. Pertama, orang itu harus lebih dulu memiliki gelar doktor. Kedua, dia harus menyampaikan karya penelitian atau karya lainnya. Ketiga, institusi pemberinya juga harus jelas.

“Nanti akan dilihat oleh Kemendikbud dan tim lainnya. Dari situ baru dinilai apakah seseorang layak dapat gelar guru besar atau tidak. Itu saya yang teken sendiri. Itu kalau di Indonesia,” kata M Nuh.

Namun ia tidak tahu bagaimana prosedur di luar negeri. Apapun, setahu Nuh, seorang guru besar adalah orang yang pernah mengajar. “Lazimnya dia mengajar dan S3. itu aturan umum di mana-mana untuk guru besar. Dia punya karya tulis, punya penelitian,” kata Nuh.

Soal penjelasan Rhoma yang mengatakan ia meraih gelar profesor karena karya musiknya, Nuh mengatakan tidak tahu. “Saya tidak tahu apakah karya musik itu sudah bisa dijadikan karya akademik. Tapi yang jelas, di Indonesia tidak bisa serta-merta seperti itu,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah gelar profesor Rhoma Irama diakui di Indonesia, Nuh mengatakan tidak otomatis. “Kalau dia lulus sarjana di luar negeri, tidak serta-merta kita akui. Harus ada penyetaraan. Kita lihat institusinya apakah itu sudah terakreditasi, lalu bagaimana kurikulumnya. Kalau sudah memenuhi syarat, baru kita tetapkan itu setara,” kata Nuh.

Nuh mengatakan, prosesnya sama untuk semua orang. Terakhir kali Nuh mengakreditasi ijazah Agus Harimurti, putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Putra Pak Presiden dari Harvard itu juga kami cek. Lalu kami beri persetujuan kala itu, benar dari Harvard,” ujar Nuh.

Jika gelar Rhoma Irama palsu, bisa ada sanksi. “Sanksinya ada di Undang-Undang Sisdiknas (Sistem Pendidikan Nasional). Cuma saya tidak ingat isinya,” kata Nuh. (tribun/viva)

Berita tentang Mahfud MD Calon Prersiden RI

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 01/03/2014, in Berita and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: