Mahfud MD Dianggap Pantas Dampingi Jokowi

Jokowi capres PDIP

Siti Zuhro, pengamat politik LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) berpendapat, bila nanti Joko Widodo atau Jokowi maju jadi calon presiden, semestinya ia disandingkan dengan seorang pakar hukum sebagai wakilnya. “Mahfud MD atau Jimly Asshidiqie merupakan orang yang cocok,” katanya, Senin lalu. 

Indonesia butuh pemimpin yang mampu menegakkan hukum. Menurut Zuhro, selain memiliki kompetensi di bidangnya, Mahfud MD dan Jimly terbukti telah berhasil memimpin Mahkamah Konstitusi (MK), lembaga konstitusi tertinggi di Indonesia.

“Pemimpin berlatar belakang politik bagus sangat banyak di negara ini. Tapi, hampir sebagian besar tak berkutik saat dihadapkan pada permasalahan penegakan hukum,” katanya.

Hanya saja, ujar Zuhro, kedua orang bekas Ketua MK itu kurang populer. “Mahfud dan Jimly hanya besar di kalangan mereka sendiri.”

Saat ini PDI Perjuangan masih belum menetapkan siapa calon presiden. Namun, PDIP kini semakin menunjukkan sinyal kuat untuk mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden. Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP, Andreas Hugo Pareira, mengatakan deklarasi bisa dilakukan pada bulan ini atau April mendatang. Salah satu kandidat yang diduga kuat bakal maju adalah Jokowi.

“Semua orang juga sudah tahu. Tinggal menunggu deklarasi dan situasi politik yang berkembang,”  kata Andreas.

Keputusan Megawati sebenarnya terlihat sejak Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan pada September lalu. Saat itu, Ketua Umum PDIP itu berulang kali memuji mantan Wali Kota Solo tersebut. Dalam pujian itu, Megawati meminta Jokowi tak besar kepala dan tetap menunjukkan kerja yang baik dalam memimpin Jakarta.

Sejumlah sumber membenarkan ihwal kepastian pencalonan Jokowi. Keputusan Megawati, kata beberapa sumber, telah disampaikan kepada petinggi partai. Seperti Sekretaris Jenderal Tjahjo Kumolo, Wakil Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, dan putranya, Muhammad Prananda Prabowo. Hal itu dilakukan setelah Megawati melawat ke negara-negara di Eropa dan Asia, dua pekan lalu. Dan sejauh ini belum ada faktor yang membuat Megawati berubah pikiran.

Jangan Hanya Pentingkan Elektabilitas Tinggi

Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya berharap PDIP tak egois mencari calon wakil presiden jika mengusung Jokowi sebagai calon presiden. Yakni hanya mementingkan elektabilitas tinggi demi kemenangan pada pemilihan umum 2014 semata.

“Jadi jangan cari wakil yang juga terkenal dan banyak pendukung saja,” kata Yunarto Ahad lalu.

Apalagi hanya mencari wakil yang tak bisa lepas dari tradisi mereka, seperti mementingkan trah Soekarno sebagai pendamping Jokowi. Menurut Yunarto, PDIP wajib memilihkan calon wakil presiden yang seirama dengan cara Jokowi memimpin.

Karakter calon wakil presiden untuk pendamping Jokowi harus orang yang biasa bekerja turun ke lapangan, bukan pekerja di balik meja. Calon pendamping Jokowi wajib punya semangat reformasi birokrasi. “Bahkan harus berani menjadi ‘bemper’ jika programnya dikritik,” kata Yunarto.

Cawapres yang memiliki kriteria tersebut adalah Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang wakil Jokowi saat ini. Menurut Yunarto, Ahok sangat cocok jika bekerja mendampingi Jokowi. Jokowi dan Ahok  adalah pemimpin muda yang tak punya dosa masa lalu terhadap Indonesia. Walhasil mereka bisa berkarya maksimal tanpa takut kegagalan sebelumnya.

“Jadi logika Jokowi harus berpasangan dengan orang tua dan berpengalaman itu salah besar, sama-sama orang muda pun bisa sukses,” kata dia.

Meski begitu, Yunarto paham hampir tak mungkin mengajukan Ahok sebagai calon wakil presiden. Sebab Partai Gerindra, tempat Ahok bernaung, sudah mendeklarasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Terlebih dari segi etika politik kurang tepat jika Jokowi dan Ahok sama-sama meninggalkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta secara bersamaan. (tem)

Berita terkait Mahfud MD dan Calon Presiden RI

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 03/03/2014, in Berita and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Dr. Ir. Ruswandi Tahrir, MSP

    Hanya saja, ujar Zuhro, kedua orang bekas Ketua MK itu kurang populer. “Mahfud dan Jimly hanya besar di kalangan mereka sendiri” ,,, Benar sekali Mbak Zuhro ini. Selain kurang Populer (sesuatu hal yang sangat penting untuk dimiliki seorang Capres), juga … maaf …kurang memiliki strategi yang tepat. Entah bagaimana tuh Tim Sukses nya bekerja.
    Hatta Rajasa saja memiliki Sukarelawan sekaliber Adhiyaksa. … Semoga Sukses

  2. Jokowi-Mahfud MD Calon Presiden & Calon Wakil Presiden yang terbaik, bersih anti korupsi, memihak rakyat, anti penindasan rakyat kecil. Semoga yang jujur yang menang.

  1. Ping-balik: Mahfud MD dan Gus Dur Sama Visi Beda Gaya | Sahabat Mahfud

  2. Ping-balik: Mahfud MD – Pilihlah Pemimpin yang Amanah | Sahabat Mahfud

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: