Mahfud MD – Bahaya Koruptor Seperti Teroris

Mahfud MD

Mahfud MD – Bahaya Koruptor Seperti Teroris

Mohammad Mahfud MD menilai para koruptor layak diancam hukuman mati seperti hukuman terhadap teroris. Selain hukuman mati, para koruptor itu juga harus dimiskinkan dengan dijerat tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Pokoknya ke depan kalau korupsi ancaman hukumannya mati. Ini sama bahayanya dengan teroris. Menghancurkan masa depan bangsa kita,” kata Mahfud dalam diskusi di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta, Jumat lalu.

Menurut Mahfud MD, korupsi yang menjerat para pejabat bukan karena mereka terdesak kebutuhan materi atau uang. Korupsi itu terjadi karena keserakahan. Mahfud pun menyindir kasus korupsi yang menjerat Irjen Polisi Djoko Susilo mantan Kepala Korps Lalu Lintas Polri, dan Akil Mochtar, mantan Ketua MK.

“Coba bayangkan, seorang Irjen Pol misalnya, kekayaan hampir Rp 170 miliar dari hasil korupsi. Kalau dakwaan untuk Ketua MK itu Rp 181 miliar untuk TPPU, Rp 57 miliar suapnya. Itu, kan bukan karena kebutuhan. Ketamakan yang luar biasa,” ucapnya.

Mahfud MD berpendapat, selain ancaman hukuman mati dan dimiskinkan, hak-hak perdata para koruptor juga harus dicabut. Salah satunya, keluarga koruptor tidak boleh mengambil kredit di bank.

“Enggak apa-apa begitu. Di berbagai negara ada kok begitu. Jangan dianggap melanggar hak asasi, karena ini juga untuk menangkal korupsi,” kata Mahfud.

Namun Mahfud menyadari, undang-undang tindak pidana korupsi saat ini tidak memungkinkan koruptor dihukum mati, kecuali korupsi dilakukan ketika negara dalam keadaan krisis. Mahfud pun berpendapat, ke depannya kata “keadaan krisis” dalam undang-undang tersebut dihapuskan.

Menurut Mahfud MD, korupsi adalah salah satu masalah terbesar negeri ini. Oleh karena itu, korupsi harus diberantas dari segala bidang mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga energi.

“Itu penyakitnya korupsi aja. Karena semua itu sudah direncanakan dengan baik, anggaran besar, tapi dikorupsi,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Pendapat Mahfud mengenai hukuman mati ini berseberangan dengan Marzuki Alie, Ketua DPR RI yang jadi peserta konvensi calon presiden. Menurut Marzuki, hukuman terberat para koruptor adalah menempatkannya di pulau terpencil. Seperti dulu, banyak anggota PKI yang dibuang ke pulau Buru.

“Kerja di sana, bayar hutang dia pada negara. Itu lebih baik lah dari pada dihukum mati tidak menghasilkan apa-apa. Hukum mati itu tak belaku lagi di dunia. Mereka bisa bertani, berternak,” kata Marzuki dalam diskusi yang sama. (kom)

Berita tentang Mahfud MD dan Calon Presiden RI

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 29/03/2014, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: