Mahfud MD Diminta Pimpin Koalisi Partai Islam‏

Mahfud MD calon presiden RI

Mohammad Mahfud MD menghadiri acara tahlilan tujuh hari wafatnya Kiai Ja’far Aqiel Siradj, pengasuh Pondok Pesantren Kempek, Cirebon. Almarhum adalah kakak kandung dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqiel Siradj. Acara tahlil itu digelar komplek Ponpes Kempek memperingati tujuh hari wafatnya Kiai Ja’far.

“Pak Mahfud ini orang NU, Calon Presiden kita,” ujar kiai Said, memulai sambutannya, usai pembacaan tahlil yang dihadiri lebih dari 2.000 santri dan warga setempat, Jumat lalu.

Namun Mahfud MD yang juga memberi sambutan, tak sedikit pun menyinggung soal politik. Termasuk pencapresannya. Ia malahan lebih banyak bercerita seputar kenangannya bersama almarhum Kiai Ja’far semasa hidupnya.

Setelah acara tahlil ditutup dengan doa, tiba-tiba ada seorang Kyai menyambar mikrofon dan berpidato. “Mohon maaf, kalau dilihat dari kualitas, Pak Mahfud tidak cocok menjadi wakil (Cawapres),” kata Kiai Hasyim Asy’ari.

Pengurus MUI Cirebon ini pun meminta Mahfud sebaiknya mempelopori pembentukan koalisi parpol Islam,  alias poros tengah. Sebab, jika berkoalisi dengan partai yang lebih besar, kecil kemungkinan Mahfud menjadi Capres.

“Pemilu tahun 2014 ini adalah momentum yang tepat untuk menguatkan politik Islam dan kepemimpinan negara di Indonesia. Cirebon akan bersatu dan menyatukan umat se Indonesia untuk memilih Pak Mahfud,” katanya.

Kiai Mustofa Aqiel yang menjadi tuan rumah, sekaligus pengganti almarhum sebagai pengasuh Ponpes Kempek itu juga menyampaikan pesan mertuanya, yakni Kiai Maemun Zubair dari Sarang Jawa Tengah, yang pernah menjadi penasehat DPP PPP.

“Yai Kiai Zubaer, mertua saya menyerukan, agar Mahfud menjadi Capres atau Cawapres dari partai apa pun, tak harus partai tertentu. Apa pun partainya asal ada Mahfudnya kita pilih,” sambung Kiai Mustofa, menirukan pesan Kiai Zubaer, di sela-sela ramah tamah usai acara tahlil.

Mendengar penyataan Kiai Hasyim serta Kiai Mustofa, Mahfud rupanya enggan merespon. Mahfud tampaknya hari itu memang menahan diri dari bicara soal politik.

“Saya tak mau memolitisir acara ini, keadaan sedang berduka. Kedatangan saya murni untuk takziyah dan tahlilan untuk almarhum,” singkat Kandidat Capres PKB itu.

Sebelumnya, sesampai di kediaman shohibul bait, Mahfud MD disambut adik almarhum, Kiai Mustofa Aqiel Siradj dan Kiai Said Aqiel Siradj, Ketum PBNU, yang juga hadir dalam acara tersebut.

Setelah berbincang santai sekitar 10 menit, Mahfud diajak ke dalam ruang khusus oleh Kiai Said Aqiel Siradj dan melakukan pertemuan tetrutup. Pertemuan itu berlangsung sekitar 20 menit sebelum akhirnya menuju tempat acara tahlil di komplek Ponpes Kempek.

“Bicara seputar dinamika politik pasca Pileg. Ya ada beberapa saran juga yang disampaikan oleh Kiai Said,” kata Mahfud, tanpa menjelaskan wujud saran yang dikatakannya.

Akademisi & Ulama Dorong Duet Anies – Mahfud MD

Hasil Pemilu legislatif membuat banyak pengamat mengatakan adanya kemungkinan muncul sosok alternatif untuk menjadi calon presiden. Suara partai menengah yang terbagi rata tidak menutup kemungkinan untuk saling berkoalisi mengusung calon pasangan capres baru, dari yang selama ini kerap muncul.

Para pengamat pun mulai menyatakan pandangannya mengenai hal ini. Hamdi Muluk misalnya. Pakar Psikologi dari Universitas Indonesia itu menyatakan kemungkinan pasangan alternatif dalam pilpres mendatang.

“Partai Demokrat bisa memberikan kejutan dengan membuat kubu ketiga dengan mengusung orang yang betul-betul bersih dan wajah benar-benar baru. Anies Baswedan orangnya,” kata Hamdi, Kamis (10/4).

Ia menyatakan, untuk menyokong Anies Baswedan, Demokrat bisa menggalang dukungan dari Partai Islam atau Sekretariat Gabungan.

“Duet Anies-Mahfud bisa sangat menjual rakyat,” kata tokoh yang sempat membuat survey lawan tanding Jokowi, Desember 2013 lalu.

Dukungan pada duet Anies – Mahfud tidak hanya terjadi saat ini. Jauh hari sebelumnya, Gus Sholah pernah memberi pernyataan pada dua tokoh yang dekat dengan kalangan Islam ini.

“Anies dan Mahfud punya keunggulan masing-masing. Anies unggul di pendidikan, Mahfud di penegakan hukum,” ujar adik Mantan Presiden Gusdur ini di Pondok Pesantren Tebu Ireng.

Gus Sholah juga menambahkan, dari semua capres yang maju saat ini hanya Anies yang memiliki kapabilitas di dunia pendidikan. Tak hanya didorong oleh akademisi dan kalangan Islam. Duet Anies-Mahfud juga telah lama disorot oleh Partai Islam.

Kedua orang ini misalnya sempat masuk dalam bursa calon presiden Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Februari lalu. Anies sendiri hanya menyatakan bahwa saat ini masyarakat mengingingkan wajah baru.

“Bicara realitas di masyarakat yang menuntut kebaruan, rasanya berat kalau wajah lama harus berhadapan dengan tokoh baru,” kata Anies. (gat)

Berita tentang Mahfud MD dan Calon Preside RI

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 11/04/2014, in Berita and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: