Mahfud MD – Perbedaan Harus Jadi Berkah dan Maslahah

Mahfud MD - bersih dan membersihkan

Prof Dr Mohammad Mahfud MD menyatakan, di negara yang tingkat pluralitasnya tinggi ancaman konflik dan permusuhan sangat rentan terjadi. Karena setiap orang memiliki hak asasi. Misalnya untuk memeluk agama atau kepercayaan, hak untuk hidup, bekerja atau memperoleh pendidikan.

“Sangat boleh jadi, di dalam implementasi pemenuhan hak tersebut berbenturan dan beradu dengan pemenuhan hak-hak orang lain,” kata Mahfud MD dalam acara wisuda di Kampus IAIN Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Sabtu lalu.

Benturan semacam itulah yang kerap membuat konflik mudah terjadi. Itu mudah saja terjadi, terutama ketika tingkat kepekaan dan kesediaan masing-masing orang untuk mentolerir perbedaan sangat rendah.

Oleh sebab itu, yang perlu dipikirkan bersama untuk dilakukan saat ini adalah, bagaimana agar konflik-konflik yang dilatari oleh penolakan atas kemajemukan dapat dicegah, dan keberagaman dapat dipelihara di atas sikap saling menghormati. Tujuannya, agar perbedaan senantiasa dapat menjadi berkah dan kemaslahatan, bukan malah menjadi persoalan.

“Konstitusi kita sekarang ini dikatakan lebih menghargai demokrasi, pluralisme dan rule of law, serta hak-hak asasi manusia,” kata Mahfud MD.

Mahfud MD di Mata Muridnya

Marwan Jafar, Ketua Fraksi PKB di DPR, mengisahkan kembali kenangannya bersama Mahfud MD, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII). Hal yang paling diapresiasi oleh Marwan tak lain soal absen kuliah.

“Saya cocok, karena dia memperbolehkan bolos, asal ujian dan makalah bagus. Tapi saya bolos dalam arti menimba ilmu di luar lho,” kata Marwan dalam Peluncuran dan Diskusi Buku ‘Mahfud MD Bersih dan Membersihkan’ di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu lalu.

Bukan hanya memperbolehkan bolos, Marwan semakin terkesan dengan mantan ketua MK ini. Kesan itu tak lain pemikiran dan prinsip yang sulit dibelokkan.

“Pak Mahfud kelihatan ndeso, di pikirannya cerdas dan imparsial di UII. Dia ndeso juga karena lurus banget. Kan dalam politik itu ada belok-belok. Dia enggak mau,” kata Marwan.

Marwan juga mengapresiasi Mahfud yang terjun ke dunia politik dan pemerintahan tanpa kehilangan prinsipnya sebagai akademisi.

“Dia akademisi bukan sebagai capres. Tapi dia tidak hanya berwacana seperti para akademisi, tetapi praktek juga,” kata Marwan.

Dalam acara peluncuran ini, hadir juga Pimpinan KPK Bambang Widjojanto, Peneliti LIPI Siti Zuhro, Bim Bim Slank dan Bunda Iffet.

Mahfud MD Bantah Serangan Akil Mochtar

Akil Mochtar menyerang Mahfud MD terkait kasus yang membelitnya. Dalam nota keberatan (eksepsi), Akil menyebut Mahfud MD juga seharusnya diperiksa dan diadili dalam kasus dugaan suap Pilgub Banten.

Akil menyebut, Mahfud MD adalah hakim panel yang mengadili kasus Pilgub Banten, bukan dirinya. Akil pun menyayangkan mengapa nama Mahfud MD justru tidak ada dalam dakwaan jaksa KPK.

“Kenapa jaksa penuntut umum tidak berani sampaikan Mahfud MD sebagai panel Pilkada Banten? Ada apa gerangan?” kata Akil saat membacakan eksepsi pribadi, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis lalu.

Menanggapi tudingan itu, Mahfud MD segera membantahnya. Menurut Mahfud, eksepsi Akil justru menguatkan kebenaran dakwaan jaksa.

Dalam eksepsinya Akil mengatakan, bahwa dia tak menangani Pilgub Banten, tapi didakwa menerima suap Pilgub Banten. Karenanya Akil menuding KPK tak fair, karena tak menyebut nama Mahfud sebagai Panel.

Akil menekankan bahwa uang Rp 7,5 miliar yang diterimanya bukan suap Pilgub Banten, tapi bisnis dengan CV Ratu Samagat. Jadi uang itu tak ada kaitan dengan Pilgub Banten.

“Menjadi jelas bahwa suap itu hanya masuk melalui CV Ratu Samagat, dan sama sekali tak pernah terkait dengan Panel yang saya pimpin. Di situ teori menembak dari atas kuda berlaku. Justru salah kalau KPK menyebut nama Majelis Panel terkait dengan suap itu. Sebab Panel sudah bekerja murni dan bersih, tapi Akil menegosiasikan perkara itu di luar pengetahuan hakim-hakim lain,” kata Mahfud MD, Jumat lalu.

Menurut Mahfud, jelas sekali bahwa Panel Hakim tak ada urusan dengan suap menyuap, sebab Akil bermain sendiri dengan dalil bisnis CV Ratu Samagat.

“Luar biasanya, Akil sudah menego Pilgub Banten ini jauh sebelum perkaranya ada. Akil sudah menerima transfer untuk Pilgub Banten pada 18 Oktober. Padahal Pilkadanya baru berlangsung tanggal 22 Oktober. MK sendiri baru menangani perkara itu 8 November. Jadi sudah ada indent perkara jauh sebelumnya,” kata Mahfud.

Mahfud juga yakin, KPK akan mengeluarkan semua bukti terkait nego yang dilakukan Akil dalam kasus Pilgub Banten. Mahfud pun meminta publik menunggu sidang berikutnya, dan tidak terpancing dengan eksepsi yang dibacakan Akil.

“KPK nanti pasti membeberkan di sidang berikutnya bukti nego, pembicaraan, SMS, dan saksi-saksi bahwa dakwaannya tak salah. Tunggu saja,” katanya. (tim/mer)

Berita terkait Mahfud MD Calon Presiden Indonesia

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 12/04/2014, in Berita and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: