GIS Dorong Mahfud MD Dipasangkan Jokowi

Mahfud MD balon cawapres Joko Widodo

Gerakan Indonesia Satu (GIS) mendorong mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD sebagai pasangan Joko Widodo pada Pemilihan Umum Presiden 2014 mendatang. Sebelum Pemilu, aliansi masyarakat yang berasal dari 20 perwakilan di Tanah Air itu sepakat dan mendukung penuh pencalonan Mahfud MD menjadi presiden.

“Sebelumnya GIS mendukung Mahfud MD menjadi capres. Tapi setelah melihat konstelasi politik dengan hasil pemilu PDIP sebagai pemenang, dan telah mencalonkan Jokowi sebagai capres, maka kami mendukung mantan Ketua MK itu untuk digadang dengan Jokowi,” kata Mirwan Karim, Ketua Bidang Media Gerakan Indonesia Satu, di Bandarlampung, Selasa lalu.

Ia menyatakan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dalam pertemuannya dengan Mahfud MD juga merestui mantan menteri di era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu berpasangan dengan Jokowi sebagai cawapres.

Menurutnya, Mahfud MD memiliki kapabilitas serta rekam jejak yang bagus. Selain itu juga memiliki pengalaman di legislatif sebagai anggota DPR RI, di eksekutif sebagai menteri pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, dan yudikatif sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi.

Dengan pengalamannya di tiga unsur lembaga negara, Mahfud MD diharapkan dapat menyusun tim perumus kebijakan pemerintahan mendatang, sekaligus sebagai motor dari reformasi kelembagaan institusi pemerintahan.

Mahfud MD pantas disebut negarawan, mengingat kiprahnya selama ini, karena telah menjabat posisi penting di negara ini. “Di Eksekutif, legislatif, dan yudikatif beliau pernah menjabat posisi penting,” katanya.

Sebelumnya, Gerakan Indonesia Satu yang berasal dari 20 perwakilan di Tanah Air bersepakat dan mendukung penuh pencalonan Mahfud MD sebagai presiden. Kesepakatan itu tertuang dalam pendeklarasian Gerakan Indonesia Satu di Yogyakarta, pada 31 Maret 2014. Selain dukungan pencalonan Mahfud MD, hasil rumusan Gerakan Indonesia Satu juga melakukan pemantauan Pemilu 9 April 2014.

Mahfud MD sudah selesai dengan jabatannya, sehingga diharapkan siap mengabdikan dirinya untuk membangun bangsa dan negara. Dari hasil survei dari Freedom Foundation yang dipublikasi beberapa waktu, lalu menyimpulkan pasangan Jokowi-Mahfud MD dipilih 36,8% responden dengan mewawancarai 1.090 responden di seluruh Indonesia, dengan tingkat kepercayaan 95%.

PKB Didesak Tetapkan Mahfud MD Jadi Cawapres

Gerakan Indonesia Satu (GIS) Jawa Barat mendesak Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menetapkan dukungan bagi Jokowi-Mahfud MD menjadi duet pada Pemilihan Presiden (Pilpres) Juli 2014.

“Sikap Gerakan Indonesia Satu Jabar mendesak PKB untuk menetapkan Mahfud MD sebagai calon wakil presiden, berpasangan dengan Jokowi sebagi capres dari PDI Perjuangan,” kata Iman Nurhaeman, Koordinator Wilayah GIS Jabar, di Bandung, Selasa.

Iman menyatakan, pencapaian PKB yang fantastis pada Pemilu 2014 merupakan buah dari kerja keras dan kerja cerdas. Iman menilai koalisi itu tepat dan sesuai dengan harapan serta membangun kepercayaan masyarakat, karena pemerintahan terbebas dari sandera atau beban masalah masa lalu.

Mahfud MD telah berpengalaman di lembaga eksekutif sebagai Menteri Pertahanan pada era pemerintahan Gus Dur. Kemudian menjabat di lembaga legislatif sebagai anggota DPR-RI. Dan terakhir berpengalaman juga di lembaga yudikatif sebagai Ketua Makhamah Konstitusi.

“Mahfud selama ini konsisten menyuarakan pada penegakan hukum dan anti korupsi. Sangat tepat berkontribusi pada perbaikan pada penegakan hukum, pemberatasan korupsi dan reformasi birokrasi,” katanya.

Koalisi Partai Islam Sulit Dibangun

Helmy Faishal Zaini, Ketua DPP PKB, menilai koalisi partai Islam sulit dibangun saat ini, karena masing-masing telah membangun poros koalisi dengan partai nasionalis.

“Gabungan partai-partai Islam saya kira sulit dibangun. Karena saat ini mereka juga membangun komunikasi dengan poros-poros yang ada,” kata Helmy dijumpai seusai menghadiri acara Harlah ke-29 Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU DKI Jakarta, di Kampus Universitas Islam Negeri, Ciputat, Selasa.

Atas dasar itu, saat ini PKB cenderung melakukan komunikasi dengan dua partai nasional, yakni PDI Perjuangan dan Gerindra. Sedangkan komunikasi yang dibangun dengan partai Islam masih konservatif.

Terkait kemungkinan koalisi dengan PDI Perjuangan maupun Gerindra, PKB tengah menjajaki komunikasi intensif dengan kedua partai itu. Helmy mengaku dalam koalisi itu nantinya, PKB realistis dengan tidak lagi mengincar kursi calon presiden.

“Kami kan awalnya mengusung capres, karena kami beranggapan PKB mendapat 15% bahkan 20% suara. Tetapi kalau melihat posisi ‘quick count’, posisi PKB kira-kira 10 hingga 11%, maka kami tidak mungkin lagi memimpin koalisi,” katanya.

Helmy mengungkapkan, pihaknya hanya mengajukan empat nama yang dapat menjadi calon wakil presiden bagi PDIP maupun Gerindra. Yakni Muhaimin Iskandar, Rhoma Irama, Mahfud MD serta Jusuf Kalla. Namun hal itu sepenuhnya bergantung dengan keputusan partai pemimpin koalisi. (ant/rol)

Berita tentang Mahfud MD dan Calon Presiden Republik Indonesia

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 15/04/2014, in Berita and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: