Tokoh dan Pimpinan Partai Islam Gagas Koalisi

Koalisi Umat Islam

Sejumlah tokoh Islam berkumpul guna menggagas poros politik yang terdiri dari koalisi partai-partai Islam. Pertemuan itu merupakan lanjutan dari Musyawarah Kepemimpinan Nasional Umat Nasional 2014,  yang dihadiri sekitar 75 orang tokoh Islam dan utusan parpol berbasis umat Islam, Rabu lalu, di Jakarta.

“Kita menampung arus bawah, suara umat Islam yang ingin partai-partai Islam bersatu, memilih capres dan cawapresnya,” kata Ustadz Bachtiar Nasir, Ketua Pelaksana Koalisi Umat Islam, dalam konferensi pers di Cikini, Jakarta, Kamis.

Aliansi yang dinamai Koalisi Umat Islam itu lahir dari pengajian politik di Masjid Al Azhar, Jakarta Selatan,  yang diprakarsai KH Cholil Ridwan. Semua ormas Islam, termasuk NU dan Muhammadiyah juga terlibat secara aktif.

Koalisi Umat Islam itu mendesak para pimpinan parpol Islam untuk bersatu dan mengusung calon presiden sendiri dalam pemilu presiden 9 Juli nanti. Dorongan itu diklaim berasal dari dukungan suara ke parpol umat Islam, yang jumlahnya diperkirakan mencapai 32%.

“Kita akan gerilya dan bekerja, agar partai Islam tidak terjebak dalam matematika politik,” kata Bachtiar.

Dalam pertemuan itu Koalisi Umat Islam akan mendesak parpol Islam mendengar aspirasi muslim di tanah air. Sebab ada tarikan ke ke parpol Islam untuk berkoalisi karena kepentingan individu semata.

“Kami Koalisi Umat Islam meminta parpol Islam memperhatikan aspirasi umat Islam, dan tidak terjebak dalam kontrak politik yang merugikan umat Islam. Mudah-mudahan dengan izin Allah, hati mereka, dilembutkan untuk bersatu,” katanya.

Sejumlah tokoh yang akan hadir hadir pada pertemuan itu antara lain KH Cholil Ridwan (MUI Pusat), Din Syamsuddin (Muhammadiyah), serta tokoh-tokoh NU: KH Said Aqil Siraj, KH Hasyim Muzadi, KH Mustofa Bisri, KH Salahuddin Wahid dan KH Didin Hafidhuddin.

Sedang para pimpinan parpol Islam yang diundang, seperti Muhaimin Iskandar (PKB), Amien Rais dan Hatta Rajasa (PAN), Muhammad Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid (PKS), Suryadharma Ali dan Hamzah Haz (PPP), serta Yusril Ihza Mahendra (PBB).

Ada pula sejumlah nama calon presiden dari kalangan Islam yang dijadwalkan hadir seperti Rhoma Irama, Mohammad Mahfud MD, Ahmad Heryawan. Juga sejumlah ulama, antara lain KH Arifin Ilham, Aa Gym, Ustadz Yusuf Mansyur, KH Habib Rizieq, dan pakar ekonomi Islam, Muhammad Syafii Antonio.

Capres yang Diinginkan Forum Koalisi Politik Islam

Forum Koalisi Politik Islam menginginkan parpol umat Islam mengusung nama-nama yang sudah disampaikan kepada masyarakat sebelum Pemilu Legislatif (Pileg) yang baru lalu.

“Dari PKB ada pak Jusuf Kalla (JK), ada pak Mahfud MD, bung Rhoma juga sudah dapat mandat Cak Imin.  Di Mukernas PPP nama pak JK disebut. Di PKS ada Ahmad Heryawan, Anis Matta dan Hidayat Nur Wahid. Artinya koalisi politik umat Islam berharap agar nama-nama yang sudah mereka ajukan ke publik diperjuangkan,” kata Bachtiar.

Parpol Islam tidak boleh terlibat dalam kontrak politik yang mengedepankan ego dan kepentingan kelompoknya. Karena itu pula dalam pertemuan itu, para pimpinan aprpol Islam diminta mengesampingkan dulu kontrak-kontrak politik yang sudah ada dengan parpol nasionalis.

“Memang kondisinya tidak mudah, rumit, karena mereka sudah melakukan kontrak politik sebelum Pileg, dan mereka juga tidak menyangka hasil Pileg. Partai nasionalis juga jangan alergi kalau umat Islam menginginkan capres-cawapres,” tegasnya.

Para tokoh ormas Islam akan bekerja mengawal janji-janji parpol Islam yang sudah diikrarkan kepada konstituennya, termasuk memperjuangkan nama-nama capres-cawapres dari parpol Islam yang sudah disiapkan.

Bachtiar juga menegaskan bahwa Forum Koalisi tidak khawatir jika pertemuan ini dinilai sebagai sektarian dan primordial. Sebab, mayoritas penduduk Indonesia merupakan umat Islam. Sehingga wajar mereka membentuk koalisi sendiri. (jpn)

Berita tentang Mahfud MD dan Koalisi Umat Islam

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 17/04/2014, in Berita and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. sangat TIDAK MUNGKIN untuk dapat disatukan, apakah bisa aqidah salafiyah, asy`ariyah, maturidiyah dan quburiyah dapat disatukan.dan masing2 tokoh2 yg disebutkan memiliki aqidah yg berbeda2 seperti contoh2 aqidah yg disebutkan………..kalla tsumma kalla……..

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: