Mahfud MD – Koruptor tak Perlu Diistimewakan

Mahfud MD bakal cawapres Jokowi

Mohammad Mahfud MD, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menilai, narapidana kasus korupsi tidak perlu mendapat keistimewaan dalam menjalani hukuman. Dan kalau perlu hukuman bagi narapidana korupsi itu semestinya justru diperberat dari hukuman normalnya. Hal itu diungkapkan Mahfud, menyusul rencana penghapusan salah satu syarat remisi untuk narapidana kejahatan luar biasa atau extra ordinary crime, yakni justice collaborator. 

“Kalau napi korupsi itu tidak (perlu). Jadi, kalau menurut saya, itu kemunduran kalau ada pemikiran menghapus JC,” ujar Mahfud di gedung KPK, Jakarta, Jumat lalu.

Mahfud mengakui pendapat yang menilai setiap narapidana harus diperlakukan sama di putusan pengadilan. Termasuk, salah satunya, permintaan hak mendapat remisi oleh koruptor.

“Namun, perlu pengecualian untuk pelaku kejahatan-kejahatan tertentu, seperti yang juga diterapkan di negara-negara lain. Sehingga, tidak disamakan pemberlakuannya dan fasilitasnya terhadap mereka ini,” kata Mahfud.

Lantaran itu, ia menegaskan dirinya sebagai pihak yang tidak menyetujui adanya peringanan hukuman bagi narapidana koruptor. Mahfud mengaku bukan menjadi tim perumus dari revisi PP Nomor 99 Tahun 2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

“Saya termasuk yang tidak setuju kalau ada upaya peringanan-peringanan terhadap koruptor,” kata dia.

Dalam draf revisi PP tersebut, ketentuan justice collaborator (JC) sebagai syarat remisi bagi pelaku tindak pidana korupsi, terorisme, dan narkotika dihilangkan. Adapun, JC adalah pelaku pidana yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar keterlibatan pelaku lainnya. Dalam aturan PP tersebut, nara pidana khusus korupsi, terorisme, dan narkotika yang akan mendapatkan remisi harus memenuhi beberapa ketentuan, salah satunya menjadi JC terkait kasusnya.

Draf Revisi PP masih dalam tahap kajian Kemenkumham

Kepala Biro Humas Kementerian Hukum dan HAM (Kemen kumham) Effendy Perangin Angin menyatakan, bahwa draf tersebut masih dalam tahap kajian kementeriannya. Sehingga belum pasti, apakah draf revisi PP itu nantinya menghilangkan salah satu syarat remisi bagi napi koruptor.

“Itu kan belum dan masih dalam kajian dihapus atau tidak, ada yang menyetujui dan tidak setujui. Ini menyangkut hak orang banyak, masih ada perdebatan untuk itu,” ujar Effendy.

Meski begitu, Effendy mengatakan, pertimbangan Kemenkumham berencana menghilangkan pasal tersebut lantaran adanya hak dari setiap warga binaan memperoleh remisi. Hal itu juga diatur dalam ketentuan undang-undang.

“Tiap warga binaan berhak mendapat remisi, namanya lembaga pemasyarakatan. Kalau dia sudah baik, masa nggak boleh dikasih? Tapi kan perjalanannya lalu ada PP itu, beberapa tindakan pidana tertentu nggak boleh, ini yang mau kita coba bahas agar diberikan revisi,” katanya.

Tak Sepakat Koruptor Diberi Remisi

Ade Komarudin, Ketua DPR , tak sepakat apabila koruptor diberikan remisi masa tahanan. Menurutnya, koruptor telah menyebabkan banyak kerugian terhadap negara, dan memotong apa yang seharusnya menjadi hak rakyat.

“Kalau saya sih kurang bijaksana kalau kita terlalu koperatif (terhadap koruptor),” kata Ade di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat lalu.

Sedangkan Ruhut Sitompul, anggota Komisi III DPR, tak mau ambil pusing wacana untuk mempermudah persyaratan pemberian remisi bagi koruptor oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly. Dia mengaku lebih setuju dengan wacana memiskinkan koruptor.  “Aku fokus dengan kembali uang itu. Dia dimiskinkan,” kata Ruhut. (rep)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 14/08/2016, in Berita and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: