Mahfud MD Terima Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin

Mahfud MD

Mohammad Mahfud MD mendapatkan Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin dari Pusat Studi Konstitusi (PUSaKO) Fakultas Hukum Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat. Mantan Ketua Mahkaman Konstitusi itu meraih kategori Karya Monumental. Dia telah menulis disertasi yang kemudian diterbitkan menjadi buku berjudul Politik Hukum di Indonesia.

Disertasi Mahfud itu memberikan satu kajian yang cukup komprehensif tentang hubungan hukum tata negara dengan politik. Dan buku itu kini menjadi literatur penting ilmu hukum tata negara dan ilmu politik di Indonesia

“Garis yang memisahkan hukum tata negara dan ilmu politik itu sangat tipis. Tidak ada yang mengimplementasikan atau menegakkan hukum dalam ruang hampa politik. Tidak ada hukum tata negara bisa ditegakkan tanpa ada pertimbangan-pertimbangan politik. Mahfud menguraikan ini dalam disertasinya,” kata Todung Mulya Lubis, Ketua Dewan Juri Anugerah Konstitusi Muhammad Yamin.

Anugerah Konstitusi itu juga diberikan kepada 3 tokoh lain yang dinilai berperan dalam memajukan hukum tata negara di Indonesia. Anugerah diberikan sebagai pemacu semangat para pengkaji hukum tata negara dan konstitusi untuk terus melahirkan pengetahuan di bidangnya.

“Pemberian anugerah dilaksanakan satu kali dalam dua tahun. Dan kali ini penyelenggaraan yang kedua kalinya serta ada penambahan satu kategori anugerah yakni Pemikir Muda Hukum Tata Negara,” kata Feri Amsari, Ketua panitia, Selasa lalu.

Todung Mulia Lubis menyebutkan, para penerima anugerah tersebut di antaranya akademisi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Zainal Arifin Mochtar meraih Pemikir Muda Hukum Tata Negara, pewarta Harian Kompas Tri Agung Kristanto meraih Jurnalis Konstitusi.

Kemudian, Ketua Mahkamah Konstitusi RI periode 2008-2013, Mahfud MD peraih kategori Karya Monumental lewat bukunya berjudul Politik Hukum di Indonesia. Kategori Lifetime Achievement diraih Ketua Dewan Pers Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung RI periode 2001-2008, Bagir Manan.

Peraih Pemikir Muda Hukum Tata Negara diharapkan mampu melahirkan pemikiran yang tajam dan cerdas bagi konstitusi Indonesia ke depan. Sedangkan pemberian Jurnalis Konstitusi, didasarkan karena peran jurnalis sebagai ujung tombak yang mampu membangun konstitusionalis.

“Sementara untuk Karya Monumental dipilih karena buku yang ditulis peraih penghargaan itu dikategorikan sebagai literatur penting ilmu hukum dan ilmu politik di Indonesia,” lanjutnya.

Untuk kategori Lifetime Achievement, ia menambahkan, diberikan karena dedikasi peraihnya dalam mendidik dan menempa pemikir dan praktisi hukum tata negara di Indonesia.

“Dalam proses penjurian, banyak nama yang diajukan sebagai calon namun terus mengerucut di setiap kategori. Pengambilan keputusan siapa peraih penghargaan juga dilakukan dalam waktu singkat karena nama yang diajukan itu sudah tidak dapat diragukan perannya dalam membangun konstitusi dan konstitusionalis di Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, anugerah itu diberikan untuk mengapresiasi para pemikir yang berbakti mengabdi pada konstitusi sehingga diharapkan dapat mendorong lahirnya pengkaji hukum tata negara lainnya di waktu mendatang.

Mereka dinilai tujuh orang dewan juri, yakni Todung Mulya Lubis, Saldi Isra, Anhar Gonggong, Yuliandri, Susi Dwi Harijanti, Ni’matul Huda, dan Budiman Tanuredjo. (antara)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 07/09/2016, in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: