Mahfud MD: Ini Kejahatan yang Sangat Besar dan Jelas

mahfud-md-80

Moh Mahfud MD, Ketua Dewan Penasihat Lembaga Bantuan Hukum PBNU, tersentak mendengar suara rekaman pemeriksaan Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin dalam sidang penistaan agama, Selasa lalu. Dalam percakapan itu, kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dinilai mengancam Ma’ruf Amin dengan bukti rekaman. 

“Ini adalah kejahatan yang sangat besar, dan jelas. Dia mengancam (KH Ma’ruf Amin) kok, namun dia ngeles tadi saat konferensi pers,” kata Mahfud MD yang menjadi narasumber dalam acara di stasiun tv, Rabu lalu.

Mahfud mengatakan, tim kuasa hukum Ahok mengatakan saat konfrensi pers bahwa mereka tidak mengancam Rais Am NU tersebut, tetapi saksi pelapor. Padahal, ancaman terhadap saksi pelapor sudah sering dilakukan pada saat saksi pelapor bersaksi di pengadilan.

“Pengacara dan Ahok sudah jelas menista KH Ma’ruf Amin, tadi ngeles, (ini) sudah jelas,” kata Mahfud. Mahfud menandai ancaman terhadap Ma’ruf Amin ketika pengacara menyatakan kepada Majelis Hakim, “ini katerangan palsu majelis hakim, dicatat.”

Mehfud menegaskan, selama ini dia telah berusaha objektif dalam menilai kasus yang menjerat Ahok tersebut. “Ketika Safii Maarif dikecam karena membela Ahok, saya mendukung Safii,” katanya. Begitu juga ketika dikatakan Fatwa MUI bukan hukum positif, Mahfud membenarkannya.

“Tapi ini Ahok dan pengacaranya menista pimpinan saya,” tegas Mahfud.

Mahfud mengatakan, tidak ada yang salah jika pun SBY menelepon, karena akan ada yang ke PBNU. Hal itu biasa dilakukan jika akan berkunjung ke sebuah lembaga. “Lalu, apa salahnya orang menerima telepon itu? Lah Ahok juga kalau datang gak telepon dulu apa?”

Mahfud pun menutup dengan sebuah penegasan bahwa dirinya akan mengikuti PBNU yang menerima permintaan maaf Ahok. Namun, itu bukan berarti kasus penyadapan itu tidak ditindaklanjuti.

“Mari kita maafkan terkait penghardikan pada Ma’ruf Amin, tapi hukum tetap harus ditegakkan. Karena kalau hukum tidak ditegakan, hancur negara ini,” tegas Mahfud.

Mahfud: Pengacara Ahok Lakukan Penyadapan

Moh Mahfud MD menilai, kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah melakukan penyadapan. Hal itu dikatakan setelah mendengar suara rekaman pemeriksaan Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin dalam sidang penistaan agama, Selasa lalu.

“Itu dia menyebut jam 10.16, artinya sudah pasti dia menyadap. Itu pelanggaran hukum dan dipenjara 10 tahun,” kata Mahfud.

Dalam Pasal 47 UU ITE menyatakan, pelanggaran tentang penyadapan diancam hukuman maksimal 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 800 juta.

“Polisi kalau tidak menindaklanjuti ini, ya tidak benar,” kata Mahfud.

Mahfud meminta Polri untuk proaktif dalam kasus penyadapan tersebut. Sebab, kasus tersebut tidak membutuhkan aduan dari korban atau pihak yang dirugikan.

“Itu bukan delik aduan. (penyadapan) itu melawan negara dan masyarakat Indonesia,” kata Mahfud.

Mahfud menganalogikan seperti rumah yang terbakar. Saat melihat kebakaran, polisi tidak harus menunggu laporan agar memadamkan api. Sama dengan ketika ada orang yang diketahui menyadap, polisi harus langsung menindaknya.

Soal benar dan tidaknya ada percakapan telepon antara Ma’ruf dan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, itu bisa dibuktikan setelah penyelidikan.

“Itu tugas polisi menyelidiki itu, kalau tidak terbukti, berarti itu menyebarkan berita bohong,” kata Mahfud . (republika)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 02/02/2017, in Berita and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: