NKRI Punya Modal Jadi Negara Demokrasi yang Kuat

NKRI Punya Modal Jadi Negara Demokrasi yang Kuat

Meskipun ada banyak keluhan dan yang mencemaskan masa depan ikatan kebangsaan Indonesia, ternyata Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mempunyai modal sosial dan politik (sospol) yang bisa dipakai untuk menjadi negara yang kuat dan maju. 

Hal itu dikatakan Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), di ruang Rotunda, Clayton Campus, Munash University, Melbourne, Australia, Minggu lalu, pada acara public lecture tentang Politik dan Hukum di Indonesia Terkini.

“Memang ada yang khawatir atas masa depan NKRI berhubung munculnya gejala radikalisme, intoleransi dan diskriminasi. Namun setelah didiagnosis, itu semua hanya symptom atau gejala yang muncul karena penyakit dalam, yakni lemahnya penegakan hukum dan keadilan, serta karena kontestasi politik yang sifatnya situational,” kata Mahfud.

Namun demikian, kata Ketua Majelis Nasional KAHMI itu, Indonesia mempunyai modal-modal penting untuk maju dengan pijakan kebersatuan dalam kebhinekaan.

Pertama, Indonesia sudah bisa menyelenggarakan pemilu yang demokratis, diselenggarakan oleh KPU yang mandiri terlepas dari intervensi pemerintah, dan bisa diadili di MK jika ada kecurangan.

“Kedua, rakyat kita sudah cukup dewasa dalam berdemokrasi. Terbukti begitu hasil pemilihan selesai ribut-ribut juga selesai, dan rakyat menerima hasilnya,” jelas Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara itu.

Menurut Mahfud MD, kalau calon-calon yang kalah merasa tak puas, maka calon-calon yang bersangkutan bisa mengadu ke MK, tapi rakyatnya tak ikut-ikutan. Dan setelah MK memutus, masalahnya selesai.

Ketiga, sekarang ini tidak ada koalisi dan oposisi permanen.

“Partai yang berkoalisi atau beroposisi di Jakarta bisa bertukar pasangan koalisi dan oposisi di daerah-daerah lain. Gerindra dan PKS misalnya, berkoalisi di DKI, tapi bisa bertukar pasangan koalisi dengan Golkar dan PDI-P di daerah-daerah lain,” jelasnya.

Hal itu, menurutnya dapat memperkuat ikatan kebangsaan Indonesia.

“Masih ada yang keempat, yaitu kuatnya kontrol masyarakat melalui media massa dan media sosial,” ujarnya.

Mahfud MD yang juga Ketua IKA-UII itu mengatakan, Indonesia bisa menjadi negara kebangsaan berdasar demokrasi yang maju dan bersatu, jika di atas modal-modal tersebut ditegakkan hukum dan keadilan, yang diorientasikan pada upaya membangun kesejahteraan rakyat dan menghapus kesenjangan ekonomi dan sosial.

Dalam public lecture tersebut Mahfud MD didampingi pula oleh Ketua LPS Dr Halim Alamsyah dan Prof Edy Suandi Hamid, yang juga memberi uraian dari perspektif ekonomi dan Keuangan. Hadir dan memberi sambutan pula pada public lecture itu, yakni Dewi Savitri Wahab, Konsul Jenderal RI di Melbourne. (tribun)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 25/04/2017, in Berita and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: