Di Balik Kemenangan Anies Ada ‘Tangan’ Tuhan

Mahfud Md

Ada Tuhan di balik kemenangan pasangan Anies Baswedan – Sandiaga Uno (Anies-Sandi) dalam Pilkada DKI Jakarta. Hasil hitung cepat (quick count) menyebutkan keduanya mampu menandingi calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama – Saiful Djarot Hidayat (Ahok-Djarot). Banyak tidak menduga soal itu.  

Begitulah paparan Mahfud MD, pakar hukum tata negara dan tokoh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam, pada diskusi publik Indonesia Lawyers Club, Selasa lalu. “Di luar dugaan, karena Ahok waktu itu belum tentu kalah. Selisihnya tipis,” katanya.

Tetapi kemudian terjadi peristiwa yang juga di luar dugaan banyak orang menjelang hari pencoblosan. Yakni peristiwa bagi-bagi sembako, diduga oleh pendukung Ahok saat hari tenang.

“Ada peristiwa yang mendorong, Tuhan mengatur, yaitu peristiwa (bagi-bagi) sembako,” kata Mahfud.

Dia mengutip penjelasan Eep Saefulloh Fatah tentang peristiwa sembako itu.

“Karena, menurut pendapat Mas Eep di majalah Tempo, peristiwa sembako itu menyebabkan yang harus memperbanyak suara, justru yang mendulang suara yang tidak membagi-bagi sembako. Karena orang jadinya banyak tidak suka,” katanya.

Menurut Mahfud, tidak ada yang lepas dari campur tangan dan skenario Tuhan, termasuk dalam hal politik. Dia kemudian menukil satu dalil agama soal itu. “Kamu bersiasat (berpolitik), tetapi Allah tetap yang menjadikan,” katanya.

“Jika Allah menghendaki kuasanya itu terjadi, maka Allah menciptakan sebabnya agar sesuatu itu terjadi meski tidak masuk akal,” kata mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Tetapi banyak orang cemas, karena masih ada pihak yang tidak rela dengan kekalahan Ahok-Djarot dan kemenangan Anies-Sandi. Dia mengaku memantau riuh ketidakpuasan itu dari pesan-pesan oleh orang tertentu di media sosial. Dia meminta semua pihak saling berlawanan menyudahi itu.

“Karena itu takdir Allah yang harus diterima. Mari kita semua rekonsiliasi atau merajut kembali, karena sebenarnya kita dari dahulu sudah biasa menerima perbedaan,” kata pria kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur, itu.   (viva)

Tak Perlu Lagi Memanas-Manasi

Mahfud MD melihat bahwa pasca-perhelatan Pilkada DKI rampung, semua pihak harus kembali merajut persatuan. Lantaran, akibat kegiatan dukung-mendukung pasangan calon di Pilkada DKI sempat menimbulkan suatu gesekan yang memecah belah masyarakat.

“Mari merajut kembali kesatuan dalam keberagaman. Saya sependapat dengan Pak Ahok yang mengatakan bahwa kekuasaan itu ketentuan Tuhan. Semua sudah bersiasat, Tuhan yang menentukan,” ujarnya di Jakarta, Selasa lalu.

Sehingga tidak perlu ada pihak yang merasa terluka akibat jagoannya kalah di kontestasi Pilkada DKI. Dan bagi pihak yang menang juga tak perlu bersuka cita dengan terlalu berlebihan.

“Saya kira nggak perlu ya memanas-manasi seperti itu, buat apa sih. Ada yang gemas, juga ada yang tidak rela ini buih-buihnya. Ada yang bilang orang yang memilih Ahok orang yang pandai, yang milih Anies bodoh-bodoh. Jadi orang Jakarta itu bodoh-bodoh. Ini ngapain kan memanas-manasi,” tukasnya.

Mahfud pun juga menyoroti bahwa akibat kekalahan Ahok tak akan membuat bangsa Indonesia menjadi terpecah belah. Karena merunut pengalaman, bangsa Indonesia selalu bisa menerima hasil dari pesta demokrasi dengan baik.

“Kita rajut kembali, kan kita terbiasa menerima perbedaan itu. Tahun 1999 takut pecah, tapi selesai ya selesai. Pilpres Pak Jokowi dan Prabowo juga, tapi ya selesai,” terangnya.

Untuk itu, Mahfud mengimbau agar semua pihak tidak saling menuding dan menyalahkan satu sama lain.

“Mereka yang ikut aksi itu bukan pengikut Habib Rizieq saja, itu NU juga, Muhammadiyah juga. Mereka hanya ikut numpang protes. Kalau disuruh melawan Pancasila, percayalah pasti balik ke NU dan Muhammadiyah masing-masing,” kata dia. (oke)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 26/04/2017, in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: