Ada Kesan Habib Rizieq Dicari-cari Salahnya

 

Moh Mahfud Md

Moh Mahfud MD, Guru Besar FH UII, ikut bicara soal hebohnya kasus dugaan pornografi yang menjerat Habib Rizieq Syihab (HRS). Menurut Mahfud, ada kesan aparat Kepolisian mencari-cari kesalahan imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu.  

“Bisa saja. Kesan itu tidak bisa dihindari, kesan seakan-akan Habib Rizieq dicari-cari salahnya. Tetapi kalau memang ada bukti tak apa-apa, kesan tidak bisa dihindari,” kata Mahfud seusai seminar ‘Dinasti politik dalam pilkada dan potensi korupsi di daerah’ di Fakultas Hukum UII Yogyakarta, Sabtu lalu.

“Ya kesan, kesan itu ada. Saya juga punya kesan seperti itu. Tapi kan kesan itu tidak selalu benar. Lihat faktanya saja,” imbuhnya.

Mangkirnya Habib Rizieq saat dimintai keterangan sebagai saksi lalu memutuskan pergi ke luar negeri, disebabkan tidak adanya penanganan yang rapi dari pihak kepolisian.

“Setengah-setengah begitu (penanganannya) ya orangnya lari,” kritik mantan Ketua MK itu .

Padahal orang yang terlibat kasus, dan sudah terindikasi kuat melanggar hukum harusnya bisa ditangani dengan lebih baik sejak awal. Sehingga upaya mangkir dari panggilan bisa dicegah.

“Kalau sudah ada indikasi kuat (melanggar hukum) ya ditangani, ditangkal, dicegah. Dulu harusnya langsung diproses kalau memang sudah ada alat bukti yang cukup,” tuturnya.

Tapi karena Habib Rizieq saat ini terlanjur ke luar negeri, Mahfud menilai dia harus dibawa pulang ke Indonesia dulu. Agar nanti proses peradilan yang memutuskan, apakah Habib Rizieq terlibat kasus dugaan pornografi atau tidak.

“Iya seharusnya Habib Rizieq pulang. Toh kalau tidak pulang ya dia dideportasi juga,” pungkasnya. (detik)

Long March ke Komnas HAM Usut Kriminalisasi Ulama

Alumni Aksi 212 menggelar aksi long march ke Komnas HAM. Mereka meminta Komnas HAM turun tangan membantu ulama yang tengah dikriminalisasi. Massa memulai aksi dengan Salat Jumat di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Jumat lalu. Dari masjid massa melakukan long march ke kantor Komnas HAM di Jl Latuharhari.

Ketua Presidium Alumni 212, Ustadz Ansufri Idrus Sambo dan anggota perwakilan diterima di kantor Komnas HAM oleh dua komisioner Komnas HAM Siane Indriani dan Natalius Pigai.

“Hari ini kita membawa jutaan petisi untuk memberikan dukungan ke Komnas Ham khusus untuk kriminalisasi yang semakin masif dilaksanakan oleh pemerintahan kita,” kata Sambo dalam audiensi.

Kriminalisasi yang dimaksud Sambo itu merujuk pada kasus chat dugaan pornografi ‘baladacintarizieq‘ yang dikait-kaitkan dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab.

“Kami datang kemari menyampaikan juga banyak futnah-fitnah terhadap Habib Rizieq dengan kasus chat mesum itu sudah terlalu luar biasa. Ini merupakan pelanggaran HAM yang gila-gilaan. Lalu kami meminta penangguhan untuk ustad Al Khathath (Sekjen FUI) yang sedang di Bareskrim apalagi saat ini beliau sedang sakit. Yang juga perlu diingat tidak boleh diskriminatif kepada kelompok kita yang terus ditekan,” kata Sambo.

Komisioner Komnas HAM Siane Indriani secara resmi menerima pengaduan itu. Siane mengatakan, Komnas HAM akan menindak lanjuti laporan tersebut.

“Kami mengapresiasi karena sudah mengadu ke Komnas Ham dan mempercayai Komnas Ham. Ini merupakan kewajiban kami, dan kami pasti menyampaikan mana yang salah mana yang benar,” kata Siane. (detik)

Gerakan 7 Juta Status bersama HRS

Netizen Dukung Dengan Tagar #KamiBersamaHRS

Dukungan kepada ulama, khususnya kepada Imam Besar Umat Islam Indonesia Habib Rizieq Syihab (HRS) digaungkan para netizen melalui tagar #KamiBersamaHRS.

Hastag #KamiBersamaHRS itu menjadi trending topic di dua media sosial, facebook dan twitter sejak Jumat malam hingga Minggu ini.

Dukungan netizen ditujukan kepada Habib Rizieq, karena mereka menganggap Imam Besar FPI itu telah dijadikan target kriminalisasi oleh aparat Kepolisian. Hingga Minggu pagi, tagar tersebut telah ditulis sekitar 10.000 cuitan di twitter.

Sedangkan di Facebook muncul Gerakan 7 Juta Status bersama HRS (Habib Rizieq Shihab), juga dengan tagar #KamibersamaHRS. Unggahan disertai dengan foto Rizieq Shihab yang bertuliskan:

“Gerakan 7 Juta Status. Kami percaya ulama dan Habib Rizieq, mendukung perjuangannya. Jangan dishare tapi dicopas, agar tembus 7 juta status #KamiBersamaHRS” (*)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 21/05/2017, in Berita and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: