Indonesia Sudah Sepakat Khilafah Pancasila

Mahfud Ms

Mohammad Mahfud MD, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan, pemerintah perlu menyiapkan argumen dalam gugatan pembubaran Hizbut Tahir Indonesia (HTI) di pengadilan. Karena gagasan khilafah adalah kekuatan manusia, dan bangsa Indonesia sudah sepakati khilafah Pancasila.   

“Khilafah itu macam dan kekuatan manusia, bukan ajaran Al-Qur’an. Kan kita sudah membuat namanya khilafah Pancasila. Khilafah itu artinya sistem pemerintahaan. Jadi, pemerintah harus jalan, bahkan nanti organisasi lain juga sama, yang langgar akan ditertibkan,” katanya di Bantul, Yogyakarta, Rabu lalu.

Mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan RI itu sejak lama ingin agar kelompok atau organisasi massa (ormas) yang menentang Pancasila harus dibubarkan.

“Saya sudah lama. Ya, disiapkan saja argumen-argumennya,” ujar Guru Besar Hukum Tata Negara di Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, itu berkaitan dengan gugatan Pemerintah RI membubarkan HTI.

Mengenai apa yang perlu disiapkan Pemerintah bila kalah dalam proses hukum dalam gugatan pembubaran HTI, yang rencananya didukung 1000 pengacara,

“Seumpama pemerintah kalah, itu kan prosedur soal teknisnya. Karena kalau substansinya sudah jelas. Prosedur teknisnya kan bisa diulangi lagi, kan pengadilan itu nanti putusannya antara menolak dan tidak menerima,” kata Mahfud.

“Tidak menerima dengan tidak dapat diterima dan ditolak itu ataupun tidak dikabulkan itu kan sesuatu yang berbeda. Kalau tidak diterima itu artinya bisa diajukan lagi dengan melengkapi syarat administratif,” jelasnya.

Mahfud mengharap semua tidak perlu berandai-andai apa pemerintah akan kalah dalam gugatan pembubaran HTI. Apalagi ormas yang akan ditertibkan itu jelas-jelas melanggar ideologi negara.

“Tidak usah berandai-andai, begitulah kalau organisasi menentang ideologi negara. Karena menurut saya, kita tidak boleh main-main dengan kebijakan negara. Karena kalau seperti Syiah itu kan bahaya sekali. Bisa perang saudara,” katanya.

“Kalau pemerintah membiarkan ormas membangun kekhalifahan, maka dapat memicu perang, karena kekhilafahan itu banyak macamnya. Misalnya orang Syiah di Iran, kemudian juga orang Irak,” jelas Mahfud MD.

Tiga gerakan Islam yang perlu ditertibkan

Mohammad Mahfud MD menyebut ada tiga gerakan ormas Islam di Indonesia yang perlu ditertibkan karena kegiatannya menentang ideologi negara ini.

“Dalam disertasi Pak Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, di Indonesia itu ada tiga gerakan Islam yang perlu ditertibkan,” kata Mahfud.

Gerakan Islam pertama yang ingin mengubah ideologi negara menjadi kekhalifahan yaitu Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bahkan ormas ini segera masuk gugatan pembubaran oleh pemerintah di pengadilan.

Kemudian ormas yang ingin berlakukan negara hukum Islam yaitu Mujahidin. Dan ormas yang akan memberlakukan hukum Islam di daerah-daerah yang penduduknya mayoritas muslim, yaitu Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam (KPPSI) Sulawesi Selatan.

“Nah gerakan yang begitu berdasarkan hasil penelitian dan itu fakta di lapangan, sehingga memang harus ditertibkan,” kata Mahfud.

Sejauh ini upaya penertiban oleh pemerintah secara prosedural atau instrumen hukumnya belum lengkap. Apalagi dalam aturan harus diperingatkan terlebih dulu sampai tiga kali, baru kemudian dicabut izinnya.

“Kalau prosedur itu memang lama, karena dulu prosedur yang lama itu diperingatkan sekali, peringatan kedua kali dan tiga kali. Dan itu diperuntukkan untuk membubarkan ormas lain yang dulu suka melakukan sweeping,” katanya.

Akan tetapi ada ormas dengan gerakannya tidak melakukan “sweeping-sweeping” atau razia tidak resmi terhadap kegiatan-kegiatan yang menyimpang menurut faham.

“Namun langsung menduduki negara untuk ganti ideologi, dan kalau itu dikampanyekan di mana-mana, dipidatokan di mana-mana,” kata Mahfud Md.

Seribu Advokat untuk HTI Tidak Masalah

Mahfud MD tidak memasalahkan 1000 advokat yang disiapkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) untuk menghadapi gugatan pembubaran organisasi itu oleh pemerintah di pengadilan.

“Ya tidak apa-apa, mau seribu atau lima ribu di hadapan hukum tidak ada bedanya,” kata Mahfud.

Menurut dia, yang penting nanti kebenaran hukumnya diungkap di pengadilan, kalau itu mau ke pengadilan.

“Tetapi menurut saya, kita tidak perlu emosional, karena kita itu sudah punya kesepakatan untuk selamatkan negara,” katanya.

Negara Indonesia berdasarkan Pancasila, sehingga segala macam bentuk atau upaya yang akan mengganti ideologi negara itu harus ditertibkan, termasuk ormas HTI yang menggelorakan negara kekhalifahan.

“Fakta-faktanya secara terbuka dan sehari-hari itu mengkampanyekan mengganti negara Pancasila. Jadi saya kira ketika surat izin dikeluarkan untuk HTI dulu menurut saya informasinya tidak lengkap,” katanya.

Segala bentuk dan upaya apapun kalau itu secara kehormatan bertentangan dengan ideologi Pancasila harus dihukum secara administratif, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Tapi secara hukum pidana kalau langkah langkahnya ke arah tertentu dengan cara melawan hukum, itu makar namanya. Kita tinggal melihat dari kacamata hukum, jadi kalau ada pengacara sampai seribu itu silahkan,” katanya.

Ditanya apakah ada motif pengacara untuk membela HTI, Mahfud mengatakan hal itu biasa saja, namun dia mengatakan pemerintah tetap tegas untuk pembubaran HTI, karena ormas itu kegiatannya dilarang dalam aturan.

“Kalau pemerintah ingin meluruskan saja. Kalau advokat tidak apa-apa, biasa saja, sama saja dulu ada pemilihan presiden tiba-tiba ngumpul puluhan advokat, itu sudah biasa. Tapi yang penting di pengadilannya,” kata Mahfud Md. (ant)

Iklan

About Achmad Fauzi

Achmad Fauzi Asmuni, tinggal di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia.

Posted on 25/05/2017, in Berita and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Kasih koming dong :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: